SOLO (Panjimas.com) – Ustadz Ali Basmul, seorang dai yang cukup terkenal di kota Solo menjadi korban tabrak lari dan penganiayaan. Insiden ini sebenarnya sudah terjadi sepekan lalu, tepatnya hari Ahad 12 Oktober 2014. Namun rasa sakit di dada dan lebam-lebam yang ada di tubuh ustadz Ali Basmul masih terasa.
Ditemui di kediamannya di Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, ustadz yang berasal dari ormas Al Irsyad ini menceritakan kronologis kejadian.
Pada hari Ahad 12 Oktober 2014, selepas Maghrib, ustadz Ali Basmul berangkat menuju kawasan Bekonang untuk mengisi pengajian rutin.
“Sampai di jembatan Mojo sudah mulai gelap, 100 meter setelah jembatan tahu-tahu ada sepeda motor dari arah depan dengan lampu mati. Tiba-tiba sepeda motor ini seperti berbelok dan menabrak saya dari samping,” terang ustadz Ali.
Setelah ditabrak, ustadz Ali jatuh menimpa sepeda motornya. Ia kemudian merasa lemas dan pingsan.
Sambil menunjuk dada sebelah kanannya, ustadz Ali mengatakan “saya kesakitan tapi tidak ada bekas (luka) apa-apa. Saya mau bangun nggak kuat, terus ada yang njejak (nendang) kepala saya”, tambahnya.
Ustadz Ali pingsan sampai tiga kali. Pada saat tidak sadar itu ia merasakan kepalanya seperti dibentur-benturkan. Padahal saat ditabrak, ia hanya jatuh diatas sepeda motornya dan kepalanya tidak terbentur.
Ia kemudian menunjuk bagian pipi kanan, dan kepala bagian belakang dan mengatakan “di sini ini memar dan ada bekas pasir-pasirnya”. Ustadz Ali mengaku, memang saat kecelakaan itu dirinya tidak mengenakan helm.

“Saat pingsan yang kedua, seperti ada yang memukuli saya”. Anehnya di dekat tempat kecelakaan itu ada tempat potong rambut, namun dua orang di tempat potong rambut tersebut diam saja dan tidak berusaha menolong ustadz Ali. Bahkan ketika ustadz Ali sudah mulai tersadar dan berusaha menghubungi kerabat melalui telepon seluler yang ia bawa, dua orang pria di tempat potong rambut tersebut juga diam saja, seolah tidak melihat apa-apa padahal kejadian tepat di depannya.

Akhirnya ada seseorang yang lewat dan berusaha menolong ustadz Ali.
Tangan Ustadz Ali Menggenggam Botol Minuman Keras. “Akhirnya saya bisa berdiri dengan sempoyongan. Tapi tiba-tiba di tangan ini pegang botol. Terus saya tanya ke orang yang menolong saya.” “Ini apa?” tanya ustadz Ali, orang itu menjawab “Lho nggak tahu, bukan punya ustadz?” orang itu malah bertanya balik.
Setelah tutup botol itu dibuka, ternyata isinya alkohol. Ustadz Ali Basmul kaget bukan main, dia baru saja ditabrak, kepalanya dipukuli saat pingsan, dan ketika bangun di tangan kirinya tiba-tiba memegang botol berisi alkohol.
“Di botol itu ada gambar seperti bendera dan isinya (alkohol) sudah berkurang sepertiganya,” kata ustadz Ali.
Akhirnya botol itu ia buang dan ustadz Ali dibawa ke rumah sakit Kustati untuk diberikan pertolongan.
Tempat kecelakaan ustadz Ali Basmul ini hanya berjarak kurang dari 500 meter dari sentra pembuat minuman keras jenis CIU di kawasan Bekonang.
Pulang dari rumah sakit, ustadz Ali Basmul tidak berniat melaporkan kejadian yang ia alami ke kantor Polisi. Namun ustadz Ali mengatakan, sejumlah jamaah masjid saat ini sudah berupaya mencari informasi tentang kecelakaan ini. Hanya saja setelah seminggu kejadian, belum ada titik terang siapa pelaku penabrakan tersebut. [Ahmad] Kamis, 28 Dzulhijah 1435H / October 23, 2014
***

