Innaa LilLaahi… Syaikh Ali Hasan Al Halabi Wafat


إِنَّا
لِلَّهِ
وَإِنَّا
إِلَيْهِ
رَاجِعُونَ


Ilustrasi. 120 Ribu Orang Hadiri Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal Jakarta, Syaikh Ali Hasan Berpesan agar Kaum Muslimin Jauhi Bid’ah dan Perpecahan

Posted on 17 September 2012

by Nahimunkar.org

 

***

Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al-Yafi al-Halabi al-Atsari (lahir di ZarqaYordania18 Desember 1960 – meninggal di AmmanYordania15 November 2020 pada umur 59 tahun[1]) adalah ulama dari Yordania. Ia adalah Syekh Salafi, pengikut Atsar dan penulis banyak buku-buku Islam dan penahkikAl-Yafi nisbat pada tempat asal dia (Jaffa, di barat daya Palestina). Al-Halabi nisbat dia kepada AleppoSuriahAl-Urduni nisbat pada tempat keluarganya berhijrah, Yordania. Dan al-Atsari menunjukkan manhaj dia sebagai pengikut Atsar.

Dia dilahirkan di kota Zarqa, Yordania pada 29 Jumadil Tsani 1380 H. (1960 M)/ https://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Hasan_Abdul_Hamid_al-Halabi

 

تفاصيل
حول
وفاة
الشيخ
علي
الحلبي
في
الأردن .. من
هو
؟

نشر 15 نوفمبر 2020 | 14:40


عمانوكالة
خبر

أفادت
مصادر
اعلامية،
صباح
اليوم
الأحد، 15 نوفمبر 2020،
بوفاة
الشيخ
علي
حسن
الحلبي
بأحد
مستشفيات
العاصمة
الأردنية
عمان؛
متأثرا
بإصابته
بفيروس
كورونا.

وكان
الشيخ
قد
أصيب
قبل
أيام
بفيروس
كورونا
لينقل
بعدها
إلى
المستشفى
لتلقي
العلاج الضروري،
وقد
أخبر
أحد
تلاميذه
صباح
اليوم
أن
الشيخ
فارق
الحياة،
وكتب:

إنا
لله
وإنا
إليه
راجعون.. انتقل
إلى
رحمة
الله
تعالى.. شيخنا
علي
الحلبي
فالحمد
لله
أولاً
وآخرًا،
المصاب
جلل،
والفقد
كبير،
ولا
نقول
إلاّ (إنا
لله
وإنا
إليه
راجعون).. وإن
القلب
ليحزن
وإن
العين
لتدمع
ولا
نقول
إلا
ما
يرضي
ربنا
وإنا
على
فراقك
يا
شيخنا
لمحزونوناللهم
أجرنا
في
مصيبتنا..  وأخلف
لنا
خيرا
منها
اللهم
ارض
عنه
واغفر
له
وارحمه
واجعل
قبره
روضة
من
رياض
الجنة
واجعله
في
الفردوس
الأعلى
من
الجنة“.

***

 

Syaikh Ali Hasan Al Halabi Wafat

Gambar


إِنَّا
لِلَّهِ
وَإِنَّا
إِلَيْهِ
رَاجِعُونَ

Telah meninggal dunia Syaikh kami, 𝐀𝐥-‘𝐀𝐥𝐥𝐚𝐚𝐦𝐚𝐡
𝐀𝐥𝐌𝐮𝐡𝐚𝐝𝐝𝐢𝐭𝐬
𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡𝐀𝐥𝐢𝐲
𝐁𝐢𝐧
𝐇𝐚𝐬𝐚𝐧
𝐁𝐢𝐧𝐀𝐛𝐝𝐢𝐥𝐇𝐚𝐦𝐢𝐢𝐝
𝐀𝐥𝐇𝐚𝐥𝐚𝐛𝐢𝐲
𝐀𝐥𝐀𝐭𝐬𝐚𝐫𝐢𝐲, 𝐑𝐚𝐡𝐢𝐦𝐚𝐡𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡 (Ulama Senior Yordania)
Beliau adalah murid senior dari
𝐀𝐬𝐲
𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡
𝐍𝐚𝐬𝐡𝐢𝐫𝐮𝐝𝐝𝐢𝐧
𝐀𝐥
𝐁𝐚𝐧𝐢
𝐑𝐚𝐡𝐢𝐦𝐚𝐡𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡.

