.

 

Seorang lelaki (kafir-Nasrani) yang berjulukan Mad Dog memotong bagian badan yang terbakar untuk makan, yaitu mayat dua lelaki Islam digantung dibakar di satu jalan di Bangui, Republik Afrika Tengah. Foto AP/ dailymail.co.uk/ PUBLISHED: 13:33 GMT, 20 January 2014 | UPDATED: 17:04 GMT, 20 January 2014

BANGUI — Konflik sektarian antara warga dari dua kelompok di Republik Afrika Tengah begitu mengerikan. Terdokumentasikan dalam sejumlah foto, praktik kanibalisme yang dilakukan seorang warga  terhadap seorang korban Muslim.

Seperti dilansir situs berita Inggris dailymail, Senin  (20/1), foto-foto tersebut memperlihatkan seorang lelaki berjuluk ‘Mad Dog’ dari kelompok tertentu tertangkap kamera tengah menjalankan aksi sadisnya memakan daging seorang korban.

Satu foto menunjukan Mad Dog dalam posisi meraih kaki si korban dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menghunus pisau siap mengiris. Dalam posisi tersebut, terlihat korban tergeletak tak berdaya dengan darah bersimbah dan api membakar bagian atas tubuhnya.

Foto lain menunjukkan pria bernama asli Ouandja Maglorie itu tengah mengunyah daging si korban, dengan latar belakang rekan-rekannya yang menonton dengan antusias.

Menurut keterangan The Associated Press (AP), pria  korban kanibalisme tersebut dibunuh oleh warga Desa Sango sebagai bentuk pembalasan dendam atas warga mereka, seorang sopir taksi yang tewas terbunuh sehari sebelumnya.

AP mewartakan, Mad Dog sebenarnya tidak terlibat dalam pembunuhan si korban. Dia melakukan aksi kanibalismenya setelah korban dibunuh dan dibakar massa.

Seorang saksi mata, Jean-Sylvestre, seperti dikutip AFP menceritakan bagaimana Mad Dog melakukan aksinya. “Saya melihatnya membawa potongan tangan dan pergi mencari roti. Kemudian dia mengunyah daging tangan itu bergantian dengan roti,” papar Sylvestre.

Kepada BBC, Mad Dog mengaku, aksinya itu adalah pembalasan dendam atas pembunuhan terhadap istrinya yang tengah hamil, serta terhadap adik ipar perempuannya.

Konflik sektarian di Afrika Tengah dipicu oleh aksi kudeta yang dilakukan militan Seleka yang anggotanya sebagian besar adalah Muslim. Warga dari kelompok lain kemudian membuat milisi-milisi perlawanan dan menyerang masyarakat Muslim yang dituduh terlibat dengan kudeta.

Di Republik Afrika Tengah, Muslim sejatinya merupakan minoritas, yang berjumlah sekitar 15 persen. Sementara itu, warga Kristen merupakan mayoritas dengan jumlah 50 persen, sementara sisanya adalah penganut animisme dan dinamisme. Rpblkacoid, Selasa, 21 Januari 2014, 14:47 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.420 kali, 1 untuk hari ini)