RJ Penghina Presiden Jokowi. Video Viral Pria Keturunan etnis Tionghoa (Cina) yang ancam tembak, pasung dan bakar rumah Presiden Jokowi. (Foto Dokumen Berita360.com)

Berita360.com – Sungguh sangat berbeda sekli perlakuan pihak kepolisian terhadap SJ, pemuda warga Indonesia keturunan Cina, yang menyebut Jokowi adalah kacungnya dan akan menembak kepala Presiden Indonesia, dibandingkan dengan seorang pelajar SMK yang tertangkap karena menginjak foto Jokowi.

MFB Siswa SMK yang ditangkap oleh pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara, ditangkap karena mengunggah sebuah foto sedang menginjak foto Presiden Joko Widodo, ke dalam akun facebooknya. Dan saat ini MFB sedang menjalani masa tahanan selama 1,5 tahun karena dianggap melanggar UU ITE.

Sementara SJ yang sedang menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, hanya disebut sebagai kenakalan remaja, dan semua ucapannya dalam video yang viral tersebut, oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, menyebutnya hanya sekedar untuk lucu lucuan, dan tidak bermaksud untuk menghina.

“Jadi jangan kaget jika banyak masyarakat menilai polisi tidak berlaku adil, hanya karena bocah yang melakukan itu adalah keturunan Cina dan orangtuanya tajir lalu bisa melakukan apapun dan tidak akan ditahan, apalagi dipenjara, walaupun sudah menghina bahkan mengancam presiden,” ujar Darwis tokoh pemuda maluku utara.

Darwis meminta kepada pihak kepolisian untuk berlaku adil, agar tidak membuat masyarakat semakin merasa apatis kepada pihak kepolisian hanya karena kasus ini yang dianggap sekedar lucu lucuan.

“Lucunya negeri ini, ya disini, yang satu ditangkap karena dianggap menghina, yang mengancam, dianggap hanya lucu-lucuan,” ujarnya sambil menambahkan sebelum mengakhiri pembicaraan. Kejadian yang menimpa Hitler Nababan dihajar oleh warga, karena merasa pesimis jika diserahkan ke pihak kepolisian.

Penulis: Jall Zall Pamone, Pemimpin Redaksi Jemari.net
Editor : Hw/Berita360.com. on: May 24, 2018 berita360.com

***

Ngeri, Jokowi Disebut Kacung & Bakal Ditembak di Kepala

Video Viral Pria Keturunan etnis Tionghoa (Cina) yang ancam tembak, pasung dan bakar rumah Presiden Jokowi. (Foto Dokumen Berita360.com)

Berita360.com – Publik heboh dengan munculnya video pemuda keturunan etnis Tionghoa atau Cina sembari menunjuk Foto Presiden Joko Widodo menyebut-menyebut Presiden bakal ditembak, disebut sebagai Kacung bakal dipasung, disebut gila dan bakal dibakar rumah jokowi.

Pemuda keturunan yang menyebut dirinya sebagai Horison Jordani mengatakan dalam video tersebut sambil menunjuk Presiden Joko Widodo, sebagai berikut :

“Gw tembak Kepalanya, gw pasung nih. Nih kacung gw (tertawa) kacung gw, gw pasung kepalanya. Liat mukanya, Jokowi gila!! (sambil teriak)  gw bakar rumahnya. Presiden gw tantang lu cari gw 24 jam, lu gak temuin gw, gw yang menang, salam Horison Jordani,” kata Horison Jordani.

Netizen pun berang, pemuda keturunan ini seolah menantang Jokowi dan seolah menantang pasukan pengawal presiden dan juga pihak kepolisian untuk menangkap dirinya, namun netizen banyak yang merasa pesimis.

neh skr yg kena diolok olok cina kafir adlh pak JKW. sdh jelas videonya ada, ancaman verbalnya ada dan nyata,namanya pelaku juga jelas.kt lihat hasilnya bijimana,kalo ngilang kayak cina2 lainnya,ya berarti negara kita mmng sdh dikuasai cina,khususnya aparat hukum.Mudah2an tidak.” tulis akun @yohandewa seperti dikutip dari jemari.net.

Berikut komentar-komentar  netizen:

kalo yg bicara orang pribumi, apalagi berjenggot pasti buru² nih dikejar , mungkin label radikal/intoleran/teroris bisa nempel kali.” @diego_kill

Paling dibilang gila.” @hendrikusuma09

Banser mana? Banser mana?” @_BaniSerbet

Sipit ya, coba ditangkap kagak.” @Marc0s85358726

Berikut video yang diunggah oleh akun atas nama @PartaiSocmed9 yang kemudian diberikan postingan, oleh Partai Socmed9 yang bermaksud apakah aparat keamana akan menangkap pria dalam video yang berdurasi 20 detik ini.

Video dapat dilihat di:

http://berita360.com/wp-content/uploads/2018/05/video-pemuda-keturunan-cina-hina-jokowi.mp4?_=1

sumber: berita360.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 185 kali, 1 untuk hari ini)