Alm KH Slamet Effendy Yusuf

Jakarta (SI Online) – Innalillahi wa innailaihi rajiuun. Kabar duka datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia Pusat. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang juga Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Slamet Effendy Yusuf dikabarkan wafat, Rabu (2/12) malam di Bandung, Jawa Barat. Slamet meninggal pada usia 67 tahun.

Berdasarkan keterangan dari Wakil Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Rofiqul Umam Ahmad, Slamet menghembuskan nafas terakhir di Bandung saat sedang mengikuti acara lembaga pengkajian MPR.

“Assalamualaikum, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Bapak KH Slamet Effendy Yusuf di Bandung beberapa menit lalu. Beliau tengah mengikuti kegiatan Lembaga Pengkajian MPR. Mohon berkenan meneruskan kabar ini. Terima kasih dan salam takzim kami. Wassalam,” tulis Rofiqul Umam Ahmad dalam pesan yang beredar, Kamis (3/12).

Sementara itu, menurut saudara kandung Slamet, Chairul Fuad Yusuf (pejabat Kemenag yang “proyeknya” berupa penerjemahan Al-Qur’an ke Bahasa Banyumasan sedang ramai dibiarakan, red NM, https://www.nahimunkar.org/dibalik-penerjemahan-al-quran-bahasa-banyumasan-ada-apa/ dan https://www.nahimunkar.org/al-quran-terjemahan-bahasa-daerah-proyek-kemenag-pondasi-islam-nusantara/ ), jenazah akan disemayamkan di rumah duka Kompleks Perumahan Citra Grand, Castle Garden Blok H-5 No.18 Cibubur, Jakarta Timur, Kamis sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di Purwokerto, Jawa Tengah.

Slamet, kelahiran 12 Januari 1948, pernah menjabat anggota MPR-RI periode 1988-1993 dan anggota DPR-RI periode 1992-2009 dari Partai Golkar. Di partai Golkar, ia pernah menjabat sebagai ketua DPP.

Slamet juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor. Sementara di PBNU, ia pernah menjabat sebagai salah satu ketua pada periode 2010-2015, kemudian menjadi wakil ketua umum pada periode 2015-2020.

Slamet juga pernah menjadi salah satu Ketua MUI pada periode 2010-2015. Saat ini pun ia masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI masa khidmat 2015-2020.

red: shodiq ramadhan/Kamis, 03/12/2015 06:33:01

***

Di antara jasanya, dapat disimak berita ini.

***

Ahmadiyah Itu Sesat, Harus Dilarang!

Posted on Mei 6th, 2013/ahimunkar.com

selamet E yusuf

Pemerintah Tunggu Apa Lagi?

 Kasus dirusaknya dusun aliran sesat Ahmadiyah di Tasikmalaya Jawa Barat mendapatkan reaksi bahwa pemerintah perlu melarang Ahmadiyah. Pemerintah Provinsi dan aparat keamanan di Jawa Barat agar melarang segala aktifitas Ahmadiyah, termasuk penyiaran ajaran sesat ahmadiyah.

Hal itu, kata Muhammad Al Khathtath, sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama pelarangan Ahmadiyah oleh Mendagri, Menag, dan Jaksa Agung.

“Jadi yang melanggar hukum sebenarnya adalah orang-orang Ahmadiyah yang mengadakan pengajian dan menyebarkan ajaran sesat Ahmadiyah,” katanya kepada Islampos.com, Senin (6/5/2013).

Inilah beritanya. Dan di bagian bawah, penegasan MUI tentang aliran sesat Ahmadiyah.

***

FUI: Ahmadiyah Itu Sesat, Harus Dilarang!

SEKRETARIS Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khathtath, meminta Pemerintah Provinsi dan aparat keamanan di Jawa Barat melarang segala aktifitas Ahmadiyah, termasuk penyiaran ajaran sesat ahmadiyah.

Hal itu, kata Muhammad Al Khathtath, sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama pelarangan Ahmadiyah oleh Mendagri, Menag, dan Jaksa Agung.

“Jadi yang melanggar hukum sebenarnya adalah orang-orang Ahmadiyah yang mengadakan pengajian dan menyebarkan ajaran sesat Ahmadiyah,” katanya kepada Islampos.com, Senin (6/5/2013).

Muhammad Al Khathtath pun meminta polisi memutar kaser pengajan Ahmadiyah. Maka di sana akan ditemukan bukti kesesatan Ahmadiyah. “Polisi apa gak baca SKB Pelarangan Ahmadiyah kok malah mengawal,” katanya.

Sudah seharusnya sebagai Gubernur muslim, Aher menjaga akidah rakyatnya. Hal ini, lanjut Al Khaththath, tertera dalam kitab Al ahkam as Sulthaniyah. “Di kitab itu disebut salah satu tugas negara adalah Hirasatud Diin,” tegasnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta apaat keamanan untuk menindak pelaku kekerasan terhadap warga dan perusakan Masjid Ahmadiyah di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Aher lewat akun twitter @aheryawan, Ahad (5/5/2013). Menurutnya, siapapun pelaku kekerasan harus diproses secara hukum.

“Siapapun yang melakukan kekerasan atas nama siapun kepada siapa saja adalah tindakan kriminal dan melawan hukum,” kata Heryawan.

(Pz/Islampos) By Pizaro on May 6, 2013

***

 Pemerintah Tunggu Apa Lagi?

MUI, NU & Muhammadiyah Sepakat Ahmadiyah Sesat

Waketum-PBNU-Slamet-Effendy-Yusuf-Wafat

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerukunan Antarumat Beragama Slamet Effendi Yusuf –

foto: istimewa

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerukunan Antarumat Beragama Slamet Effendi Yusuf menegaskan bahwa Ahmadiyah adalah ajaran sesat dan menyesatkan.

Selain MUI, ormas-ormas Islam lainnya juga sudah sepakat bahwa ajaran Ahmadiyah di luar dari Islam. Misalnya Muhammadiyah yang sudah menganggap Ahmadiyah sesat sejak 1926 dan MUI pada 1980 di bawah pimpinan Buya Hamka dan diperbarui pada 2005 sudah menyatakan Ahmadiyah sesat begitu juga dengan Nahdatul Ulama (NU).

Oleh karena itu, Slamet Effendy menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah. Dalam melakukan evaluasi SKB 3 Menteri pemerintah harus mengikutsertakan lembaga-lembaga Islam termasuk Ahmadiyah.

“Sikap MUI sudah jelas kalau berkaitan dengan pembubaran itu wewenang pemerintah sebagai Ulil Amri karena itu masyarakat tidak punya wewenang menghakimi suatu kelompok apalagi dengan kekerasan,” ujarnya, Senin (7/2/2011).

Dalam hal ini, dikatakannya, MUI sudah berupaya mengajak MUI di daerah untuk berbicara dan mengajak kembali jemaah dari aliran yang sesat untuk kembali ke jalan yang benar sesuai Islam.
. [mah]

Oleh: MA Hailuki/web – Selasa, 8 Februari 2011 | 02:02 WIB

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 977 kali, 1 untuk hari ini)