Qadarullah Beliau wafat lantaran #Covid-19.

𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢
𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩
𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴
𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢
𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢
𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯
𝘫𝘢𝘯𝘯𝘢𝘩
𝘥𝘢𝘯
𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪
𝘥𝘰𝘴𝘢𝘥𝘰𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢.

Jasa Beliau sangat besar terhadap dakwah di Indonesia, tentu wafatnya Beliau menyisakan kesedihan tersendiri, terutama bagi kami yang miskin ilmu yang setiap dua tahun sekali mengais luasnya ilmu dari Beliau -Rahimahullah-. Bukan hanya ilmu Beliau yang luas, akan tetapi ketegasan Beliau, dan fashihnya lisan Beliau yang sangat jarang kami lihat ada pada selainnya.

Semoga Allah Subhanahu Wataala merahmati Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, mengampuni dosanya, dan meninggikan derajatnya dengan ilmu dan dakwah yang sudah Beliau sebarkan. Dan semoga Allah menjaga kaum Muslimin dari diangkatnya ilmu dengan diwafatkannya para Ulama.

Abdullah Bin Mas’ud berkata :

𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚
𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧
𝐚𝐩𝐚𝐛𝐢𝐥𝐚
𝐟𝐢𝐭𝐧𝐚𝐡
𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐢𝐦𝐮𝐭𝐢
𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧, 𝐭𝐮𝐦𝐛𝐮𝐡
𝐝𝐞𝐰𝐚𝐬𝐚
𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚
𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐤
𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥, 𝐝𝐚𝐧
𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢
𝐫𝐞𝐧𝐭𝐚
𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚
𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠
𝐲𝐚𝐧𝐠
𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡
𝐝𝐞𝐰𝐚𝐬𝐚, 𝐟𝐢𝐭𝐧𝐚𝐡
𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭
𝐝𝐢𝐣𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧
𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚
𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢
𝐒𝐮𝐧𝐧𝐚𝐡. 𝐀𝐩𝐚𝐛𝐢𝐥𝐚
𝐟𝐢𝐭𝐧𝐚𝐡
𝐝𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧
𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭
𝐬𝐚𝐣𝐚, 𝐦𝐚𝐤𝐚
𝐚𝐤𝐚𝐧
𝐝𝐢𝐤𝐚𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 : “𝐒𝐮𝐧𝐧𝐚𝐡
𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡
𝐝𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧!”.

𝐌𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚
𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐭𝐚 : “𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧
𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢𝐧𝐲𝐚
𝐡𝐚𝐥
𝐢𝐭𝐮?”
𝐈𝐚
𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐭𝐚 : ” 𝐀𝐏𝐀𝐁𝐈𝐋𝐀
𝐔𝐋𝐀𝐌𝐀
𝐊𝐀𝐋𝐈𝐀𝐍
𝐓𝐄𝐋𝐀𝐇
𝐏𝐄𝐑𝐆𝐈 (𝐖𝐀𝐅𝐀𝐓)”, 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚
𝐩𝐚𝐫𝐚
𝐐𝐨𝐫𝐢 (𝐚𝐡𝐥𝐢
𝐛𝐚𝐜𝐚
𝐐𝐮𝐫𝐚𝐧), 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭
𝐚𝐡𝐥𝐢
𝐟𝐢𝐤𝐢𝐡
𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧, 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚
𝐩𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧
𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧, 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭𝐧𝐲𝐚
𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠
𝐲𝐚𝐧𝐠
𝐚𝐦𝐚𝐧𝐚𝐡
𝐝𝐢𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚
𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧, 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚
𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚
𝐝𝐢𝐜𝐚𝐫𝐢
𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧
𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧
𝐚𝐤𝐡𝐞𝐫𝐚𝐭, 𝐝𝐚𝐧
𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚
𝐲𝐚𝐧𝐠
𝐝𝐢𝐩𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐢
𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡
𝐢𝐥𝐦𝐮
𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚
“.

