Innaa Lillaahi… ‘Gadis 12 Tahun’ Diperkosa, Idap Kanker Stadium 4 Lalu Meninggal


Foto dok/ist net

Inilah beritanya.

***

Bocah TR Korban Pedofil Meninggal, Tagar #Innalillahi Jadi Trending

TR meninggal dalam perawatan intensif kanker stadium 4

Bocah TR Korban Pedofil Meninggal, Tagar #Innalillahi Jadi TrendingTR.

Jakarta, TR (12) korban pedofilia yang menderita Kanker rectum stadium 4 asal Kota Padang, Sumatera Barat meninggal pada Senin (30/12) pukul 14.30 WIB.

 

 

Banyak warganet Twitter yang menyampaikan ucapan bela sungkawa pada TR. Kepergian TR menjadi sorotan jagat maya karena derita yang dialaminya setelah mendapat pelecehan seksual oleh pelaku berinisial AM.

 

Salah satunya adalah akun @NdonBack3 yang mendoakan agar almarhum diberikan ketenangan, sontak ucapannya juga turut diiringi warganet lainnya.

 

1. Warganet tuntut hukuman bagi pelaku pedofilia

 

тєнивσтσℓ

@NdonBack3

Innalillah wa innalillahi rajiun

 

selamat jalan adinda Tiara

Semoga Husnul Khatimah

 

Aamiin https://twitter.com/NdonBack3/status/1211198872086691840 …

 

тєнивσтσℓ

@NdonBack3

Kondisi TR dinyatakan paliatif dan TR pulang ke padang . . .

Berbagai daya upaya sudah di lakukan dan Team medis pun sudah memberikan yg terbaik. Namun hasil akhirnya membuat hati menangis pilu ? kanker sudah menyebar ke Otak, TR pun mengalami Gagal Ginjal ?Kondisi

 

View image on Twitter

3:02 PM – Dec 30, 2019

Doa warganet lainnya mengiringi kepergian TR. Beberapa di antaranya menyuarakan ketidakadilan HAM yang berjalan di negeri ini.

 

Seperti beberapa akun yang mengatakan bahwa kenyataan HAM di Indonesia masih membebaskan pedofilia berkeliaran.

 

“Innalillahi wa innailaihi roji’un. Liat kenyataan gini, masih mau dibiarin aja para pedo berkeliaran dengan alasan HAM? Mana suara orang-orang yg bela pedo? Hukum mati aja pedo2 itu. Mau tunggu berapa korban lagi?” cuit akun @RomzDd.

 

“Aamiin. Al Fatihah. Allah sayang kamu nak … Selesai sudah derita dan rasa sakitmu.. & siapapun pelaku, InsyaAllah di hukum setimpal.. Yang sabar untuk segenap keluarga besar dinda Tiara,” tulis akun @APA072316.

 

2. Doakan TR tenang dan dihilangkan rasa sakitnya

Bocah TR Korban Pedofil Meninggal, Tagar #Innalillahi Jadi TrendingIDN Times/Arief Rahmat

Selain itu banyak warganet yang mendoakan agar almarhumah TR mendapat ketenangan dalam kepergiannya.

 

Seperti akun @Dheepooh123 yang mengatakan bahwa kesakitan TR telah hilang.

 

“Allohummagfirlaha warhamha Wa’fu anha. Selamat jalan nduk sekarang tiada lg kesakitan buat mu Alloh lebih sayang diri mu tenang lah di sana sayang,” kata dia.

 

3. TR meninggal setelah kondisi kesehatannya terus menurun

Bocah TR Korban Pedofil Meninggal, Tagar #Innalillahi Jadi TrendingTR, bocah 12 tahun terdiagnosa Kanker Rectum Stadium 4 akibat diperkosa. TR saat singgah di rumah singgah respek peduli, Komplek Agung Barat 4, Sunter Agung, Kec Tanjung priuk Jakarta Utara (Dok. Istimewa)

TR mengembuskan napas terakhir setelah mengalami penurunan kondisi walaupun telah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Nasional Pusat Dr. Cito Mangunkusumo (RSCM).

