Ditulis oleh H Mahrus Ali

Saya menjumpai syair – syair yang biasanya di baca sebelum waktu salat wajib, diperdengarkan di radio dan di masjid – masjid  dalam http://santrigresik.blogspot.com/

Syi’ir Tanpo Waton (Syair Tanpa Dasar)

اَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ اْلبَرَايَا # اَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَا يَا
رَبِّي زِدْنِي عِلْماً نَافِعًا # وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحًا

يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلاَمٌ عَلَيْكَ # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ اْلعَالَمِ # يَا أُهَيْلَ الْجُوْدِ وَاْلكَرَمِ

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)

Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)

Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)

Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)

Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)

Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)

Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)

Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)

Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)

Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)

Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)

Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)

Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)

Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul (Al-Qur’an) jadi pedoman)

Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)

Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)

Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)

Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk [amalan tarekat] jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)

Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)

Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)

Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)

Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)

Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)

Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)

Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)

Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)

Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)

***

Komentarku ( Mahrus ali )

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)

Gur pinter ndongeng nulis lan moco … 
(hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)

Komentarku ( Mahrus ali )

Bila tidak mengaji syariat, lalu mengaji apa lagi. Dengan kalimat seperti itu, seolah orang yang mengaji syariat itu akan sengsara, lalu apakah orang yang mengaji syariat itu hanya pandai dongeng, menulis  dan baca saja? Pada hal realitanya orang yang bodoh dengan syariat itu malah akan menjerumuskan diri dan orang lain. Orang yang beramal tanpa dalil atau ilmu akan sia – sia belaka, maksudnya mencari pahala, tahu – tahu dapat dosa yang banyak. Kita ikuti saja firman Allah :

وَمَاكَانَ اْلمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْاكَافَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِيْنِ وَلِيُنْدِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَارَجَعُوْا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

“Tidak pantas orang beriman pergi ke medan perang semua, hendaknya ada sekelompok dari tiap golongan dari mereka pergi untuk memperdalam agama dan memberikan peringatan kepada kaumnya apabila mereka kembali kepadanya, mudah-mudahan mereka itu takut.” (QS At-Taubah: 122)

 إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah para Ulama.” (Fathir: 28)

    Dalam ayat tsb dinyatakan bahwa Ulama yang paling takut kepada Allah, lalu orang awam yang jahil syariat sudah tentu ingin takut kepada Allah sejatinya ingin dekat kepadaNya, realitanya jauh dariNya. Perasangkanya lurus, ternyata menyimpang dan mendekati kekufuran dan kesyirikan.

   Perkataan penyair jawa itu biasanya dari kalangan ahli bid`ah, syirik atau kejawen, ahli thariqat yang ngaku benar.

Dalam syair itu dikatakan lagi :

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)

Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Komentarku ( Mahrus ali )

Kafir apanya orang yang hapal Quran dan Hadits? Malah bagi orang yang tidak mengerti ajaran al Quran dan Hadits itu tidak mengerti jalan mana yang menuju Allah dan jalan mana yang ke setan. Akhirnya ingin dekat kepadaNya, tahu – tahu dekat dengan Iblis, sebagaimana banyak kalangan dukun, orang – orang yang punya tamu banyak, pengobatannya jos – jos, tahu – tahu mereka adalah  waliyus syaiton/ wali setan.

Untuk pengkafiran dan pensyirikan bacalah bab : Pengkafiran dan pensyirikan dlm blog ini – posted 8 Juni 2011 M

Dalam syi’ir itu di katakan lagi :

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)

Komentarku ( Mahrus ali )

Perkataan Thariqat, hakikat, dan ma`rifat itu tiada  tuntunannya, dan bid`ah sekali. Biasanya  pengikut thariqat yang gemar dengan slogan – slogan seperti itu. Di Era sahabat ternyata hal itu tidak ada.

Syekh Abd Aziz bin Abdillah bin Baz berkata :

أَمَّا الطَّرِيْقَةُ التِّيْجَانِيَّةُ أَوْ الشَّاذِلِيَّةُ أَوِ الْقَادِرِيَّةُ أَوْ غَيْرُهَا مِنَ الطُّرُقِ الَّتِي أَحْدَثَهَا النَّاسُ فَلاَ يَجُوْزُ اِتِّبَاعُهَا إِلَّا مَا وَافَقَ شَرْعَ الله مِنْهَا أَوْ غَيْرَهَا فَيَعْمَلَ بِهِ ، لِأَنَّهُ وَافَقَ الشَّرْعَ المُطَهَّرَ لاَ لِأَنَّهُ مِنَ الطَّرِيْقَةِ الْفُلاَنِيَّةِ أَوْ غَيْرِهَا

Adapun thoriqat tijani, syadziliyah, qadiriyah dan beberapa thoriqat yang lain yang sekedar bikinan orang maka tidak boleh di ikuti kecuali yang cocok dengan syariat Allah  lalu bisa di jalankan sebab cocok dengan syariat Allah yang suci bukan karena thoriqat si fulan dll. [1]


Dalam syair itu dikatakan :

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya

Komentarku ( Mahrus ali )

Tentang jasad utuh, begitu juga kain kafannya, maka ada realita seorang yang suka dengan keris, dan punya ratusan keris, ternyata setelah sebelas tahun di kubur, lalu dibongkar lagi ternyata masih utuh tubuhnya. Jadi tiada  dalil yang menunjukkan jasad utuh sebagai orang saleh, sampai sekarang saya belum menjumpainya. Ada  cerita dari teman saya, seorang bandit meninggal dunia ternyata  jasadnya utuh. Dan inilah tipu daya setan yang berusaha untuk menjerumuskan manusia – manusia yang ingin selamat dari neraka.

