Operator telepon itu menanyakan kepada para pelanggan layanannya: “Siapa yang telah diperdaya oleh Iblis di masa kepemimpinan Imam Ali (pemimpin Syiah pertama)?”

Dua jawaban pilihan yang disodorkan adalah : A. Sharih Qazi, pemimpin Sunni di Kota Kufah, di awal abad perkembangan Islam. B. Umar bin al-Khattab, khalifah kedua umat muslim.

Pada khotbah Jumat lalu, ulama di Kota Zahedan, Maulavi Abdulhamid Ismailzehi mengatakan Irancell telah menghina salah satu tokoh penting dalam Islam, seperti dikutip situs Iran Daily Breif.

Situs itu juga menyatakan jaksa di Zahedan telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Irancell.

Inilah beritanya

***

Sebuah operator seluler Iran mengadakan kuis SMS yang menghina sahabat Nabi Muhammad SAW

irancellKuis SMS yang diadakan oleh salah satu operator seluler Iran terbesar telah menyeret perusahaan tersebut ke dalam masalah hukum karena dianggap menghina seorang sahabat Nabi (shalallahu ‘alaihi wa sallam), yang termasuk salah satu dari Khulafa ar-Rasyhidin.

Seorang jaksa penuntut dari provinsi Sistan dan Baluchistan, wilayah yang mayoritas masyarakat Ahlu Sunnah, pekan lalu mengajukan tuntutan terhadap sebuah operator seluler Iran setelah protes kaum Muslimin atas pertanyaan kuiz bagi para pelanggan provider itu, menurut laporan Radio Free Europe Radio Liberty (rferl) pada Selasa (23/7/2013).

Pertanyaan itu menyinggung umat Islam, yang mana berbunyi, “Hakim mana yang ditipu oleh setan pada masa Imam Ali?,” para pelanggannya ditanya melalui pesan singkat.

Para peserta dalam kuis ini diberikan dua pilihan jawaban, yang mana salah satunya adalah Umar bin Khattab (radhiallahu ‘anhu) seorang sahabat yang mulia dan termasuk salah satu khalifah, dan pilihan jawaban inilah yang membuat Muslim di negara tersebut marah. Kuis SMS itu menyebabkan masyarakat Muslim Sunni melakukan kampanye untuk memboikot perusahaan seluler itu.

Mereka yang memprotes perusahaan seluler itu menganggap bahwa kuis SMS itu telah menghina keyakinan kaum Sunni. “Penghinaan Irancell terhadap sahabat yang mulia Umar bukan saja sebuah penghinaan terhadap seorang tokoh yang dihormati oleh kaum Sunni. Ini penghinaan terhadap budaya dan peradaban Iran” kata salah satu pernyataan yang diposting i halaman Facebook “Campaign to Boycott Irancell.”

Sebagian warga di Sistan dan Baluchistan dan di wilayah mayoritas Sunni lainnya, seperti Kurdistan, dilaporkan menghancurkan kartu SIM Irancell mereka sebagai aksi protes.

Beberapa tokoh Ahlu Sunnah di Iran juga melakukan protes terhadap perusahaan operator seluler itu dan meminta perusahaan tersebut untuk meminta maaf kepada publik, khususnya kaum Ahlu Sunnah. (siraaj/arrahmah.com) SiraajRabu, 16 Ramadhan 1434 H / 24 Juli 2013 13:41

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.199 kali, 1 untuk hari ini)