Inilah berita tentang gerhana matahari, dan petunjuk tentang tatacara shalat gerhana.

***

Lagi, gerhana matahari cincin Jum’at nanti

Written By Yuda Agung Nugraha on Selasa, 07 Mei 2013 | 08.18

 gerhana
Setelah sebelumnya baru saja terjadi gerhana bulan sebagian pada tanggal 26 april 2013 lalu, kini gerhana insya Allah akan muncul kembali pada tanggal 10 mei 2013 pada hari jum’at nanti. Waktu antara dua gerhana ini bisa dibilang berdekatan dan cukup unik karena keduanya terjadi dihari yang sama ya’ni pada hari jum’at.

Menurut keputusan para ahli hisab dan ru-yah Persatuan Islam yang sudah menghitungnya dengan teliti, insya Allah akan terjadi Gerhana Matahari cincin pada hari jum’at, 10 Mei 2013 M, pagi hari. Daerah yang akan terkena oleh gerhana adalah seluruh wilayah Indonesia kecuali NAD, SUMUT, SUMBAR dan Riau.

Bentuk dari gerhana ini sendiri akan terlihat sebagai gerhana matahari sebagian dengan permukaan matahari yang tertutup bulan atara 19% s/d 70%.

Durasi gerhana : Dari sekitar pukul 04:30 s/d 6:30 WIB (5:30 s/d 7:30 WITA) terlihat dari saat matahari terbit, kecuali untuk wilayah Maluku dan Papua yang mulai terjadi sekitar pukul 6:40 WIT sampai sekitar pukul 09:00 WIT.

Adapun bagi kaum Muslimin, melakukan sholat gerhana pada waktu itu adalah sebuah ‘amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw dan tentunya oleh saya pribadi sebagai seorang Muslim. Oleh karena itu bersiap-siaplah untuk menghadapi gerhana kedua ditahun ini./ sudut-pandang-islam.blogspot.com

***

Hukum dan Tatacara Shalat Gerhana

 Shalat Khusuf dan Shalat Kusuf

Khusuf adalah gerhana bulan total atau sebagian di malam hari sedangkan Kusuf adalah gerhana matahari total atau sebagian.

  • Hukum Shalat Khusuf dan Kusuf:

Hukum kedua shalat ini sunnat muakkadah bagi setiap muslim dan muslimah baik yang sedang mukim atau safar.

  • Mengetahui Waktu Gerhana.

Waktu gerhana matahari dan bulan memiliki waktu-waktu tertentu seperti halnya waktu terbit matahari dan bulan, Allah SWT telah menetapkan bahwa waktu gerhana matahari terjadi pada akhir bulan sedangkan gerhana bulan terjadi pada malam-malam purnama.

  • Sebab-sebab Gerhana

Apabila terjadi gerhana bulan ataupun matahari manusia dianjurkan untuk melakukan shalat di mesjid-mesjid atau di rumah-rumah sekalipun di mesjid itu lebih utama, sebagaimana gempa, petir, gunung berapi, memiliki sebab-sebab tertentu demikian juga gerhana matahari dan bulan juga telah Allah tetapkan penyebab keduanya. Dan hikmah dibalik itu adalah menakut-nakuti hamba-Nya agar kembali kepada Allah.

  • Waktu Shalat:

Shalat gerhana dimulai sejak terjadinya gerhana hingga gerhana tgersebut hilang.

  • Tata Cara Shalat Gerhana:

Shalat gerhana tidak dimulai dengan azan dan qomat akan tetapi dengan panggilan: Ash-Shalatu Jaami’ah sekali atau lebih. Kemudian imam bertakbir dan membaca Al-Fatihah serta surat yang panjang dengan suara keras lalu ruku’ dengan ruku’ yang lama kemudian I’tidal dengan membacaSami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu, tetapi tidak sujud. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang lebih pendek dari yang pertama kemudian ruku’ dengan ruku’ yang lebih pendek dari yang pertama kemudian I’tidal, lalu turun sujud dengan sujud yang panjang dan sujud yang pertama lebih panjang dari yang kedua dan diselai dengan duduk diantara dua sujud kemudian berdiri untuk rakaat kedua lalu melakukan hal yang sama dengan rakaat pertama hanya saja lebih ringan dari yang pertama kemudian dilanjutkan dengan tahiyat dan salam.

  • Sifat Khutbah Shalat Gerhana

Disunnahkan bagi imam untuk melakukan khutbah setelah shalat gerhana untuk mengingatkan manusia akan kejadian yang besar ini agar hati-hati mereka menjadi lunak kemudian meminta mereka untuk banyak berdoa dan istighfar. Dari Aisyah ra berkata,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْـهَا قَالَتْ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِي عَهْدِ رَسُولِ الله ﷺ، فَقَامَ رَسُولُ الله ﷺيُصَلِّي، فَأطَالَ القِيَامَ جِدّاً، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ جِدّاً، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَأطَالَ القِيَامَ جِدّاً، وَهُوَ دُونَ القِيَامِ الأوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ جِدّاً، وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأوَّلِ، ثُمَّ سَجَدَ.

ثُمَّ قَامَ فَأطَالَ القِيَامَ، وَهُوَ دُونَ القِيَامِ الأوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ، وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأوَّلِ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَامَ، فَأطَالَ القِيَامَ، وَهُوَ دُونَ القِيَامِ الأوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ، وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأوَّلِ، ثُمَّ سَجَدَ.