𝐉𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧
𝐊𝐞𝐦𝐚𝐭𝐢𝐚𝐧
𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢
𝐏𝐞𝐧𝐚𝐬𝐢𝐡𝐚𝐭.

Sumber :
Peduli Yatim Dhu’afa

http://bit.do/PeduliYatim

http://www.sunnahpeduliyatim.com

http://berbagi.link/peduliyatim

YouTube : sunnahpeduliyatim

Fanspage : peduli Yatim
Instagram: peduli.yatim

 

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿
𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉
 
di Jagakarsa, Jakarta Selatan

atmago.com, 15 November 2020, 22:03 WIB

 

***

SEKILAS TENTANG SYAIKH ALI HASAN AL-HALABI

 

Beliau dilahirkan di kota Zarqo, Yordania pada 29 Jumadil Tsani 1380 H (1960 M). Nama beliau adalah Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al-Yafi al-Halabi al-Atsari. Al-Yafi nisbat pada tempat asal beliau (Jaffa, di barat daya Palestina). Al-Halabi nisbat beliau kepada Aleppo, Syria. Al-Urduni nisbat pada tempat keluarganya berhijrah, Yordania. Dan al-Atsari menunjukkan manhaj beliau sebagai pengikut Atsar.

 

Beliau mulai mencari ilmu ketika berusia 20 tahun lebih sedikit. Guru beliau yang paling masyhur adalah ulama besar, ahli Hadits, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani , kemudian ulama ahli sastra, Syaikh Abdul Wadud az-Zarori , dan ulama lainnya.

 

Beliau memiliki ijazah (pengakuan) dalam bidang agama secara umum dan hadits secara khususnya, dari beberapa ulama seperti Syaikh Badi`uddin as-Sindi, Syaikh Muhammad asy-Syanqithi dan lainnya.

 

1. Syaikh Ali dan Syaikh al-Albani

Syaikh Ali al-Halabi merupakan pentahqiq (peneliti), ahli Hadits dan beliau termasuk murid dan sahabat Syaikh al-Albani, bahkan termasuk murid dan sahabat khusus. Beliau banyak bermulazamah (duduk belajar) terhadap ulama, imam besar dalam ilmu dan dakwah ini yaitu Syaikh al-Albani.

 

Syaikh Ali mendampingi al-Imam al-Albani dalam sebagian safarnya dan banyak mendampingi pada saat mukimnya, menghadiri majelis-majelis beliau baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umum, mengikuti pertemuan-pertemuan ilmiah yang banyak nan beraneka ragam, dan itu berjalan dalam kurun waktu yang sangat lama sekali tidak kurang dari 1/4 abad. Dengan demikian Syaikh Ali sangat banyak mendapatkn manfaat dari jawaban-jawaban, pelajaran-pelajaran dan ilmu-ilmu yang beraneka ragam dari Syaikh al-Albani, yang hal ini hampir tidak didapat oleh yang lainnya.

 

Syaikh Ali banyak membantu Imam al-Albani menyiapkan banyak karya-karyanya untuk diterbitkan, baik terkait dengan Hadits maupun lainnya, menyiapkan kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya, bermulazamah di akhir-akhir hidup Imam Albani di rumahnya dan di perustakaannya.

 

Hubungan keduanya sangatlah erat, sehingga dengan banyak pertemuan-pertemuan Syaikh Ali bertambah dalam dan kuat ilmunya dan dapat menimba ilmu dari mata air salaf yaitu Imam al-Albani, mengambil metode ahli Hadits dalam belajar, memahami, menuntut ilmu dan pengamalan. Setelah itu, disebarluaskanlah ilmu yang banyak dan beraneka ragam yang telah didapat tersebut dalam bentuk buku-buku yang banyak, yang membahas dakwah, dan juga banyak menulis makalah-makalah berharga terkait dengan manhaj yang dimuat dalam majalah, surat kabar dan yang lainnya. Semua itu pada masa hidup Imam Albani.

