Rambu ranjau paku di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat./ Republika/Agung Supriyanto

JAKARTA – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Dwi Sigit Nurmantyas, menyatakan, Polda Metro Jaya tetap rutin membersihkan ranjau paku di titik-titik rawan. Namun, kawasan rawan ranjau paku di wilayah Jakarta dan sekitarnya kian bertambah.

Operasi ranjau paku itu dilakukan dengan menurunkan mobil golf yang didesain untuk membersihkan paku dari jalanan. “Sampai saat ini, Polda masih mengandalkan dua kendaraan penyapu ranjau paku ini,” tegasnya.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada puluhan titik kerawanan ranjau paku di wilayah Jakarta.

Masing- masing di Jakarta Pusat, meliputi sepanjang Jl Letjen Suprapto (underpass) Senen, Jl Hayam Wuruk, Kawasan Pasar Baru serta depan gedung DPR/MP R RI.

Di wilayah Jakarta Barat meliputi kawasan Slipi ke arah Grogol, Jl Layang Pesing- Cengkareng dan Jl Raya Panjang- Cengkareng. Wilayah Jakarta Timur meliputi Cawang- Kalimalang, Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Raya Bogor mengarah- Cimanggis, Terowongan Cawang- Cililitan dan kawasan Jatinegara.

Di Jakarta Selatan meliputi Jl Buncit Raya (Republika- Ragunan), Jl Buncit Raya- Kuningan, Jl Fatmawati- Pondok Labu, Jalan layang Simprug- underpass Kebayoran Lama, Jembatan Semanggi- Blok M, Semanggi- Bundaran HI, Jl MT Haryono serta Pancoran- Cawang.

Sedangkan di kawasan Jakarta Utara meliputi jalan Cakung- Cilincing, Jl Yos Sudarso- Tanjung Priok, Jl Yos Sudarso (depan Polres Jakarta Utara) – ke Plumpang.

Redaktur: Siwi Tri Puji B

Reporter: S Bowo Pribadi

Kamis, 03 November 2011 14:25 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,

***

Ini Dia Tips Antisipasi Tindak Kejahatan Ranjau Paku

JAKARTA – Tindak kejahatan dengan modus menebar ranjau paku masih terus terjadi di jalanan di Jakarta. Berikut tips dari Humas Polda Metro Jaya untuk mengantisipasi aksi kejahatan dengan modus tebar ranjau paku ini:

Bila terasa ada yang tak beres dengan ban, jangan memeriksa ban atau berhenti di tempat sepi. Lebih baik paksakan tetap jalan sambil mencari tempat yang lebih aman, misalnya SPBU, restoran atau hotel. “Memang ada risiko velg dan ban rusak, tapi risiko ini jauh lebih murah apalagi bila di dalam mobil kita ada barang-barang berharga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar, Jumat (21/10).

Setelah menemukan tempat, memarkir mobil di kawasan yang lebih ramai (aman), dan memastikan ban memang kempes, jangan coba ganti ban sendiri. Lebih baik minta bantuan tukang tambal ban agar kita bisa tetap waspada mengawasi barang-barang berharga yang ada di dalam mobil.

Khusus untuk pengendara pada malam hari yang sepi, disarankan agar tetap konsentrasi dan melaju dengan cepat. Kecepatan rendah, apalagi bila kita sendirian dan seperti sedang bingung, mengundang penjahat memasang jeratnya.

Selama berkendara, perhatikan terus kondisi sekitar. Waspadalah bila ada pengendara yang mencurigakan. Bisa jadi, Anda sedang dibuntuti dan disergap saat berhenti di tempat sepi.

Simpan barang-barang berharga Anda dalam mobil dengan baik agar tidak mudah terlihat dari luar. “Karena hal ini akan semakin terlihat, semakin mengundang aksi penjahat,” terang Baharudin.

Redaktur: Johar Arif

Reporter: S Bowo Pribadi

Jumat, 21 Oktober 2011 14:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.646 kali, 1 untuk hari ini)