Minggu, 24 Agustus 2014 , 02:41:00 WIB

Laporan: Elitha Tarigan

RMOL. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Nasional (Unas), Iskandar Fitri tak membantah adanya dugaan keterlibatan senior alias mahasiswa yang tak kunjung lulus dalam peredaran narkoba yang belakangan terungkap di kampus tertua di Jakarta itu.

Iskandar menyatakan, para mahasiswa yang biasa dikenal dengan istilah “toku” itu menguasai salah satu gedung di kawasan kampus yang terletak di Jalan Sawo Manila, Pejaten, Pasar Minggu itu. Gedung tersebut bernama gedung serbaguna (GSG). Dimana, sebagian besar ruang organisasi dan sekretariat kemahasiswaan terletak disana.

“Jadi mereka pegang penuh kunci tanpa kontrol. Dasarnya sebetulnya baik, rektorat memberikan kepercayaan penuh terhadap anak didik supaya mampu belajar tanggung jawab secara mandiri. Nah, inilah yang belakangan disalahgunakan,” terang Iskandar dalam diskusi “Narkoba Masuk Kampus” yang disiarkan live oleh Metro TV, Minggu (24) dini hari.

Para “toku” tersebut bahkan tak segan untuk melakukan intervensi terhadap para pengurus organisasi kemahasiswaan yang berhak untuk memegang kunci. “Ada beberapa senior yang pegang kendali kunci-kunci tadi itu. Inilah yang belakangan baru terungkap, dia gunakan untuk simpan narkoba,” terang Iskandar.

“Resminya sebenarnya ketua senat terpilih, atau organisasi kemahasiswaan yang punya otoritas pegang kunci. Tapi faktanya mereka bilang seperti itu, gak ada pak, itu sama si anu,” sambung dia menambahkan.

Iskandar menyatakan, pihaknya juga telah melakukan berbagai cara untuk melakukan penertiban untuk mengubah budaya tersebut. Tapi, para mahasiswa tersebut selalu saja melakukan perlawanan. Mereka selalu berdalih tengah melakukan diskusi untuk sebuah program. Padahal melalui kamera tersembunyi alias CCTV diketahui telah terjadi peredaran narkoba.

“Di sisi lain, Unas memang pengamanannya lemah. Cuma 6-7 orang dengan areal seluas 4 hektar dengan 5 gedung besar. Sementara mereka cukup lumayan pasukannya 50-60 orang. Kelompok mahasiswa yang selalu lakukan aksi protes terkait dengan penindakan. Jadi ini awalnya terjadi saat universitas kembali menerapkan secara efektif jam operasional buka kampus. Dari hasil rekaman, mereka beraktivitas diatas jam 10 malam. Nah dari situlah laporan adanya peredaran narkoba. Dari pihak keamanan lemah, kita tegor, mereka nantang, dengan atas nama rumuskan kegiatan,” demikian Iskandar.

Universitas Nasional (Unas) belakangan memang tengah menggencarkan pemberantasan narkoba di lingkungan kampusnya. Unas mengundang Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian bersama-sama dengan pihak Universitas untuk melakukan razia.

Razia telah dilakukan pada Rabu malam (13/8) hingga Kamis dinihari (14/8). Dari razia itu setidaknya ditemukan sekitar 5 Kg ganja di ruang senat mahasiswa, berikut sabu dan alat hisapnya serta senjata tajam. Kemudian, razia lanjutan juga dilakukan Selasa (19/8) lalu. Dalam razia tersebut pihak BNN menurunkan anjing pelacak untuk menelusuri setiap sudut ruangan di kampus yang terletak di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan itu. Pemeriksaan dilakukan di semua ruangan, tidak terkecuali ruangan pimpinan universitas.

Dari hasil razia, didapatkan sejumlah temuan barang bukti berupa narkotika jenis ganja, alat penghisap (bong) dan timbangan, yang disimpan di dalam tas carrier di gudang perpustakaan yang berlokasi di Gedung Serbaguna. Selain itu ditemukan pula ganja dalam bungkus plastik di halaman belakang gedung serbaguna, serta ganja dalam bentuk lintingan di salah satu ruangan Unit Kegiatan Mahasiswa.[sam]

Tidak hanya di tanah air, di manca negara, kalangan tertentu kini terjerat kasus narkoba dan sedang diperiksa pihak berwajib. Berikut beritanya.

Pasca Penangkapan Jaycee Chan Putra Jackie Chan, Polisi Beijing Siap Tangkap 120 Selebritis Lainnya

Jum’at, 22 Agustus 2014 , 12:08:00 WIB
Laporan: Amelia Fitriani

RMOL. Penangkapan aktor sekaligus penyanyi, Jaycee Chan pekan lalu hanyalah awal dari operasi penjaringan yang dilakukan oleh kepolisian Beijing terhadap sejumlah selebritis yang diduga mengkonsumsi narkoba di Taiwan, Hong Kong, dan juga daratan Tiongkok.

Asia One pada Jumat (22/8) mengabarkan, kepolisian Beijing telah mengantongi sekitar 120 nama selebritis yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Putra aktor kung fu kawakan Jackie Chan itu juga dikabarkan bekerjasama dengan kepolisian Beijing untuk memberikan informasi tambahan soal panyalahgunaan narkoba di kalangan dunia hiburan.

Jaycee sendiri ditangkap oleh polisi bersama dengan seorang aktor Taiwan Kai ko di apartemen mewahnya di Beijing pada 14 Agustus lalu karena kedapatan memiliki 110 gram ganja.

Penangkapannya merupakan bagian dari rencana pemerintah Beijing memberantas narkoba di kalangan selebritis. [mel]

***

Sebelumnya redaksi Nahimunkar.com sudah melansir berita soal narkoba masuk wilayah pendidikan seperti di link berikut https://www.nahimunkar.org/barang-haram-susupi-anak-sd-hingga-mahasiswa/ atau di link yang lebih lawas https://www.nahimunkar.org/kasus-narkoba-dari-anak-sd-hingga-jaksa/

Semoga Indonesia terbebas dari narkoba demi kemajuan bangsa. Bukan malah sibuk dengan politik hingga generasi muda tidak diurus serius. Bukan sibuk dengan jabatan sampai-sampai tidak tahu kalau anak cucunya jadi pecandu dan jagonya kemaksiatan.

(BR/nahimunkar.com)

(Dibaca 607 kali, 1 untuk hari ini)