 

Dengan kerendahan hati ketika menulis, Syaikh Ali menyodorkan karya-karyanya kepada Syaikhnya dan gurunya (yaitu Imam Albani) untuk dimuroja’ah (membacanya kembali), dan Imam Albani pun membaca kembali sebagian karyanya dan bahkan Imam Albani pun ridho untuk ditulis namanya di samping nama muridnya.

 

2. Pujian Syaikh al-Albani kepada Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Syaikh Albani benar-benar mengetahui karya-karya muridnya ini, yang berada di atas manhaj yang benar dan hujjah yang kuat, sehingga banyak memujinya dan mengarahkan para pembaca bukunya untuk membaca dan menelaah karya-karyanya. Imam Albani mengatakan tentangnya, “Dia (Syaikh Ali) termasuk saudara kita yang kuat dalam ilmu ini yaitu ilmu Hadits.” (Lihat as-Silsilah as-Shohihah: 2/720, as-Silsilah ad-Dho’ifah: 1/7, as-Silsilah as-Shohihah: 7/354-371 dan Su’al wa Jawab Haula Fiqil Waqi’ : 26, karya Imam al-Albani)

 

Dan Syaikh Albani mensifati Syaikh Ali dengan “sahabat kita yang mulia” dalam kitab Arrodul Mufhim: 79, mensifati bantahan-bantahan Syaikh Ali dengan sebutan “bantahan yang berharga”, sebagaimana disebutkan dalam Adabuz Zifaf: 7-8, menyebutkan dalam as-Silsilah as-Shohihah: 7/947 tentang Ibnu Hajar ketika membawakan Hadits dalam kitabnya Atroful Musnad: “Telah memberikan faidah kepadaku saudara Ali Hasan melalui telepon, jazahullohu khoiron” dan mengatakan dalam as-silsiah as-Shohihah: 6/8: “Demikian pula saudara Ali al-Halabi, sungguh saya telah mendapatkan komentar-komentarnya yang ditulis pada kitab asli yang masih saya tulis dengan tanganku…”

 

Dan Syaikh Albani memanggil Syaikh Ali di awal kitab ar-Roudhoh Nadiah: 1/4 dengan sebutan “Anak kami, sahabat kami, saudara Abul Harits” dan memanggilnya juga “.. kepada sahabat kami dan tilmidz (murid) kami yang muda Ali al-Halabi…” demikian yang tertulis dalam kitab Hukmi Tariki as-Sholat: 45.

 

Bahkan tatkala muncul fitnah Abu Ruhayyim yang berbuat dzolim dan menuduh Syaikh Ali al-Halabi tentang akidahnya, maka Syaikh Albani mengatakan kepada Abu Ruhoyyim: “Apabila akidahmu seperti akidahnya 3 syaikh yang kamu bela yaitu Bin Baz, Ibnu Utsaimin dan al-Albani, padahal akidah saudara Ali seperti mereka. Dan apabila akidahmu berbeda dengan akidahnya saudara Ali maka saya siap duduk denganmu (untuk berdiskusi, pent).” Hal ini telah disebutkan oleh Syaikh Azmi al-Jawabiroh dalam risalahnya yang hal itu dipersaksikan juga oleh 2 saudara yang mulia Lafi asy-Syatorot dan Kamil al-Qoshshosh, itu terjadi pada tanggal 20 Robiul Awwal 1422H, dan Syaikh Azmi al-Jawabiroh menukil ucapan imam Albani, beliau mengatakan “saudara al-Halabi sebanding seribu satu Abu Ruhayyim”.

 

Syaikh Abdul Aziz as-Sadhan menukil dari Syaikh al-Albani bahwa Syaikh Albani menjuluki Syaikh Ali sebagai “pemilik pena yang berjalan dan seorang ustadz yang produktif”. Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab al-Imam al-Albani Durusun al-Mawaqif wa al-Ibar, hal. 170.

