Bukan hanya Ummat Islam di Jakarta yang resah dengan kondisi yang dihadapi dalam pemilukada DKI Jakarta Putaran II, bila Jokowi sampai menang. Namun Ummat Islam Solo Jawa Tengah juga resah. Dan resahnya itu bukan karena cinta atau nggondeli Jokowi, tetapi berkaitan dengan aqidah Islam yang sangat perlu dijaga.

Kenapa, dan apa kaitannya dengan Jokowi?

Inilah beritanya.

***

Umat Islam Resah Terhadap Jokowi

JAKARTA – Menurut Sekjen Front Pembela Islam (FPI), KH. Ahmad Shabri Lubis, Lc ternyata umat Islam di Solo merasa resah jika Jokowi nantinya memenangkan Pilgub DKI Jakarta.

Keresahan tersebut timbul lantaran wakil Walikota Solo FX Rudyatmo yang beragama Kristen, otomatis akan memegang tampuk kekuasaan menjadi Walikota Solo jika Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Hal yang sama juga dirasakan umat Islam di Jakarta, jika suatu saat Jokowi dan wakilnya Ahok yang notabene non muslim menjadi pemimpin DKI Jakarta.

“Keresahan umat Islam di Solo kalau sampai Jokowi menang di Jakarta, menjadi Gubernur Jakarta otomatis wakilnya yang akan naik. Itu juga keresahan masyarakat muslim di Jakarta kalau nanti Jokowi jadi Gubernur lalu wakil Gubernurnya non Islam, kalau nanti Jokowi diangkat jadi menteri kan otomatis nanti yang naik jadi Gubernur adalah wakilnya,” ungkapnya kepada voa-islam.com, Selasa (7/8/2012)

Oleh sebab itu, maka para ulama memiliki tanggung jawab besar memberikan pencerahan ke tengah umat untuk menjaga aqidah mereka, terutama soal memilih pemimpin.

“Apakah ulama yang tahu ilmu Allah dan tahu hukum syariat itu mau dipimpin oleh orang-orang non Islam misalnya? Itu jadi permasalahan di Jakarta. Tapi ini fakta yang mendorong umat Islam supaya lebih kuat imannya, jangan kalau sudahkepepet begini baru dakwah, kemarin-kemarian dakwahnya ke mana saja? Jadi para ulama ini harusnya selalu aktif menjaga aqidah, menjaga syariat, termasuk hal-hal kepemimpinan itu,” imbaunya.

KH. Shabri Lubis yang dikenal tanpa tedeng aling-aling dalam menyuarakan amar ma’ruf nahi munkar itu mengaku tak pernah takut jika dirinya dituduh menyinggung SARA, sebab baginya kebenaran yang diperintahkan sesuai syariat Islam harus terus disampaikan.

“Saya hanya menyampaikan kebenaran sesuai syariat, itu saja! Mau nanti dihukum, dipersalahkan itu urusan lain, yang penting itu suarakan kebenaran dulu. Kalau memang benar, sampaikan!” pungkasnya. [Ahmed Widad] (voa-islam.com) Selasa, 07 Aug 2012

***

Do’a Ummat Islam dan upayanya

Masalah pentingnya menjaga aqidah Islam bukan hanya berkaitan dengan upaya Ummat Islam, namun pasti  penjagaan itu di tangan Allah Ta’ala. Bila Ummat Islam sungguh-sungguh berdo’a dan berupaya maka insya Allah terkabul, lebih-lebih di bulan Ramadhan.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.119 kali, 1 untuk hari ini)