Sang Mujahid’

JAKARTA (fokusislam) – Kabar duka datang dari Baganbatu Kepulauan Riau, seorang da’i di jalan Allah, Ustadz Abu Saad Muhammad Nurhuda meninggal dunia mendadak pada Senin (15/8/2016).

“Telah meninggal dunia Ustadz Abu Saad Muh. Nurhuda –rahimahullah-, berat rasanya menyampaikan ini, namun tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya mendoakan,” tulis sebuah BC yang beredar viral di media sosial.

Relawan Peduli Muslim dan Radio Rodja ini menghembuskan nafas terakhir usai menyampaikan ceramah dalam rangka safari dakwah di Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.

Panitia safari dakwah, Khoiruddin, mengatakan bahwa Ustadz Abu Saad alumni Universitas Darul Ulum Pakistan ini wafat usai mengisi pengajian subuh.

“Setelah shubuh beliau mengisi pengajian, kemudian diajak ke rumah salah seorang ikhwan, disana beliau terpeleset dari tangga, dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia,” ujar Khoiruddin kepada redaksi Fokus Islam via sambungan selluler, Senin (15/8/2016)

Rencananya, kata Khoiruddin, Ustadz Abu Saad akan mengisi pengajian di Rantauprapat Sumatera Utara pada Selasa paginya.

“Sudah kami jadwalkan beliau ngisi di Masjid Darussunnah Rantauprapat, acara setelah sholat maghrib,” ujarnya.

Materi yang disepakati pada pengajian tersebut adalah tentang harta dan kematian, anjuran agar umat Islam tak ragu menginfakkan hartanya di jalan Allah.

“Judulnya ‘Bawa Mati Hartamu’, hal itu dimaksudkan agar para jamaah tak ragu untuk menginfakkan hartanya, karena harta yang diinfakkan yang akan bisa jadi bekal saat kematian,” terangnya.

Pamflet pengajian bersama Ustadz Abu Saad di Rantauprapat

Pamflet pengajian bersama Ustadz Abu Saad di Rantauprapat

Perwakilan dari keluarga Ustadz Abu Saad, Hanif Muslim, dalam pesan yang diterima redaksi, jenazah Ustadz Abu Saad akan diterbangkan ke kampung halaman di Kampung Sawo, dekat Pondok Pesantren Jamilurrahman Yogyakarta.

“Karena factor birokrasi dan akomodasi maka jenazah kemungkinan sampai Jogja sekitar Selasa jam 13.00, Setelah itu, jenazah akan disholatkan di Masjid Jamilurrahman bada Ashar untuk kemudian di makamkan di pemakaman muslim,” terang Hanif.

Seperti diketahui, Ustadz Abu Saad dikenal sebagai da’i pemberani, yang kehidupannya ia lakukan untuk dakwah. Beliau juga dikenal sebagai relawan kemanusiaan yang terbiasa menyalurkan bantuan ke Suriah, Yaman dan Palestina.

Semoga Allah merahmati, mengampuni kesalahannya dan memasukannya kedalam surga. (ibn)

Sumber: fokusislam.com/Senin, 15 Agu 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 943 kali, 1 untuk hari ini)