Tak banyak yang mengenal sosok yang sedang bersama Raja Salman ini. Padahal jasa beliau untuk dunia islam dan kaum muslimin tak terhitung banyaknya.

Nama beliau adalah Syaikh Muhammad Nasher Al-Abudi, salah satu diantara ulama yang menjadi inisiator berdirinya Universitas Islam Madinah. Setelah UIM berdiri, beliau diangkat menjadi aminul am atau sekjen UIM.

Meski latar belakang pendidikannya Syariah, beliau juga seorang sastrawan dan rahhal atau pengelana. Dan karena telah mengunjugi hampir seluruh belahan bumi bahkan kutub utara, beliau mendapat gelar Ibnu Bathuthah abad ini.

Catatan perjalan beliau dalam mengelilingi dunia ditungkan dalam 200 volume buku. 150 diantaranya telah dicetak. Beliau juga memiliki karya dibidang bahasa, sejarah dan antropologi.

Pada awalnya beliau seorang akademisi yang aktif di Rabithah Al-Alam Al-Islami. Namun mandat untuk mencari pemuda-pemuda muslim dari berbagai negara agar melanjutkan studi di Universitas Islam Madinah menjadikannya seorang rahhal.

Rupanya disetiap negara yang dikunjunginya Muhammad Nashir menulis catatan penting yang berkaitan dengan sejarah, kisah dan sosio kultur masyarakat yang dikunjunginya.

Kami pernah dua kali bertemu dengan beliau, yaitu pada saat kuliah umum di UIM dan saat mengunjungi Rabithal Al-Alam Al-Islami beberapa tahun yang lalu.

Yang menarik dari beliau adalah kekuatan hafalannya. Beliau mampu mengingat nama-nama orang yang pernah ditemuinya berpuluh tahun yang lalu, berikut tempat, pelaku dan peristiwa. Semua itu diingatnya dengan baik tanpa kesulitan sama sejali. Bahkan untuk nama2 yang paling sulit sekalipun.

Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan melimpahkan kesehatan atasnya. Aamiin.

Sumber: act_elgharantaly/Via FB Abu Khansa

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.578 kali, 1 untuk hari ini)