Teror terhadap Ulama Muda Solo oleh Oknum Tertentu

Ahad, 28 Zulhijjah 1435 H / 19 Oktober 2014 21:59 wib

SOLO (Voa Islam) – Di era serba bebas ini, kaum muslimin justru sering menerima dampak negatifnya. Suburnya aliran-aliran sesat, demoralisasi kalangan muda Islam, munculnya tokoh-tokoh preman dan gerakan kiri yang muncul di jajaran parpol atau ormas dan menjadi pemimpin bangsa adalah fenomena nyata di negri ini.
Belakangan, bukan cuma Densus 88 yang meneror aktivis muslim, tapi juga patut diduga pihak-pihak anti Islam lainnya. Sebagaimana yang dialami Ustad Ali Shobri Bazmul terpaksa harus istirahat beberapa hari di rumah karena luka lebam dan memar karena ditabrak serta dianiaya oknum yang tidak jelas.
Akibatnya berdampak pada kerja-kerja Dakwah Islamiyah yang terganggu hingga jadwal mengisi ceramah di beberapa tempat pun harus ia batalkan.
Kejadian tersebut bermula saat ia akan mengisi kajian di Masjid Tauhid daerah Mojolaban. Ahad (12/10/2014). Usai sholat maghrib ia menuju tempat tersebut dengan mengendarai sepeda motor.
Namun usai melintasi jembatan Mojolaban kondisi lalulintas saat itu cukup ramai. Tiba-tiba dari arah timur, Ustad Ali Shobri Bazmul ditabrak oleh sepeda motor. Karena sangat keras tabrakannya hingga menyebabkan Ust Ali Basmul terjatuh dan tak sadarkan diri.
Rekan jurnalis yang melakukan investigasi menyebutkan bahwa tabrakan itu berpola seperti huruf ‘T’ bukan berpapasan. Jadi muncul dugaan kesengajaan sulit dihindari.
“Meski pingsan, saya masih bisa melihat orang tersebut meski tak jelas karena kacamata saya terlepas. Saat mau saya pegang orang itu berontak dan langsung menendang dan memukuli saya bertubi-tubi,” ujarnya saat ditemui di rumahnya diderah Pasar Kliwon Solo. Sabtu (18/10/2014).
Beberapa menit kemudian Ustad Ali Shobri Bazmul ditolong dan dibawa ke pinggir jalan. Yang menjadi pertanyaan besar adalah saat digotong, tangan kiri Ustad Ali Shobri Bazmul terlihat memegang sebuah botol.
“Saya lantas bertanya pada orang yang menolong saya, botol apa ini? “ Orang yang menolong tersebut lantas mengatakan, “Itu botol miras.“
Botol tersebut lantas dibuang oleh Ustad Ali Shobri Bazmul. Kejadian inilah yang menjadi keheranan banyak orang.
Ada apa dibalik peristiwa tersebut? Namun meski kejadian tersebut sudah berlangsung selama satu minggu pelaku penganiayaan tersebut belum ditangkap oleh aparat kepolisian.
Di akhir wawancaranya Ust Ali yang juga pengurus MUI Kota Solo berpesan agar kejadian ini tidak menimpa para ustadz atau aktivis dakwah lainnya. Sebab, jika teror ini dibiarkan maka akan menjadikan gejolak atau permasalahan di daerah Solo dan sekitarnya.

Endro Sudarsono S.Pd.I selaku Humas Laskar Ummat Islam Surakarta yang juga melakukan investigasi kasus ini mempunyai pendapat khusus tentang kasus ini.
“Memperhatikan kronologi kejadian, pelaku nampak tidak sekedar menganiaya dengan cara menabrak, namun juga memberi pesan perlawanan dan pelecehan terhadap seorang Ulama yakni dengan memberi (memegangkan, red) sebotol Miras di tangan korban!” kata Humas LUIS ini.

Dengan demikian, pelaku terkesan menginginkan pecahnya suasana tidak kondusif dengan mencoba membenturkan tokoh Islam dengan pelaku Miras, imbuhnya.
“Hal ini harus segera disikapi semua pimpinan dan elemen masyarakat. Dan agar peristiwa ini tidak terulang, maka Polisi harus bisa menangkap pelakunya sehingga bisa diketahui motif dari kejadian yang nampak disengaja tersebut. Peristiwa ini bukanlah murni kriminal!” tegas Endro. (AF/Fujamas/voa Islam.com)
***
Rabu, 28 Zulhijjah 1435 H / 22 Oktober 2014 06:45 wib

Sikapi Teror terhadap Ulama, LUIS Datangi Polisi: Segera Tangkap Pelaku!!

SOLO (Voa Islam) – Menindaklanjuti apa yang menimpa Ustadz Ali Shobri Bazmul yang diteror dengan cara ditabrak sengaja dan dianiaya, maka Laskar Ummat Islam Surakarta (LUIS) tadi malam ini sekitar pukul 23.00 LUIS datangi Polsek Mojolaban Sukoharjo.
Teror dengan modus tabrak lari dan penganiayaan dengan dipukuli serta ditendang dialami ust. Ali Basmul anggota MUI Solo pada Ahad, 12 Oktober 2014 yang lalu. Bahkan Ust. Ali sampai tidak sadarkan diri (pingsan) dan ketika dibawa warga sekitar yang menolongnya, ditangan kirinya seolah menggenggam botol yang ternyata berisi Miras.
Jelas, itu bukan saja teror pengecut tapi juga pelecehan kepada seorang Ulama Muda, penggiat MUI Surakarta, karena Ust. Ali pada saat kejadianpun berpakaian layaknya seorang Da’i yakni dengan pakaian gamis yang sangat tidak mungkin berkait dengan Miras.
Perwakilan LUIS diterima oleh Wakapolsek Mojolaban Bp. Purnomo dan Kanit Reskrim Bp Suyitno. Delegasi LUIS dipimpin oleh Drs. Yusuf Suparno selaku Sekjend LUIS.

LUIS berharap Polisi menindaklanjuti peristiwa yang menimpa ust. Ali Basmul yang sempat tidak sadar dan dibawa ke rumah sakit Kustati. Jangan sampai kejadian serupa terjadi terlebih menimpa pimpinan ormas keagamaan, dimana dipastikan hal ini bukanlah kasus kriminal biasa.

LUIS juga berharap pelaku bisa menyerahkan diri dan minta maaf, jika tidak, dikuatirkan ada gerakan yang dilakukan oleh elemen muslim yang melakukan investigasi hingga pencarian pelaku.
Wakapolsek Mojolaban Sukoharjo, Purnomo, Polsek Mojolaban berterima kasih dan akan menindaklanjuti laporan ini serta akan melakukan kegiatan yang bersifat antisipatif terhadap pelaku miras.(AF/Endro/Voa Islam)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.750 kali, 1 untuk hari ini)