korupsi qur'an 

Ilustrasi foto Wamenag Nasaruddin Umar/ bemkm.ugm.ac.id

  • Nama Wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso diyakini bisa mempengaruhi Dirjen Bimas Islam Kemenag, Nasarudin Umar saat itu, untuk menentukan perusahaan pemenang tender proyek pengadaan Al Quran.

  • Cuplikan rekaman sadapan pembicaraan antara terdakwa kasus korupsi pengurusan anggaran pengadaan Al Quran dan pengadaan IT Laboratorium di Kementerian Agama, Zulkarnaen Djabar dengan terpidana Fadh A Rafiq:

    Fahd : dia tamunya datang dari perusahaan, malah orang lain yang diterima disuruh masuk.
    Zulkarnaen : kamu ada BB-nya gak?
    Fahd : ada bang, tapi gak respon
    Zulkarnaen : Ya sudah tunggu dulu. Saya rapat ini, udah telpon dia tadi. Tunggu saja, tunggu saja, kita injak lagi dia nanti..

Inilah beritanya, dan di bagian bawah adalah berita tentang Nama Priyo Berpengaruh dalam Proyek Al Quran. Nama Wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso diyakini bisa mempengaruhi Dirjen Bimas Islam Kemenag, Nasarudin Umar saat itu, untuk menentukan perusahaan pemenang tender proyek pengadaan Al Quran.

***

Zulkarnaen Djabbar Didesak Tekan Pejabat Kemenag

INILAH.COM, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), perdengarkan bukti rekaman sadapan pembicaraan antara terdakwa kasus korupsi pengurusan anggaran pengadaan Al Quran dan pengadaan IT Laboratorium di Kementerian Agama, Zulkarnaen Djabar dengan terpidana Fadh A Rafiq.

Dari rekaman pertanggal 26 oktober 2011 tersebut, terlihat jika Fahd terus mendesak Politisi Partai Golkar itu untuk menegur Ketua Panita Lelang Pengadaan Lab Komputer di Kemenag, Affandi, lantaran tidak kunjung menerima kedatangan Fahd.

Saat itu, Fahd mengaku kepada anggota Komisi VIII tengah berada di kantor Kementrian Agama. Maksud kedatanganya, guna meminta Panitia lelang segera mengumumkan pemenang tender pengadaan IT Laboratorium.

“Fahd beberapa kali telpon, saya keluar, masih membicarakan seputar dia untuk diterima pak Afandi. Karena saya juga sudah kewalahan. Ada teman saya disitu, saya kasih Said. “Ini bicaralah’. Karena dia (fahd ) ngeyel terus, kita juga lagi ada rapat Banggar waktu itu,” ujar Zulkarnaen menjelaskan kepada Jaksa KPK KMS Roni, mengenai rekaman pembicaraan dengan Fahd tersebut, di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (25/4/2013).[bay]

Berikut Rekaman sadapan 26 oktober 2011.

Pukul 16.52WIB.

Fahd : Halo bang, ini gimana ini udah lama tunggu dia. Tadi dia (Afandi) ngomong di dalam. Dia gak mau terima-terima kita ini lama nunggu.
Zulkarnaen : Iya dia sedang berbicara dengan mitra, sabar aja dulu. Tadi saya dah bicara sama Mr A dan Mr S
Fahd : tapi kita dah nunggu lama bang..
Zulkarnaen : Iya tunggu dulu tunggu. Saya lagi rapat ini.

Mr A, berdasarkan keterangan Zulkarnaen, iallah Afandi. Sedangkan S adallah Syamsuddin.