 

Disebutkan juga dalam risalah yang berjudul Sofahat Baidho’ min Hayati al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, hal. 52 bersumber dari sebagian cucu Syaikh al-Albani, bahwasanya Syaikh al-Albani mengatakan: “Dua orang yang paling menguasai ilmu hadits sekarang adalah Ali al-Halabi dan Abu Ishaq al-Khuwaini.”

 

Syaikh yang mulia Abu Abdillah Azad pernah mendengar Syaikh al-Albani di rumah saudara Abdurrohim di Yordania bahwa beliau pernah ditanya tentang suatu hadits, tapi beliau tidak ingat dan tidak hapal derajatnya, beliau mengisyaratkan kepada Syaikh Ali “Tanyakan al-Hafidz Ali al-Halabi”, maka kami pun menanyakan kepadanya pada saat Syaikh al-Albani ada di situ dan Syaikh Ali menjawab, “Hadits itu shohih”, kemudian beliau berdiri dan masuk ke maktabah saudara Abdurrohim dan mengeluarkan hadits dari Shohih al-Jami’.”

 

Abu Abdillah Azat juga pernah mengatakan, aku juga pernah bertanya pada Syaikh al-Albani ketika beliau hendak safar ke emirat, “Siapa yang paling layak kami tanya setelah Anda wahai Syaikh?” Maka beliau menjawab, “Bertanyalah kepada Ali al-Halabi karena dia paling dekat dengan sunnah.”

 

Ini menunjukkan banyaknya pujian Syaikh al-Albani kepada muridnya yaitu Syaikh Ali al-Halabi dan kitab-kitabnya seraya mensifati dengan panggilan saudara, murid, syaikh, sahabat, dan lain sebagainya dari panggilan-panggilan penghormatan yang itu menunjukkan keistimewaannya dalam berbagai macam ilmu, dan syaikh Ali banyak ikut serta dalam berbagai macam tugas dan proyek ilmiah baik itu dalam masalah fikih, hadits, manhaj, sehingga tidak heran ketika syaikh Ali paling banyak disebutkan dalam kitab-kitab Syaikh Albani.

 

3. Perkataan Para Ulama Terhadap Syaikh Ali Hasan

Sesungguhnya dalam hidup, yang namanya pujian itu perkara yang biasa terjadi. Dan pujian kalau datang dari orang jahil maka kurang berarti, berbeda apabila pujian itu bersumber dari para ulama dan rekomendasi dari mereka, maka ini mengandung arti dan bertambah berarti lagi apabila datang fitnah dan tuduhan yang tidak-tidak di arahkan kepada seseorang. Oleh karena itu berikut ini kami nukilkan pujian para ulama kepada Syaikh Ali Hasan dan rekomendasi yang diarahkan kepadanya, untuk menghilangkan kedzoliman:

 

Pujian Syaikh Bin Baz.

Beliau mengatakan dalam memberikan taqridz terhadap kitab Syaikh Ali yang membantah Dr. al-Askar: Saya memandang agar bantahan ini disebarkan karena mengandung faidah yang besar dan untuk menghilangkan kerancuan. Mudah-mudahan Alloh membalas Anda dengan balasan yang baik, dan saya telah memerintahkan untuk menyebarkanya di majalah al-Buhuts al-Islamiyah karena faidah yang dikandungnya.

 

Dan beliau Syaikh Bin Baz juga mengatakan tentang kitab yang sama: Dari Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz yang ditujukan kepada saudara yang mulia, shohibul fadhilah Syaikh Ali bin Hasan bin Abdul Hamid al-Halabi -waffaqohulloh lima fihi ridhohu-, salaamun ‘alaikum warohmatulloh wabarokatuh, amma ba’du, surat Anda telah sampai kepadaku pada tanggal 25/11/1418H mudah-mudahan Alloh senantiasa memberikan hidayah dan petunjuk. Saya telah menelaah kitab bantahan Anda terhadap kitab Dr. Abdul Aziz al-Askar (tentang diri yang mulia as-Syaikh al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin al-Albani), saya menilai bahwa bantahan Anda adalah bantahan yang sangat berharga, membawa berkah lagi sangat memuaskan. Dan sungguh Anda telah menggunakan gaya bahasa yang bagus, dan Alloh telah memberikan taufiq kepadamu untuk bersikap lembut terhadap orang yang Anda bantah, saya meminta kepada Alloh agar melipatgandakan pahala…”

 

Pujian Syaikh Ibnu al-‘Utsaimin.

