Syiah di Indonesia sangat bermasalah. Kaum Sunni sangat mengeluh atas aktivitas kaum Syiah yang melaknat Sahabat seperti yang baru-baru ini terjadi dalam perayaann hari Asyura Syiah di Halim Perdana Kusumah.

Pernyataan itu disampaikan Ustadz Ahmad Zaytun kepada Syekh Maulana Maulawi Madani selaku penasehat Ahmadinejad dalam Urusan Sunni-Syiah, Senin (20/1) di Kantor MUI Jakarta. Wakil Komisi Luar Negeri MUI ini menyatakan bahwa kaum Syiah telah menggerogoti Ahlus Sunnah di Indonesia.

“Kami sangat terusik, terganggu dan merasa terzhalimi denga perkembangn Syiah dalam menggerogoti mazhab ahlus sunnah,” tandasnya dalam acara yang juga dihadiri Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia itu.

Secara terbuka, Ustadz Ahmad meminta agar aspirasi ini dibawa ke Ahmadinejad. Jangan sampai ada upaya mensyiahkan kaum Sunni di Indonesia. Hal ini dirasa wajar, sebab, lanjut Ustadz Ahmad, sampai saat ini masih ditemukan buku-buku Syiah dari Iran maupun Indonesia yang kerap melaknat Sahabat dan Ummahatul Mukminin.

“Mereka kan kesini membawa aspirasi untuk tidak mencurigai Syiah, tapi kita juga punya aspirasi kepada mereka tentang kegelisahan kaumm Sunni atas gerakan Syiah di Indonesia,” tandasnya.

Senin siang, (20/2) Majelis Ulama Indonesia menggelar Temu Tokah Islam dengan Grand Imam Sunni dari Iran. Syekh Maulana Maulawi Madani, Grand Imam Sunni di Iran datang ke Indonesia atas fasilitasi Kedubes Iran di Indonesia. Ia datang dengan didampingi Muhammad Hasan Tarrabain, Ketua Lembaga Dunia Pendekatan Antar Mazhab. Kedatangan rombongan dari Iran ini untuk menepis kecurigaan terhadap Syiah dan mengklaim kaum Ahlus Sunnah tidak mengalami penindasan di Iran. (Pz)

ERAMUSLIM > BERITA NASIONAL

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/inilah-pesan-mui-kepada-penasehat-ahmadinejad.htm
Publikasi: Rabu, 22/02/2012 14:31 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.685 kali, 1 untuk hari ini)