Innaa LilLaahi… Dibacok Saat Mengimami Shalat Magrib Berjamaaah, Imam Masjid di OKI Sumsel Akhirnya Meninggal Dunia

  • Sederet Fakta Meninggalnya Ustadz Muhammad Arif (61) Imam Masjid yang Dibacok Saat Mengimami Shalat Magrib di OKI Kayuagung Sumatera Selatan

     

 


Muhammad Arif (61) Imam Masjid Nurul Iman Tanjung Rancing OKI Sumsel dibacok marbot masjid meninggal dunia, Senin (14/9/2020) 

 

Seorang imam masjid di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang dibacok saat mengimami jamaah Shalat Magrib, Muhammad Arif (61) meninggal dunia.

 

Arif menjadi korban penikaman oleh seorang pemuda berinisial M saat menjadi imam Shalat mghrib pada hari Jumat (11/9/2020).

 

“Iya, Innalillahi. Beliau sudah meninggal tadi pagi, benar itu,” kata Lurah Tanjung Rancing, Mat Hasan dilansir dari Suara.com pada Senin (14/9/2020).

 

Ia mengatakan, Arif menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (14/9/2020) sekira pukul 04.30 WIB.

Atas perbuatannya, M — Mahmudin (50)– kini dijerat pasal 351 KUHP mengenai tindakan penganiayaan.[]

@geloranews

14 September 2020

 

***

Sederet Fakta Meninggalnya Imam Masjid Dibacok Saat Shalat Magrib di OKI Kayuagung

 

KAYUAGUNG — Duka mendalam dirasakan keluarga dan masyarakat atas meninggalnya M Arif (59), Imam Masjid Nurul Imam yang tewas akibat dibacok marbot masjid, Senin (14/9/2020).

M Arif merupakan Imam sekaligus Ketua Masjid Nurul Iman di Kelurahaan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Pensiunan PNS ini juga mengabdikan diri sebagai guru ngaji di sekitar tempat ia tinggal.

Sehingga masyarkat begitu kehilangan sosok M Arif.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggal nya Pak Arif, bagi saya beliau adalah sosok yang baik dan taat menjalankan ibadah,” terang Herman tetangga korban.

Dijelaskannya Herman, keseharian almarhum selain pensiunan kepala sekolah juga sering mengajar anak – anak sekitar untuk mengaji.

“Sudah sekitar sepuluh tahun belakangan beliau mengabdikan hidupnya sebagai guru ngaji bagi anak sekitar, dan juga sudah 2 periode terpilih jadi ketua masjid Nurul Iman Kelurahan Tanjung Rancing,”

Menurut dia, korban ini sangat baik dan ramah.

Setiap ada pengajian maupun hajatan, M Arif selalu mengisi acara untuk membacakan Al-Quran.

 

Masih kata Herman, berkat kebaikan korban tersebut masyarakat sekitar tidak menyangka jika akan menghembuskan nafas terakhir dengan cara tidak wajar.

“Buktinya sejak hari pertama dirawat sanak keluarga maupun keluarga ramai yang datang untuk memberikan semangat terhadap keluarga yang ditinggalkan,”

“Kami cukup kaget ketika menyaksikan korban dibacok tetangganya sendiri yang tidak lain sesama pengurus masjid.

Padahal mereka berdua itu sejak lama sangat dekat,” tutupnya.

Herman tetangga Imam Masjid Nurul Iman Tanjung Rancing Kayuagung OKI (SRIPOKU.COM / Nando)

Sempat Dirawat di RSMH Palembang

Imam Masjid Nurul Iman, M. Arif meninggal dunia, pasca dibacok barbot saat memimpin Shalat Magrib.

Peristiwa itu terjadi di Kelurahaan Tanjung Rancing Kayuagung Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, Jumat (11/9/2020).

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan.

M Arif sempat dirawat di RSMH Palembang, namun meninggal dunia pada Senin (14/9/2020).