 

“Kondisi TR saat itu sudah faliatif, kemungkinan sembuh tipis, sehingga dokter menyarankan TR dirawat di Rumah Sakit M Djamil. TR kami bawa ke Padang pada 26 Desember lalu,” kata pendamping TR dari Komunitas Respek Peduli, Fadli, saat dihubungi IDN Times.

 

TR menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya AM dan didiagnosis kanker rectum stadium 4, organ intim TR pun sudah dalam kondisi rusak. Pelaku merupakan tetangga dekat neneknya, saat ini telah ditangkap dan dalam proses hukum./ Lia Hutasoit – IDN Times – News Indonesia31 Desember 2019

 

 

***

Pemerintah Sepakat Hukum Mati bagi Pelaku Pemerkosaan

Posted on 25 Mei 2016

by Nahimunkar.com

 

TEMPO.COJakarta – Pemerintah bersepakat memberi pemberatan hukuman maksimal bagi pelaku pemerkosaan atau pencabulan. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi antarmenteri di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Selasa, 10 Mei 2016.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly yang hadir dalam rapat koordinasi itu mengatakan hukuman terhadap pelaku pemerkosaan akan ditingkatkan dari 15 tahun menjadi 20 tahun penjara, bahkan sampai hukuman seumur hidup. “Bahkan hukuman mati bila korban sampai meninggal dunia,” kata Yasonna di Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2016.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, selain pemberatan hukuman, identitas pelaku kejahatan seksual juga akan dipublikasikan kepada publik. “Sehingga publik tahu orang tersebut melakukan hal di luar kemanusiaan,” kata Puan./ https://m.tempo.co/Selas, 10 Mei 2016

***

Bolehkah Hukuman Kebiri bagi Pemerkosa?

Hukuman kebiri bertentangan dengan syariat dan juga sangat tidak manusiawi dan merupakan penyiksaan dan bukan tujuan dari syariat yaitu menjaga keturunan

Jawabannya adalah tidak boleh. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam melarang untuk melakukan kebiri. Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma menceritakan,

كُنَّا نَغْزُو مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لَنَا نِسَاءٌ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلاَ نَسْتَخْصِي؟ «فَنَهَانَا عَنْ ذَلِكَ»

 “Kami pernah berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam sedang ketika itu tidak ada wanita pada kami.” Maka kami bertanya : “Apa sebaiknya kita kebiri diri kita ?” MakaBeliau melarang kita untuk melakukannya”1.

Melakukan kebiri juga bertentangan dengan syariat agar memperbanyak keturunan, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

Nikahilah perempuan yang penyanyang dan subur, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat-umat (yang terdahulu)”2.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan,

و الحكمة في منع الخصاء أنه خلاف ما أراده الشارع من تكثير النسل ليستمر جهاد الكفار

Hikmah dari larangan kebiri adalah hal tersebut bertentangan dengan syariat yaitu memperbanyak keturunan yang akan melanjutkan berjihad melawan orang kafir”3.

Demikian juga dalam kitab ensiklopedia fikh Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah dijelaskan,

إن خصاء الآدمي حرام ، صغيراً كان ، أو كبيراً ؛ لورود النهي عنه على ما يأتي

Melakukan kebiri bagi manusia adalah haram, baik kecil maupun besar karena terdapat larangan hal tersebut”4.

Kebiri sebagai hukuman tidak manusiawi dan dilarang oleh agama

Hukuman kebiri bagi seseorang juga sangat tidak manusiawi dan merupakan penyiksaan dan bukan tujuan dari syariat yaitu menjaga keturunan dan membuat manusia bisa menyalurkan hasrat seksualnya secara halal.

Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan,

كما أن فيه من المفاسد : تعذيب النفس ، والتشويه ، مع إدخال الضرر الذي قد يفضي إلى الهلاك ، وفيه إبطال معنى الرجولية التي أوجدها الله فيه ، وتغيير خلق الله

Melakukan kebiri menimbulkan banyak mafsadat yaitu penyiksaan manusia dan merusak tubuh, bisa menimbulkan bahaya yang bisa mengantarkan menuju kebinasaan. Bisa meniadakan bentuk kejantanan yang telah Allah ciptakan dan merubah ciptaan Allah”5.

Lalu apa hukuman bagi pemerkosa?

Pemerkosa adalah termasuk perzinaan, sehingga hukuman bagi pemerkosa adalah hukumanhadd zina. Namun hukuman hadd zina hanya boleh dilakukan jika ada 4 orang saksi atau pengakuan dari pelaku. Jika salah satu dari 2 syarat tersebut tidak tercapai, maka bisa dikenakan hukuman ta’zir yaitu agar pemerkosa kapok dan menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan pemerkosaan.

Maka hukuman bagi pemerkosa dirinci:

Pertama: jika melakukan pemerkosaan tanpa ancaman menggunakan senjata, ada 4 orang saksi yang melihat secara langsung atau pelaku mengaku perbuatannya. Maka hukumannya adalah hukuman hadd zina, dengan rincian:

Ibnu Abdil Barr menjelaskan,

وقد اجمع العلماء على ان على المستكره المغتصب الحد ان شهدت البينة عليه بما يوجب الحد او اقر بذلك فان لم يكن فعليه العقوبة

“Para ulama telah bersepakat hukuman bagi pelaku pemerkosaan adalah hukuman hadd. apabila terdapat bukti yang mewajibkan baginya hadd atau ia mengakui perbuatannya. Jika tidak memenuhi hal tersebut (yaitu bukti atau pengakuannya), maka baginya hukuman (ta’zir)”6.

Kedua: jika melakukan pemerkosaan dengan ancaman menggunakan senjata. Maka ini dihukumi sebagai perampok yang berbuat kerusakan di muka bumi, hukumannya adalah salah satu dari empat dalam ayat sesuai dengan keputusan hakim.

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya, hukuman terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, adalah:

[1] mereka dibunuh

[2] atau disalib

[3] dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang

[4], atau dibuang (keluar daerah).

Yang demikian itu, (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar.” (QS. Al-Maidah: 33).

Maka hukumannya tergantung jenis pemerkosaan yang dilakukan, disertai pembunuhan atau tidak. Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan tentang ayat ini: “Huruf أَوْ (atau) di sini berfungsi untuk menunjukkan urutan. Yang hanya membunuh, hukumannya adalah dibunuh. Yang membunuh dan merampas harta hukumannya dibunuh lalu disalib. Yang hanya merampas harta dan tidak membunuh, hukumannya potong tangan. Dan yang hanya membuat teror (tidak membunuh dan merampas harta) hukumannya diasingkan dari negerinya.”

Syaikh Abdurrahman As Sa’di dalam Minhajus Salikin menjelaskan ayat ini: “Yang dimaksud ayat ini adalah orang-orang yang mengganggu masyarakat dengan perampokan, perampasan atau pembunuhan. Bila mereka membunuh dan merampas harta, hukumannya dibunuh dan disalib. Bila mereka hanya membunuh, dijatuhi hukuman mati. Bila mereka hanya merampas, hukumannya dipotong tangan kanan dan kaki kiri. Bila mereka hanya membuat teror, hukumannya diasingkan dari negerinya”.

Wallahu a’lam.

@laboratorium RS Manambai, Sumbawa besar – Sabalong Samalewa.

***

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen/Artikel Muslim.or.id/24 May 2016

  1. Bukhari dan Muslim
  2. Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar
  3. Fathul Bari9/119
  4. Al-Mausu’ah Al-fiqhiyyah 9/120-121
  5. Fathul Bari9/119
  6. Al-Istidzkaar7/146, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, Asy Syamilah

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 652 kali, 1 untuk hari ini)