SEBUAH misteri mengemuka ketika keluarga Herman, David dan Sunarto melakukan temu wartawan bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) di Jakarta, Senin (29/10/2012). Pihak keluarga menyebut-menyebut sesosok pria bernama Basyir yang diduga berada di balik penangkapan anggota keluarga mereka.

“Dia datang dari Jawa Timur dengan membawa sebuah tas, kenal sama anak saya lewat Facebook. Dia menginap dua malam, malam takbiran dan malam Sabtu,” kata ibunda David dan Herman, Siti Maryam.

Basyir sendiri ikut ditangkap pada hari Sabtu (27/10) di rumah mereka di Palmerah. Tapi anehnya, polisi hanya menyebut nama David, Herman, serta Sunarto, yang diduga melakukan kegiatan terorisme. Basyir tak disebut. Lantas ke mana Basyir?

“Itulah yang menjadi pertanyaan kami,” tukas Ahmad Michdan, Ketua TPM.

Tujuan Basyir datang ke Ibukota untuk mencari kerja. Narto, orang yang memang dikenal supel, kemudian menyambut kedatangan Basyir yang hanya dikenalnya lewat facebook itu.

“Basyir ini ingin mencari kerja di Bekasi. Sebatas itu,” jelas Michdan.

Sunardi alias Nandi, kakak Nanto, mengaku tidak begitu kenal siapakah jatidiri Basyir. Ia hanya mengingat sikap ramah yang ditunjukkan Basyir ketika bertemu dengannya.

“Orangnya baik, bahkan sempat ikut membantu pemotongan hewan kurban di Mesjid Baitul Karim.”

Achmad Michdan pun mendesak agar polisi mengungkap siapakah sosok Basyir. Basyir bisa menjadi kunci untuk mengungkap tuduhan teroris yang disematkan kepada Herman, David, dan Narto yang kerap beraktivitas di Mesjid Kebon Kacang,

“Jangan-jangan memang ada agen susupan yang bertugas untuk mendeskriditkan umat Islam,” tegasnya. (Pz/Islampos)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.059 kali, 1 untuk hari ini)