Kabar mengejutkan datang dari media sosial. Polisi meenetapkan Ustadz Zulkifli Muhammad sebagai tersangka dugaan kasus ujaran kebencian.

Informasi ini ramai dibicarakan di media sosial. Akun twitter @NetizenTofa yang kali pertama mengungkap berita tersebut dengan menampilkan foto surat pemanggilan kepada Ustadz Zulkifli Muhammad.

Dalam surat tersebut, Ustadz Zulkifli Muhammad dipanggil dan akan diperiksa di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di Tanah Abang, Jakarta pada Kamis, 18 Januari 2018.

Ustadz Zulkifli Muhammad, Lc lahir di Pariaman, Sumatera Barat pada 15 November 1974. Dia dikenal sebagai ustadz Akhir Zaman karena materi ceramah yang disampaikannya bertemakan kiamat, Dajjal, dan sejenisnya.

Dia juga kerap menyinggung soal nasib atau kondisi umat Islam di Akhir Zaman, termasuk di Indonesia.

Erwyn Kurniawan / wajada.net

***

Fahri Hamzah: Kenapa Kita Takut dengan Narasi Islam? Ini Proyek Islamophobia

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sangat prihatin dengan kriminalisasi terhadap Ulama yang karena ceramahnya dijadikan tersangka.

“Orang bicara apa saja boleh kok termasuk LGBT dan komunisme yang bertentangan dengan pondasi negara. Kok orang ngomong narasi akhir zaman aja Gak boleh. Hati-hati lah memakai hukum pidana. Ia adalah ultimum remedium. Jangan sembarangan,” ujar Fahri melalui akun twitternya pagi ini, Kamis (18/1/208).

“Harusnya polisi banyak belajar kepada ulama yang ikhlas..,” lanjut Fahri.

Dalam acara diskuis ILC tvOne saat membahas topik “Reuni 212”, Fahri Hamzah juga mengingatkan agar negara tidak mengembangkan narasi Islamophobia:

“Kok kenapa kita takut dengan aspirasi Islam? Jangan-jangan kita ini juga terlibat dalam narasi Islamophobia yang dikembangkan di Barat yang di luar sana sudah gagal lalu kita impor kesini hanya karena masih ada proyeknya dan masih ada duitnya. Menurut saya itu yang berbahaya. Dan itu yang harus kita hentikan!” tegas Fahri.

[Berikut video Fahri]

http://www.portal-islam.id / Fahri Hamzah

***

Ustadz Zulkifli Tinggalkan 15 Anak Kecil-kecil

Kata UZMA, sejak awal dia sudah mengondisikan keluarganya, bahwa apa yang dialaminya tersebut sebagai konsekuensi dalam berdakwah.

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali (UZMA/peci dan baju hitam) menyampaikan pesan kepada keluarga termasuk para anak-istrinya di rumahnya, di Kelurahan Padang Tiakar Mudik, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, sebelum berangkat ke Pekanbaru, Riau, untuk menuju Jakarta, Rabu (17/01/2018).

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali (UZMA) yang dikenal sebagai Ustadz Akhir Zaman, hari ini, Kamis (18/01/2018) sudah berada di Jakarta sejak kemarin untuk memenuhi panggilan kepolisian.

Untuk mengikuti proses hukum atas perkara yang dijeratkan kepadanya, UZMA harus meninggalkan keluarganya di rumahnya, di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, termasuk tiga istri dan belasan anaknya.

“Saya ada 15 anak kecil-kecil, 8 laki-laki, 7 perempuan, dari 3 istri,” ujar UZMA di Jakarta kepada hidayatullah.com, semalam saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ketiga istrinya hidup bertetangga dalam satu kompleks di Kelurahan Padang Tiakar Mudik, Kota Payakumbuh.

Meski harus meninggalkan keluarga, UZMA mengaku sudah mempersiapkan hal itu jauh sebelumnya.

Kata UZMA, sejak awal dia sudah mengondisikan dan memahamkan keluarganya, bahwa apa yang dialaminya tersebut sebagai konsekuensi dalam berdakwah. Bahwa berdakwah memang punya resiko. Keluarganya pun sudah bisa memaklumi dan memahami hal tersebut.

“Dari jauh-jauh hari mereka sudah saya sampaikan (konsekuensi itu) walaupun pas hari H-nya mereka agak shock juga tetapi karena sudah ada juga pembekalan sebelumnya, bisa diminimalisirlah,” ungkapnya.

Bagaimana perasannya saat mendapat kabar bahwa kepolisian memanggilnya sebagai tersangka?

“Biasa aja,” jawabnya singkat menyiratkan ketegasan. “Karena saya dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan segalanya,” jelasnya.

“Memang begitu skenario akhir zaman jadi harus dijalani, wong saya menyampaikan ini (dalam ceramah-ceramah, Red),” ungkapnya.

UZMA rencananya mendatangi Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Gedung Ex PU, Jl Taman Jati Baru Nomor 1, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis siang ini. Sempat dijadwalkan diperiksa pukul 09.00 WIB, namun ada perubahan, dan rencananya diperiksa selepas zuhur ini.

UZMA dipanggil Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai tersangka dalam perkara terkait dugaan tindak pidana dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis (SARA).*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur/ hidayatullah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 452 kali, 1 untuk hari ini)