.

Shoutussalam – Setelah diterpa berita kesedihan bahwa Salafi Yaman yang dikepung oleh Milisi Syiah Houthi diminta pergi oleh pemerintah dari Dammaj, kini beredar kabar bahwa tak ada kota yang mau menerima kehadiran mereka maupun dijadikan tempat penampungan oleh Salafi.

Seperti yang dilaporkan oleh situs Sahafah.Net, Rabu (15/1/2014), Salafi Yaman yang terusir dari kampung halamannya di Dammaj berpindah ke kota al Hudaydah. Tapi sesampai di kota terbesar keempat di Yaman tersebut, mereka ditolak oleh para tetua dan kepala suku setempat.

Mereka menolak keberadaan Salafi Dammaj disana, sekalipun hanya memberikan ruang tersendiri untuk didirikan tenda untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi para wanita dan anak-anak.

Hingga berita ini diturunkan, para pengungsi Salafi masih terjebak di luar kota kebingungan akan hidup dimana.

Kelompok aktivis menyatakan pada Yemen Tribune bahwa ada pemerintah telah melakukan konspirasi dan penipuan pada Salafi Yaman yang menggiring pada aksi penindasan.

Telah dikabarkan sebelum ini, pemerintah Yaman mengklaim telah ditekan oleh dunia Internasional, utamanya Barat untuk memaksa Salafi Dammaj menyerah dari Milisi Syiah Houthi dan meninggalkan kota Dammaj.

Setelah tenggang waktu 4 hari diberikan, pimpinan Darul Hadits Salafi Dammaj, Syaikh Yahya al Hajuri memutuskan untuk menuruti keinginan pemerintah.

Ia kemudian diangkut menggunakan helikopter pemerintah menuju ibukota Sana’a. Sementara para pengikutnya di Dammaj dibawa menggunakan bus dan diantaranya ada yang berjalan kaki berpindah keluar kota. [fadhil/ sahafah] Shoutussalam : Setelah Salafi Yaman Diusir Dari Dammaj, Tak Ada Kota Yang Mau menerima Mereka, Rabu, 12 Rabi`ul Awwal 1435H / January 15, 2014

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.792 kali, 1 untuk hari ini)