Lantas tak berapa lama, Fahd kembali menghubungi Zulkarnaen atau pukul 17.33WIB

Fahd : bang… Dia nerima tamu lagi ni bang. Tamunya keluar, kita dipinggirin lagi.
Zulkarnaen : gak, ini kan saya lagi sama Said (Banggar) ini lagi rapat. Nanti dimarahi pula lagi saya.
Fahd, demi allah ni bang. Dia ini begini
Zulkarnaen : iya.. Tunggu aja dulu..
Fahd: udah 2 jam setengah ini bang. Haduh masa
Zulkarnaen : Iya tunggu, kami juga marah disini. Saya sudah bilang.. Saya rapat ni.
Fahd : dia tamunya datang dari perusahaan, malah orang lain yang diterima disuruh masuk.
Zulkarnaen : kamu ada BB-nya gak?
Fahd : ada bang, tapi gak respon
Zulkarnaen : Ya sudah tunggu dulu. Saya rapat ini, udah telpon dia tadi. Tunggu saja, tunggu saja, kita injak lagi dia nanti..

17.37 WIB

Fahd : bang,
Zulkarnaen : tunggu aja, ini pak said mau bicara.
Said : halo kawan, udah sabar, gw dah bb dua kali ke beliau, panglima juga sudah mulai marah (zulkarnaen), intinya lo bikin kondusif disitu. Gak enak, sabar aja.
Fahd : dia pergi bang barusan.
Said : Oh iya ke tempat dirjen. Lo tunggu nanti klo dah ketemu dia, lo bisa tlp gw. Tunggu aja, sabar..
Fahd : oke bang..

(inilah.com)

***

Nama Priyo Berpengaruh dalam Proyek Al Quran

INILAH.COM, Jakarta – Nama Wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso diyakini bisa mempengaruhi Dirjen Bimas Islam Kemenag, Nasarudin Umar saat itu, untuk menentukan perusahaan pemenang tender proyek pengadaan Al Quran.

Hal itu diakui langsung terdakwa kasus suap pengurusan anggaran proyek Al Quran dan Laboratorium Komputer di Kemenag, Zulkarnaen Djabar saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (25/4/2013) malam.

Pernyataan itu bermula ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK berusaha konfirmasi nama politisi Golkar dalam percakapan antara Zulkarnaen Djabar dengan Fahd A Rafiq. Dalam percakapan itu selintas Zulkarnaen menyebut nama PBS.

Usai mendengar percakapan, Jaksa KMS Rony menanyakan PBS yang dimaksudkan dalam percakapan.

“Siapa itu PBS, apa yang dimaksud itu adalah Priyo Budi Santoso?” tanya jaksa Rony kepada Zulkarnaen.

“Iya, itu Priyo Budi Santoso,” Jawab Zulkarnen.

Menurut Zulkarnaen, Priyo dianggap sakti untuk berkomunikasi dengan Nasarudin Umar. “Karena ini permintaan pertolongan dari yunior saya terbuka saja. Saya terasa risih karena ini bukan proyek saya. Lebih baik Pak Priyo saja dihubungi agar berbicara dengan Pak Nasarudin,” ujarnya.

Saat dicecar jaksa, akhirnya Zulkarnaen bersedia menjelaskan lebih jauh soal Priyo. Wakil Ketua DPR RI dinilai bisa mengatasi masalah kendala penentuan perusahaan pemenang lelang proyek kitab suci itu di Kementerian Agama.

Terlebih saat itu, terang Zulkarnaen, kondisi mulai terdesak, mengingat dalam PT Macanan Jaya Cemerlang masuk sebagai pemenang lelang tender nomor 1, sementara PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara, milik Dendy hanya menempati posisi ke-3.

“PT Macanan saat itu banting harga padahal dia non muslim. Khawatirnya salah cetak, ” ujarnya.

Karena itu, di benaknya lanjut Zulkarnaen meminta tolong Priyo agar menghubungi Nasarudin Umar dan membatalkan PT Macanan sebagai pemenang proyek. “Saya telepon Pak Priyo supaya lebih kuat saja,“ ujarnya.[jat] Jumat, 26 April 2013 | 05:15 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 972 kali, 1 untuk hari ini)