Insiden di Pasarkliwon Solo Jateng Tidak Bisa dilepaskan dari Tepatnya Kumpul-kumpul di Hari Raya Syiah Idul Ghadir yang Menyinggung Umat Islam

 

Insiden di Pasarkliwon Solo Jateng adalah di hari raya syiah (Idul Ghadir) 18 zulhijjah 1441 H/ 2020 beberapa hari lau.

Kejadiannya pun di rumah yang pernah diadakan perayaan asyura syiah 2018 yang dibubarkan saat itu.

(Perayaan Asyuro Syiah di Solo Dibubarkan Warga

Posted on 22 September 2018

by Nahimunkar.com
https://www.nahimunkar.org/perayaan-asyuro-syiah-di-solo-dibubarkan-warga/
)

 

Sedangkan hari raya syiah idul ghadir merupakan kecaman terhadap para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang dianggap berkhianat tidak mengangkat Ali sebagai Khalifah langsung setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu jauh-jauh hari Tokoh MUI pun menyerukan agar Umat Islam menolak perayaan Idul Ghadir syiah.

MUI: Umat Islam Ahlus Sunnah Harus Menolak Idul Ghadir


 


Ilustrasi cover buku MUI: Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indoensia. Foto/ dok ist. Net.

Posted on 15 September 2016

by Nahimunkar.com
https://www.nahimunkar.org/mui-umat-islam-ahlus-sunnah-harus-menolak-idul-ghadir-2/
).

Karena upacara syiah Idul Ghadir itu sama dengan mengecam para sahabat Nabi sebagai para pengkhianat, sedangkan bagi Umat Islam, para sahabat Nabi itu adalah orang-orang yang dihormati bahkan diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 100).

{وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ } [التوبة: 100]

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. [At Tawbah:100]

Keputusan dari Mahkamah Agung bahwa syiah itu menyimpang dari Islam dan menodai agama

Disamping itu, sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung bahwa syiah itu menyimpang dari Islam dan menodai agama.

Keputusan Hukum Final dan Incraht (berkekuatan Hukum Tetap) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1787 K/Pid/2012 (penolakan terhadap Banding pasal 156a KUHP yang diajukan terpidana Tajul Muluk alumni YAPI Bangil, Jatim), yang menyatakan bahwa ajaran syi’ah telah menodai dan menistakan Agama Islam.

Dari isi putusan tersebut, bisa diartikan dan diasumsikan bahwa Mahkamah Agung mengaminkan ajaran syi’ah merupakan ajaran yang sesat yang menodai dan menistakan Agama Islam.


 

Oleh karena itu insiden di Solo yang terjadi di hari raya syiah Idul Ghadir sedangkan
insiden itu karena adanya kumpul-kumpul tanpa memberitahukan ke RT maupun RW di rumah yang pernah diadakan acara asyura syiah itu, tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan tersinggungnya Umat Islam mengenai hari raya syiah Idul Ghadir, dan telah adanya keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1787 K/Pid/2012 (penolakan terhadap Banding pasal 156a KUHP yang diajukan terpidana Tajul Muluk alumni YAPI Bangil, Jatim), yang menyatakan bahwa ajaran syi’ah itu menyimpang dari Islam dan menodai/ menistakan Agama Islam.

Sehingga insiden di Pasar Kliwon Solo karena adanya kumpul-kumpul di rumah yang pernah diselenggarakan acara asyura syiah itu tidak bisa dilepaskan sama sekali dengan tepatnya kumpul-kumpul itu adalah di hari raya syiah Idu Ghadir 18 Zulhijjah yang memang menyinggung Umat Islam karena menyangkut pengecaman terhadap kehormatan para sahabat Nabi, walau disebutnya doa.

***

Allahu Akbar..!!! AGAMA SYIAH RESMI DILARANG DI INDONESIA..

Posted on 16 Desember 2015

by Nahimunkar.org


Posted by Onlineindo News / BeritaDunia Islam

HIMBAUAN KEPADA UMAT ISLAM DI SELURUH PELOSOK NEGERI INDONESIA !!!

…….…….

Mulai hari ini, jika ada diantara Kalian menemukan atau melihat para misionaris syi’ah dan para pengikut ajaran syi’ah yang menyebarkan ajaran sesat, fitnah, kebencian, kedustaan dan propaganda dari sekte syi’ah imamiyah itsna asyariyah, yang mana penyebaran itu melakukan penodaan dan penistaan terhadap Islam.

Silahkan segera Kalian laporkan para makhluk-makhluk sesat itu ke Pos-Pos Polisi terdekat dengan Laporan Polisi, delik aduan Pasal 156a KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) juncto Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama.

Sertakan pula dalam Laporan Polisi itu, dengan membawa dan melampirkan bukti-bukti berupa screenshoot percakapan di medsos (berupa hujatan),
rekaman video propaganda syi’ah, buku-buku dan majalah-majalah serta selebaran sekte syi’ah yang mengandung Kebencian dan Permusuhan terhadap Islam dan umat Islam.
.
Tidak perlu khawatir, bimbang, ragu dan takut, mereka pasti akan dipenjara selama 5 tahun berdasarkan aturan Hukum yang berlaku, karena sudah ada Keputusan Hukum Final dan Incraht (berkekuatan Hukum Tetap) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1787 K/Pid/2012 (penolakan terhadap Banding pasal 156a KUHP yang diajukan terpidana Tajul Muluk alumni YAPI Bangil, Jatim), yang menyatakan bahwa ajaran syi’ah telah menodai dan menistakan Agama Islam.

Dari isi putusan tersebut, bisa diartikan dan diasumsikan bahwa Mahkamah Agung mengaminkan ajaran syi’ah merupakan ajaran yang sesat yang menodai dan menistakan Agama Islam.
.
INGAT !!!
Hanya ada 5 AGAMA di Indonesia ini yang diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu :
1. ISLAM
2. KATOLIK
3. PROTESTAN
4. HINDU
5. BUDHA
.
Sementara ajaran syi’ah mengaku-ngaku sebagai ISLAM, padahal fakta dan kenyataannya ajaran syi’ah bukan ajaran Agama ISLAM. Bahkan ajaran syi’ah diluar dari pada ajaran Agama ISLAM !!

• Pasal 156a KUHP menyatakan :
“Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

• Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama menyatakan :
“Pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sebagai berikut :
Pasal 156a Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.”

Sebarluaskan !!
[14/12 07.33] B. Dwi Um Affan Pondok: ini surat putusannya :

Seorang syiah yang menyebarkan pahamnya dan digugat lalu dinyatakan bersalah

http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/downloadpdf/4a888fc06057b00265e6700593b395bf/pdf

Laporan : Wulan Salim

Dikutip dari link ini: http://onlineindo.tv/news/allahu-akbar-agama-syiah-resmi-dilarang-di-indonesia/

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 1.934 kali, 1 untuk hari ini)