ثُمَّ انْصَرَفَ رَسُولُ الله ﷺ وَقَدْ تَـجَلَّتِ الشَّمْسُ، فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَـمِدَ الله وَأثْنَى عَلَيْـهِ، ثُمَّ قال: «إنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَـرَ مِنْ آيَاتِ الله، وَإنَّهُـمَا لا يَنْخَسِفَانِ لِـمَوْتِ أحَدٍ وَلا لِـحَيَاتِـهِ، فَإذَا رَأيْتُـمُوهُـمَا فَكَبِّرُوا، وَادْعُوا الله وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا، يَا أمَّةَ مُـحَـمَّدٍ! إنْ مِنْ أحَدٍ أغْيَرَ مِنَ الله أنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أوْ تَزْنِيَ أمَتُـهُ، يَا أمَّةَ مُـحَـمَّدٍ! وَالله! لَوْ تَعْلَـمُونَ مَا أعْلَـمُ لَبَكَيْتُـمْ كَثِيرًا وَلَضَحِكْتُـمْ قَلِيلا، ألا هَلْ بَلَّغْتُ؟». متفق عليه

Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah saw lalu beliau melakukan shalat dan memanjangkan berdirinya lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang kemudian berdiri lama tetapi lebih pendek dari yang pertama kemudian ruku’ dan sujud dengan memanjangkan keduanya, lalu berdiri untuk raka’at kedua kemudian ruku’ yang panjang tetapi lebih pendek dari ruku’ yang pertama kemudian mengangkat kepalanya untuk berdiri lama tetapi lebih pendek dari yang pertama kemudian ruku’ dan sujud.

Lalu Rasulullah saw menyelesaikan shalatnya dan matahari telah kelihatan kembali maka beliau berkhutbah memuja dan meuji Allah SWT dan bersabda, Sesungguhnya matahari dan bulan adalah salah satu tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah dan keduanya tidaklah terjadi gerhana dikarenakan hidup atau matinya seseorang maka apabila kalian melihatnya maka bertakbirlah dan berdoalah kepada Allah serta lakukanlah shalat dan bersedekahlah wahai umat Muhammad, sesungguhnya tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah ketika melihat hamba-Nya melakukan perzinahan wahai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa, saksikanlah bukankah telah aku sampaikan.”(HR. Muttafaq ‘alaihi)

  • Mengqadha Shalat Gerhana

Jama’ah shalat Khusuf bisa diperoleh jika seseorang mendapati ruku’ yang pertama dari setiap raka’atnya dan jika gerhana telah hilang maka tidak ada qadha shalat gerhana.

Apabila gerhana telah berakhir dan mereka masih melakukan shalat maka shalat segera diselesaikan dengan ringan. Sebaliknya jika shalat telah selesai dan gerhana belum hilang maka dianjurkan memperbanyak doa dan takbir dan bersedekah hingga gerhana itu hilang.

  • Pelajaran yang Diambil dari Gerhana

Gerhana mendorong seseorang untuk ikhlas dalam mengesakan Allah serta melakukan keta’atan dan menjauhi kemaksiatan dan dosa serta takut kepada Allah dan kembali kepada-Nya.

1. Allah SWT berfirman,

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا [الإسراء/59]

“Dan tidaklah Kami turunkan ayat-ayat Kami kecuali untuk menakut-nakuti (hamba).” (QS. Al-Isra’: 59)

2.

وعن أبي مسعود الأنصاري رضي الله عنه قال: قال رسول الله ﷺ: «إنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَـرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ الله يُـخَوِّفُ الله بِـهِـمَا عِبَادَهُ، وَإنَّهُـمَا لا يَنْكَسِفَانِ لِـمَوتِ أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ، فَإذَا رَأَيْتُـمْ مِنْـهُـمَا شَيْئاً فَصَلُّوا وَادْعُوا الله حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ». متفق عليه

Dari Abu Mas’ud al-Anshary ra berkata, Rasulullah saw bersabda, ” Sesungguhnya matahari dan bulan adalah salah satu tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya, dan keduanya tidaklah terjadi gerhana dikarenakan hidup atau matinya seseorang maka apabila kalian melihatnya maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah sehingga keduanya hilang.” (Muttafaq ‘alaih)

Ringkasan Fiqih Islam (3)

( Bab Ibadah )

﴿ مختصر الفقه الإسلامي (3) ﴾

العبادات

] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي

Penyusun : Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri

Terjemah : Team Indonesia islamhouse.com

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad & Muzaffar Sahidu. Lc

Sumber: www.islamhouse.com/…/id_03_summary_of_the_islamic_fiqh_tuwajre.doc

(nahimunkar.com)

***

Shalat Saat Terjadi Gerhana Matahari

Hadits Bukhari 982

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ يُونُسَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْكَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلْنَا فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى انْجَلَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

Sesungguhnya matahari & bulan tak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat & banyaklah berdoa hingga selesai gerhana yg terjadi pada kalian.

Hadits Bukhari 983

حَدَّثَنَا شِهَابُ بْنُ عَبَّادٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا

Sesungguhnya matahari & bulan tak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seorang dari manusia, tetapi keduanya adl dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Jika kalian melihat gerhana keduanya maka berdirilah untuk shalat.

Hadits Bukhari 984

حَدَّثَنَا أَصْبَغُ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ كَانَ يُخْبِرُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَصَلُّوا

Sesungguhnya matahari & bulan tak akan mengalami gerhana disebabkan mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adl dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Maka jika kalian melihat gerhana keduanya, hendaklah shalatlah

Hadits Bukhari 985

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتْ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ

Sesungguhnya matahari & bulan tak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat & berdoalah kalian kepada Allah./ mutiarahadits.com

mutiarahadits.com > Jumat > Shalat Saat Terjadi Gerhana Matahari

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.754 kali, 1 untuk hari ini)