Berkata Ahmad bin Ismail as-syaukani, telah menceritakan kepadaku Abdulloh Qomaruddin al-Bakistani as-Salafi, beliau berkata, “As-Syaikh al-Imam Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin pernah ditanya tentang berbagai macam pertanyaan di musim haji tahun (1420 H) dan beliau menjawabnya, kemudian dalam sebagian pertanyaan beliau mengisyaratkan kepada Syaikh Ali sambil mengatakan, “Tanyakanlah kepada al-Bahr (lautan, istilah untuk orang yang banyak ilmunya)”. Maka Syaikh Ali mengatakan, “Saya kira ini bercanda, saya bukan al-Bahr (lautan) dan tidak pula an-Nahr (sungai) tidak pula lainnya, nastaghfirulloh dan kita mengharap husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik)”, kemudian berdo’a seperti do’a yang diucapkan Abu Bakar ash-Shiddiq tatkala mendapat pujian: “Ya Alloh jangan kau siksa saya sebab apa yang yang mereka ucapkan, dan ampunilah saya terhadap apa yang tidak mereka ketahui dan jadikanlah saya lebih baik dari apa yang mereka duga”. Dan masih ada pujian al-Imam Ibnu ‘Utsaimin terhadap Syaikh Ali di kesempatan-kesempatan lainnya.

 

Pujian Syaikh ahli Hadits Madinah, al-Allamah Hammad bin Muhammad al- Anshori

Beliau memuji Syaikh Ali dan kehebatannya dalam bidang hadits sebagaimana dinukil oleh anaknya yang bernama Abdul Awwal bin Hammad al-Anshori dalam kitabnya al-Majmu’ fi Tarjamati al-Muhaddits as-Syaikh Hammad al-Anshori (2/598) dari bapaknya berkata, “Saya menduga bahwa Ali Hasan Abdul Hamid yang akan mengantikan Syaikh al-Albani.”

 

Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alu Syaikh, Menteri Urusan Agama, Bimbingan dan Wakaf, Kerajaan Arab Saudi.

Beliau punya hubungan yang sangat baik dengan Syaikh Ali sejak 20 tahunan, bahkan setelah datang fatwa lajnah, beliau pun mengundangnya dengan undangan resmi untuk menghadiri acara an-Nadwah al-Ilmiyah al-Qur’aniyah di Madinah tanggal 11 Jumadil Akhir 1421 H.

 

Ketika Syaikh Sholih Alu Syaikh menulis kitab Hadzihi Mafahiimuna… mengirimkan kepada Syaikh Ali dan mengatakan tentang hadiahnya: Kepada saudara yang baik, peneliti yang jeli, pemilik akal yang cemerlang dan pandangan yang tajam, Ali Hasan Abdul Hamid, mudah-mudahan Alloh senantiasa memberikan kekuatan untuk meninggikan bendera Sunnah sesuai petunjuk salaf…

 

Begitu pula ketika menulis kitab at-Takmil Lima Fata Tahrijuhu min Irwa’ al-Gholil dan memberikan hadiah dan pujian dengan sebutan-sebutan penghormatan mirip di atas.

 

Pujian Syaikh Abdulloh al-Ubailan ditanya tentang celaan yang di arahkan kepada Syaikh Ali Hasan disebabkan menulis kitab Manhaj as-Salaf as-Sholih maka beliau menjawab, “Saudara kita asy-Syaikh al-Allamah Ali adalah termasuk pembesar penyeru kepada dakwah salaf di Yordania dan negara-negara Syam, wala nuzakki allalloh ahada. Saya berharap perselisian antara kedua belah pihak adalah masuk dalam perselisihan dalam lingkup ijtihad Ahlus Sunnah, dan perkaya ini wajar terjadi, karena para salaf juga berselisih dalam hal yang lebih besar dari ini akan tetapi tidak saling mencela antara satu dengan yang lainnya…” kemudian Syaikh Ubailan menyebutkan ucapan Syaikhul Islam….”