———

Catatan red nahimunkar.org mengeni jasad yang tetap utuh:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلَام “

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi ‘alaihim as-salaam [Al-Mujtabaa, no. 1374].

Ini adalah satu kekhususan yang Allah ta’ala berikan kepada para Nabi ‘alaihimis-salaam akan jaminan bahwa jasad mereka tidak dimakan tanah hingga hari kiamat.

Pertanyaan : Apakah kekhususan tersebut berlaku pada selain mereka (para Nabi) ? (yaitu manusia pada umumnya).

Jawab : Tidak, karena tidak ada dalil yang menyatakan demikian.

Lihat di link ini: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/11/fenomena-jasad-utuh-setelah-bertahun.html


[1] Enceplopedi fatwa bin Baz bab thoriqat tijani

JUMAT, JUNI 17, 2011

https://mantankyainu.blogspot.com/2011/06/syiir-menyesatkan.html

***

Kesesatan syair tanpa waton ke 2

Dalam syair yang di baca (oleh kalangan tertentu) ketika menjelang waktu shalat terdapat kalimat sbb:

ayo sedulur jo nglaleake

wajibe ngaji sak pranatane

‘nggo ngedelake iman tauhide

baguse sangu mulyo matine 2x

mari saudara, jangan lupakan

kewajiban mengkaji di semua runtutannya

untuk menebalkan iman tauhidnya

bagusnya modal,  matinya mulia (2x)

Komentarku ( Mahrus ali):

   Bila ilmu yang di gali di pesantren ilmu kebid`ahan dan kesyirikan, maka tidak lagi di wajibkan, malah di haramkan belajar di sana. Lalu belajarlah  di tempat pendidikan yang mengajarkan al Quran dan hadis yang sahih.

  Dan ilmu di pesantren sesat itu  tidak akan bisa menebalkan iman dan tauhid malah bikin tipis keduanya, bahkan melenyapkannya lalu menjadi musyrik ngaku muslim sejati dan menyesatkan muslim yang teguh dalam berpegangan kepada al Quran dan hadis.

 Sebab ilmu kebid`ahan dan kesyirikan itu tipu daya  setan untuk menjaring massanya, bukan ilmu yang diridhai oleh Allah, bahkan di benciNya.  Ingatlah firman Allah:

يااأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ اْلأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. QS At-Taubah 34

Di ayat lain, Allah berfirman :

وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. QS Al-Baqarah 146

Apalagi bila suluk dalam tarikat akan menjumpai banyak kejanggalan dan hal – hal yang cocok dengan nafsu dan beda dengan Hadits dan al Quran. Bila anda menjumpai sedemikian ini, maka cepat dan jangan di tunda lagi untuk meninggalkannya dan jangan di ambil lagi mulai sekarang sampai mati.

Imam Ahmad berkata :.

لاَ تُقَلِّدْنِي وَلاَ مَالِكًا وَلاَ الثَّوْرِيَّ وَلاَ الشَّافِعِيَّ ;

Jangan ikut kepadaku,atau Imam Malik, Tsauri atau Syafii 

Ingin jelas, bacalah buku kami ” Sholawat Gus dur ? ”

Pergilah ke blog keduahttp://www.mantankyainu2.blogspot.com/

Pengajianku

SABTU, FEBRUARI 08, 2014

https://mantankyainu.blogspot.com/2014/02/kesesatan-syair-tanpa-waton-ke-2.html

***

Uraian selanjutnya disebutkan:

Kesesatan syair tanpa waton ke 3

Klik disini:http://www.4shared.com/mp3/qEdPjPly/90_Syair_waton_3__master_.html

https://mantankyainu2.blogspot.com/2013/

==============

*) Syiir Tanpo Waton atau yang biasa disebut dengan Sholawat Gus Dur itu sejatinya karya KH Moh Nozam As-Sofa (Gus Nizam) pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shofa wal Wafa, Wonoayu, Kabupaten Sidorajo.   Gus Nizam merupakan cucu KH Sahlan, seorang ulama besar dari Krian dengan amalan-amalan wirid tarekat. Memang ketika mendendangkan syiir gubahannya, suara Gus Nizam sangat mirip dengan suara Gus Dur, sehingga banyak yang mengira syiirnya adalah karya Gus Dur./ www.inews.id, Kastolani · Selasa, 02 Maret 2021 – 20:33:00 WIB

================

Syi’ir Tanpo Waton Meriahkan Natal di Malang


Suasana perayaan natal di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo, Langsep, Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)

Daviq Umar Al Faruq • 26 Desember 2019 08:04

Malang: Perayaan natal di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo, Langsep, Kota Malang, Jawa Timur, hari ini, Rabu, 25 Desember 2019, cukup berbeda. Kemeriahan natal kali ini diisi dengan lantunan syi’ir tanpo waton saat ibadah berlangsung.

Syi’ir atau dalam bahasa Indonesia disebut syair dikumandangkan oleh delapan anggota komunitas Gusdurian. Di akhir misa, turut ditampilkan tarian sufi.
 https://www.medcom.id/nasional/daerah/4KZ68nWK-syi-ir-tanpo-waton-meriahkan-natal-di-malang

/diringkas


(nahimunkar.org)


(Dibaca 239 kali, 1 untuk hari ini)