Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Ust Dr. Ainul Haris, Lc., M. Ag Wafat

Redaksi nahimunkar.org ikut berduka atas meninggalnya Ust Dr. Ainul Haris, Lc., M. Ag. Beliau wafat di RSU Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Jawa Timur pukul 11.50 WIB, Rabu 11 Dzulhijjah 1442H/ 21 Juli 2021.

Semoga Allah memberikan balasan sebaik-baiknya atas perjuangan da’wah beliau selama ini termasuk menghidupkan media da’wah Islam situs nahimunkar.org, juga sebagai dosen di pergruan tinggi Islam di Surabaya, serta memimpin proyek2 pembangunan ratusan masjid di berbagai tempat di Indonesia.

Situs nahimunkar.org sangat merasa kehilangan atas meninggalnya pejuang da’wah Islam semacam ini, apalagi mengingat beberapa waktu lalu beliau duduk semeja antara dua tokoh di resepsi pernikahan putri pemred nahimunkar.org Hartono Ahmad jaiz sebelum ada corona, di Jakarta, yaitu Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Drs. H. Mohammad Siddik, MA. Ternyata kedua tokoh itu kini telah dipanggil oleh Allah Ta’ala. Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Drs. H. Mohammad Siddik, MA. Wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Selasa (29/6). Sedang Ust Dr. Ainul Haris, Lc., M. Ag wafat di RSU Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Jawa Timur pukul 11.50 WIB, Rabu 11 Dzulhijjah 1442H/ 21 Juli 2021.

Hanya doa kepada Allah Ta’ala yang bisa dipanjatkan untuk beliau.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ له ، وَارْفَعْ دَرَجَتْهُ في المَهْدِيِّينَ، وَاخْلُفْهُ في عَقِبهِ في الغَابِرِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ العَالَمِينَ، وَافْسَحْ لَهُ في قَبْرِهِ، وَنَوِّرْ لَهُا فِيهِا

Ya Allah, ampunilah beliau, dan angkatlah derajatnya sehingga dia bertemu dengan mereka orang-orang yang telah mendahului beliau dalam kematian, dan Ya Allah jadilah Engkau sebagai pengganti/menanggung orang-orang yang ditinggalkannya. Dan ampunilah kami, juga untuk beliau, Ya Rabbal ‘Alamin, dan lapangkanlah beliau dalam kuburnya, dan berilah cahaya kepada beliau di dalam kuburnya.

Doa ini dikutip dari doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendoakan jenazah Abu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَبِي سَلَمَة، وَارْفَعْ دَرَجَتْهُ في المَهْدِيِّينَ، وَاخْلُفْهُ في عَقِبهِ في الغَابِرِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ العَالَمِينَ، وَافْسَحْ لَهُ في قَبْرِهِ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ

“Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, dan angkatlah derajatnya sehingga dia bertemu dengan mereka orang-orang yang telah mendahului beliau dalam kematian, dan Ya Allah jadilah Engkau sebagai pengganti/menanggung orang-orang yang ditinggalkannya. Dan ampunilah kami, juga untuk beliau, Ya Rabbal ‘Alamin, dan lapangkanlah Abu Salamah dalam kuburnya, dan berilah cahaya kepada beliau di dalam kuburnya.” (HR. Muslim di dalam shahih muslim)

Dan kepada keluarga dan yang ditinggalkan, kami ucapkan doa:


إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى…فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

“Inna Lillahi Maa Akhozha, walahu Maa A’thoo Wakullu Syai’in ‘Indahu Bi Ajalain Musamma…Faltashbir Walatahtasib.”

Artinya :

“Sesungguhnya bagi Allah, apa yang Dia ambil dan bagi-Nya juga apa yang Dia berikan. Segala sesuatu bagi-Nya ada memiliki masa-masa yang telah ditetapkan, hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala (dari Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

(Redaksi Nahimunkar.org)

(Dibaca 628 kali, 1 untuk hari ini)