 

Dan Syaikh ahli Hadits Abdul Muhsin al-Abbad baru-baru ini di tanya tentang Syaikh Ali, yaitu pada tanggal 28 Nopember 2010 (21 Dzul Hijjah 1431), beliau menjawab, “Saya mengetahui, beliau di atas sunnah, ambillah ilmu darinya.”

 

Begitu pula Syaikh al-Ubaikan pada tanggal 3 Januai 2011 pernah ditanya seseorang dari Iraq tentang Syaikh Ali Hasan dan seorang ulama dari Iraq, beliau menjawab, “Kami tidak mengetahui tentang Syaikh kecuali kebaikan.”

 

Dan masih banyak pujian para ulama baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia tentang Syaikh Ali di antaranya: Syaikh al-Muhadits Muqbil al-Wadi’i, Syaikh Sa’ad al-Husyoyyin, (al-Mustasyar ad-Dini Saudi di Yordania,) Syaikh Husain bin Abdul Aziz Ali Syaikh, (Imam dan khotib serta pengajar di masjid Nabawi, serta Hakim di Mahkamah Kubro), Syaikh Washiulloh Abbas, Syaikh Ibrohim ar-Ruhaili, ahli tafsir Muhammad Nasif ar-Rifa’i, as-Syaikh Hamd as-Syitwi, Syaikh Muhammad bin Syaikh Ali bin Adam al-Itsyuni, Syaikh Abdul Karim Khudair, Syaikh Abdul Malik ar-Romadhoni al-Jazairi dll. Termasuk salah seorang guru Syaikh Robi’ al-Madkholi yang berrnama Syaikh Abdul Wahab bin Marzuq al-Banna sangat memuji Syaikh Ali, beliau mengatakan, “Perumpamaan al-Halabi kepada al-Albani adalah seperti Ibnul Qoyyim kepada Ibnu Taimiyah.” Sebagaimana yang telah didengar Syaikh Abdulloh Baibani al-A’shimi.

 

Inilah sebagian kemuliaan Syaikh Ali, ilmu, manhaj dan akidahnya. Dan kami dalam menyebutkan ini bukan berarti kami mengajak berbuat ghuluw (berlebih-lebihan) dan mengkultuskan serta menganggapnya ma’sum, sekali-kali tidak, akan tetapi ini semua agar kita mengetahui dan menghormati para ulama sebagaimana sabda Rosululloh:

 

لَيْسَ
مِنْ
أُمَّتِي
مَنْ
لَمْ
يُجِلَّ
كَبِيرَنَا
وَيَرْحَمْ
صَغِيرَنَا
وَيَعْرِفْ
لِعَالِمِنَا
حَقَّهُ

 

“Bukanlah termasuk golonganku orang yang tidak memuliakan yang tua, menyayangi yang muda dan mengenal hak orang alim di antara kami.” [HR Ahmad]

 

Wa shollollohu ‘ala nabiyina muhammad wa ‘ala ‘alihi wa shohbihi wa sallam.

 

Sumber.

 

Al-Jawab al-‘I’laami.

Su’alat al-Halabi.

Al-Imam al-Albani Durusun Mawaqif wa ‘Ibar.

https://kulalsalafiyeen.com

Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 67, hal. 45-51. Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah awal terbit pada Ramadhan 1423 H/Nopember 2002, diterbitkan oleh Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya yang sekarang telah berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. (Abu Mundzir)

 

ROTSA’ UNTUK SYAIKH ALI HASAN AL HALABY – تعزية
من
اندونيسيا
لوفاة
شيخ
علي
حسن
الحلبي
الله
يرحمه

https://www.youtube.com/watch?v=4enN_cMly_E

 

 

Referensi: https://almanhaj.or.id/24794-sekilas-tentang-syaikh-ali-hasan-al-halabi.html

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.601 kali, 5 untuk hari ini)