Polri Ungkap Fakta Baru Irjen Ferdy Sambo Ambil Rekaman CCTV Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J.

IPW Dorong Polisi Pidanakan Ferdy Sambo soal Ambil CCTV

Ini beritanya.

***

Polri Ungkap Fakta Baru Irjen Ferdy Sambo Ambil Rekaman CCTV Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J

 

/kps

Irjen Ferdy Sambo di depan Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Senin (20/6/2022) saat masih menjabat Kadiv Propam. Polri mengungkap Irjen Ferdy Sambo mengambil rekaman CCTV terkait kasus penembakan Brigadir J. Tindakan ini dinilai melanggar prosedur olah TKP. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTAPolri mengungkap fakta baru terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Fakta baru tersebut adalah mantan Kadiv Propam Polri
Irjen Ferdy Sambo mengambil rekaman CCTV terkait kasus penembakan Brigadir J.

Perbuatan Irjen Ferdy Sambo ini dinilai melanggar prosedur terkait proses olah TKP kasus yang menjadi perhatian publik tersebut.

Irjen Ferdy Sambo pun dibawa dan ditempatkan di tempat khusus yang ada di Mako Brimob pada Sabtu (7/8/2022) malam.

Baca juga: INILAH Kesalahan yang Dilakukan Irjen Ferdy Sambo Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan,Irjen Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran etik terkait tewasnya Brigadir J.

Salah satu pelanggaran etik yang diduga dilakukan Ferdy Sambo adalah mengambil rekaman video CCTV pembunuhan Brigadir J.

Pengambilan CCTV ini merupakan salah satu pelanggaran prosedur olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang diduga dilakukan Irjen Ferdy Sambo.

“Dalam olah TKP terjadi misal pengambilan CCTV,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (6/8/2022) malam, dikutip Bangkapos.com dari Tribunnews.com.

Dedi mengatakan, Ferdy Sambo sebelumnya telah diperiksa inspektorat khusus terkait dugaan pelanggaran kode etik.

“Malam hari ini dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan, pengawasan pemeriksaan khusus terhadap perbuatan Irjen FS yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam.”

 

 

“Oleh karena itu pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu di Kor Brimob Polri,” kata Dedi dalam konferensi pers, Sabtu (6/8/2022).

Editor: fitriadi

bangka.tribunnews.com, 7 Agustus 2022 09:59

***

IPW Dorong Polisi Pidanakan Ferdy Sambo soal Ambil CCTV

 

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendorong Polri menjerat pidana mantan Kepala Divisi Profesi dan Keamanan Polri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

 

Sugeng menilai Sambo tidak boleh hanya diproses etik, tetapi juga harus diproses pidana. Sebab, pengambilan CCTV di rumah dinas Sambo menurutnya masuk dalam ranah pidana yakni obstruction of justice.

 

“Jadi pelanggran kode etiknya itu adalah obstruction of justice ya namanya, menghalangi proses penegakan hukum. Perbuatan yang dilakukan itu adalah merusak TKP, kemudian menghilangkan barang bukti CCTV, mungkin pistol, ya itu bisa dipidana dengan Pasal 221 jo Pasal 233 (KUHP) ancamannya 4 tahun,” kata Sugeng kepada CNNIndonesia.com, Minggu (7/8).

 

Sugeng juga mengatakan tindakan yang dilakukan Sambo merupakan tindakan melawan hukum yang dilakukan secara berjemaah. Sambo disebut melawan hukum dengan mengajak serta anggotanya dalam kasus yang menewaskan Brigadir J.

 

Oleh sebab itu, Sugeng berharap pemeriksaan kode etik Sambo bisa dipercepat dan menghasilkan keputusan berupa pemecatan secara tidak hormat. Ia juga berharap para anggota Sambo turut diproses dan dikenakan sanksi serupa.

 

“Saya berharap pemeriksaan kode etiknya bisa dipercepat kemudian diproses sidang etik dipercepat dengan pemecatan, pemberhentian tidak dengan hormat. Kemudian kalau ada unsur pidananya kepada Sambo dan kawan-kawan itu dan anggota-anggotanya bisa disebut geng ini ya, itu juga dikenakan, dikenakan pemberhentian dengan tidak hormat,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Mabes Polri memutuskan menempatkan Irjen Ferdy Sambo ke tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus penembakan di rumah dinasnya yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

bataranews.com, 07 Agu 2022, 14:32:55

(nahimunkar.org)