• Masjid di Cirebon Ini Dulu Diresmikan Buya HAMKA Tahunn 1976
  • Masjid itu akan dijadikan tempat usaha, sangat menyakiti umat Islam

 

Mesjid Teja SuarTRIBUN JABAR/IDA ROMLAH

Suasana di Mesjid Teja Suar di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (21/11/2013). Mesjid yang diresmikan Buya Hamka pada 1976 itu dikabarkan akan dijual dan berubah fungsi menjadi tempat bisnis. Harga jual Mesjid Teja Suar yang beredar di kalangan umat Islam yaitu berkisar Rp 11-Rp 15 miliar. Letak mesjid yang berada di kawasan strategis dan pusat bisnis membuat harga jual mesjid tersebut tinggi. Apalagi tanah mesjid juga luas.

.

Hidayatullah.com–Kasus dijualnya Masjid Teja Suar Cirebon, Jawa Barat mendapat perhatian umat Islam di Cirebon.

Ketua Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (Almanar) Cirebon, Andi Mulya mengungkapkan kekecewaan atas terjadinya kasus ini.

“Ya, saya prihatin. Masjid itu memang milik pribadi, tetapi saya tidak setuju kalau harus dijual. Karena masjid itu sudah menjadi bagian umat Islam Cirebon. Masjid itu memiliki sejarah yang panjang bagi umat Islam Cirebon,” kata Andi kepadahidayatullah.com melalui sambungan telepon, Jum’at (22/11/2013) siang.

Masjid Teja Suar yang terletak di Jalan Tuparev Kota Cirebon tersebut merupakan milik H Saelan.

Masjid yang didirikan pada 1976 itu diresmikan oleh Buya Hamka. Bahkan, Buya Hamka melaksanakan shalat Jumat untuk pertama kalinya di masjid tersebut.

Tidak hanya itu, dulunya Masjid Teja Suar juga tempat berkumpulnya para aktifis di masa Orde Baru.

Menurut Andi, kabar akan dijualnya Masjid Teja Suar sudah terdengar sejak lama, namun tidak direspon oleh tokoh-tokoh Islam.

“Sebelum masjid itu dijual, saya sempat mendiskusikan hal ini kepada tokoh-tokoh dan umat Islam Cirebon, tetapi tidak direspon. Setelah masjid ini benar-benar dijual, semua panik,” jelas Andi.

Kendati demikian, Andi bersama umat Islam Cirebon tengah berupaya agar masjid itu kembali sesuai dengan fungsinya. Masjid itu rencananya oleh sang pembeli akan dijadikan tempat usaha.*

Rep: Ibnu Syafaat

Editor: Cholis Akbar, Jumat, 22 November 2013 – 12:47 WIB

***

Masjid Teja Suar Cirebon Dijual, Umat Islam Siap Lapor ke Menteri Agama

Sabtu, 23 November 2013 – 03:34 WIB

— Mengalih fungsikan masjid menjadi tempat usaha sangat menyakiti umat Islam

Hidayatullah.com–Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat, Eman Suryaman akan melaporkan kasus penjualan Masjid Teja Suar Cirebon, Jawa Barat kepada Menteri Agama Suryadharma Ali.

Dengan laporan ini, Eman berharap pemerintah pusat dapat mengambil alih masjid itu kembali untuk umat.

“Masjid itu bersifat sakral. Kalau berubah fungsi, kami pasti sakit hati,” tegas Eman kepada wartawan, Kamis (21/11/2013).

Eman juga berharap, pemerintah daerah Cirebon, hendaknya tidak memberikan izin pembongkaran masjid maupun izin pendirian bangunan baru di areal masjid tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar mempersilahkan umat Islam Cirebon melaporkan kasus penjualan Masjid Teja Suar kepada Kemenag.

“Sebaiknya tolong disampaikan laporan kronologisnya ke Kakanwil Kemenag, lalu dilaporkan ke Pak Menteri,” demikian pesan singkat yang disampaikan Nasaruddin kepada hidayatullah.com, Jumat (22/11/2013) siang.*

Rep: Ibnu Syafaat

Editor: Cholis Akbar

***

Umat Islam Kerberatan

Sementara itu tribunnews memberitakan, kabar Mesjid Teja Suar di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon telah dijual dan akan dialihfungsikan menjadi tempat bisnis mendapat reaksi dari umat Islam. Mereka keberatan jika mesjid dijual apalagi beralih fungsi.

Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, Ahmad Dahlan mengatakan, sebenarnya Muhammadiyah keberatan jika mesjid tersebut akan dialihfungsikan. Menurutnya, sebaiknya tetap menjadi mesjid.

Apalagi mesjid tersebut sangat bersejarah bagi warga Muhammadiyah di Cirebon. Sebab, mereka kerap berkegiatan di mesjid tersebut. Selain itu, Mesjid Teja Suar diresmikan Buya Hamka pada 1976.

Peringatan dari Rasululah shallalahu ‘alaihi wa salalam.

Beliau menganggap bahwa orang yang rakus dengan dunia dan tamak kepada harta lebih berbahaya dari serigala lapar, beliau bersabda:

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Tidaklah dua serigala lapar yang dilepaskan kepada seekor kambing lebih berbahaya untuk agama seseorang dari orang yang rakus terhadap harta dan kedudukan“. (HR. At-Tirmidzi dan lainnya).

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Ini adalah permisalan yang agung yang diumpamakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi kerusakan agama seorang muslim akibat rakus terhadap harta dan kedudukan dunia dan bahwa kerusakannya tidak lebih berat dari rusaknya kambing yang dimangsa oleh dua ekor serigala lapar..”. ( Syarah Hadis Maa Dzi’baani, hal 21). (Lihat tulisan Terbukanya Pintu Kesenangan Dunia Ustadz Badrusalam, Lc.dalam Artikel www.cintasunnah.com)

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 3.540 kali, 1 untuk hari ini)