M. Arif merupakan Ketua sekaligus Imam Masjid Nurul ImanKelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung.

“Sebelumnya beliau telah menjalani operasi di bagian kepala tepatnya di belakang telinga. Pada saat itu darah yang mengalir cukup banyak,”

“Pak Arif dirawat sejak malam Sabtu kemarin, dan sekitar pukul 4.30 dinihari menghembuskan napas terakhirnya,” jelasnya H. Abunawas wakil ketua imam masjid Nurul Iman, Senin (14/9/2020) pagi.

Dikatakan lebih lanjut, jenazah rencananya akan segera dibawa pulang dan di kebumikan di Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI.

“Jenazah sedang di sholatkan, dan saat ini masih menunggu surat dari desa yang sebentar lagi akan dikirimkan.

Setelah itu selesai baru jenazah di berangkatkan ke Desa Tanjung Lubuk,” kata dia.

Ahmad Kurni adik ipar dari korban pembacokan M. Arif ketika ditemui dirumah duka, Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, Senin (14/9/2020). (SRIPOKU.COM / Nando)

Pelaku Marbot Masjid dan Sopir Korban

Mahmudin (50) pelaku pembacokan terhadap imam masjid Nurul Imam, M. Arif (59) ternyata sopir pribadi korban.

Namun Mahmudin diangkat sebagai marbot di Masjid Nurul Imam, dimana korban menjadi ketua masjidnya.

Peristiwa pembacokan yang terjadi, Jumat (11/9/2020) lalu di Masjid Nurul ImanKelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Ahmad Kurni adik ipar dari korban, menyampaikan bahwa kedekatan pelaku dan korban selama ini.

“Sebenarnya mereka berdua sangat akrab bisa dikatakan sudah semakan seminum, dimana pelaku juga selama 4 tahun belakangan menjadi sopir pribadi korban,”

“Bahkan setelah korban terpilih menjadi ketua masjid, pelaku juga diajak untuk bekerja sebagai marbot sebagai penurus kotak amal masjid,” jelasnya selain itu rumah keduanya juga hanya berjarak sekitar 50 meter.

Selama ini tidak terdengar perselisihan antara kedua.
Namun yang menjadi masalah hanya persoalan jumlah isi kotak amal yang sering berkurang.

“Setau saya ada beberapa pengurus masjid lainnya, menjelaskan bahwa pendapatan kotak amal masjid selalu berkurang,”

“Setelah itu korban menyampaikan keluhan itu dan mengambil kesimpulan untuk menyerahkan kunci kotak amal ke bendahara. Namun kemungkinan korban tersinggung atas hal tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut, ketika akan berlangsung sholat magrib.

Gerak – gerik pelaku sudah dicurigai jemaah lain dengan selalu mundar mandir masuk masjid.

“Iya sebelum sholat magrib, pelaku sudah duluan datang ke masjid, akan tetapi ketika korban masuk masjid dan bertindak sebagai imam.
Pelaku justru keluar dari masjid mengambil parang yang telah disiapkan di luar masjid,”

“Saat rakaat pertama, pelaku langsung melayangkan parang sebanyak 4 kali hingga melukai bagian telinga sebelah kanan, dan di paha sebelah kanan dengan begitu korban tersungkur dipenuhi darah,” katanya.

Melihat keadaan yang demikian, pelaku langsung pergi meninggalkan masjid dan tidak berselang lama kepolisian berhasil mengamankannya.

“Melihat Korban sudah bersimbah darah pelaku langsung sembunyi di rumahnya, setelah petugas datang pelaku langsung diamankan,” terangnya, polisi segera menggiring pelaku agar tidak terjadi amuk massa.

Sebelumnya, Imam Masjid Nurul Imam, M. Arif (59), menjadi korban pembacokan.

 

SRIPOKU.COM / Nando

Senin, 14 September 2020 15:26

 

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 2.638 kali, 1 untuk hari ini)