Ilustrasi : (foto tabloidbongkar)


Kebakaran hebat terjadi menjelang upacara penyambutan Irjen Polisi Anton Chaliyan yang akan menjadi Kapolda Sulselbar dan istrinya yang akan dilantik menjadi Ketua Bhayangkari Sulselbar, Senin (25/4/2016).

Inilah beritanya.

***

Mapolda Sulselbar Terbakar, Tiga Jam Sebelum Pelantikan Kapolda Baru 

Makassar, (Sulsel). TabloidBongkar.com – Gedung Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar, pada Senin (25/4/2016) sekitar pukul 04:00 Wita mengalami kebakaran hebat dan berhasil dipadamkan pukul 5 dini hari.

Menurut Makmur salah satu warga yang sempat melihat peristiwa tersebut menyatakan, api pertama kali terlihat di lantai dua lalu kemudian dengan cepat merembet sampai ke lantai tiga. Mobil pemadam kebakaran baru datang ketika api sudah terlanjur membesar dan menghaguskan beberapa ruangan diantaranya, ruang Ditreskrimum lantai dua, Ruang Keamanan Negara (Kemnag), Ruang Harta Benda (Harda) dan Ruang Tanah dan Bangunan (Tahbang), dan juga ruang Ditresnarkotika.

“Kejadian berawal dari lantai dua gedung Mapolda mulai terlihat kobaran api, setelah itu sampai naik kelantai tiga, dan ada beberapa ruangan yang terbakar” ucapnya kepada TabloidBongkar.com.

Akibat kebakaran itu, arsip dokumen khususnya terkait kasus-kasus yang ditangani Polda Sulselbar ikut hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran ini terjadi menjelang upacara penyambutan Irjen Polisi Anton Chaliyan yang akan menjadi Kapolda Sulselbar dan istrinya yang akan dilantik menjadi Ketua Bhayangkari Sulselbar.

Upacara penyambutan itu digelar di halaman markas Polda Sulselbar dan dihadiri para pejabat utama Polda Sulselbar dan ratusan personel sekitar pukul 07.00 Wita. Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Charliyan melalui Kabid Humas Polda Kombes Pol Frans Barung Mangera yang di hubungungi TabloidBongkar.com, membenarkan insiden tersebut dan untuk sementara penyebab peristiwa tersebut sedang diusut.

“Untuk sementara penyebabnya adalah arus pendek, namun tetap kita dalami, mengusut penyebab pasti kejadian tersebut” pungkasnya.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 72 tahanan terpaksa di pindahkan ke halaman masjid At Taqwa Mapolda dan selanjutnya akan di titip di rumah tahanan Polrestabes Makassar.

Penulis : Heri.

Editor: James/tabloidbongkar.com – April 25th, 2016

***

MISTERI KEMATIAN SIYONO
PAN: KAPOLRI HARUS COPOT IRJEN ANTON CHARLIYAN!

RMOL. Pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan terkait kematian Siyono menuai kritik kalangan politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Anton seolah menuduh Muhammadiyah dan pihak-pihak yang mengkritik sepak terjang Densus 88 sebagai kelompok pro teroris.

“Tudingan ini sungguh keji dan tidak mendasar. Muhammadiyah lahir lebih dahulu dibanding negeri ini,” ujar Wakil Ketua Fraksi PAN, Teguh Juwarno dalam pesan singkatnya, Kamis, (7/4).

Menurutnya, sangat gegabah menyederhanakan upaya mencari keadilan disamakan dengan pro teroris. Teguh pun mengingatkan, Muhammadiyah telah menyumbangkan kader-kadernya untuk berjuang dan berkorban demi kemerdekaan negeri ini.

Tindakan Densus 88 selama ini yang harus dikritisi karena menebar teror terhadap aktivis Islam di tanah air. Seharusnya, kata Teguh lagi, Polri dan Densus mengedepankan upaya deradikalisasi dengan melibatkan tokoh dan ormas Islam untuk mengajak para fundamentalis kembali ke jalan yang benar.

“Karena itu, kami mendesak Kapolri untuk mencopot Kadiv Humas dan mencabut pernyataannya yang menuduh kelompok pembela Siyono sebaga Pro teroris,” tegas Teguh.

Ia kembali menekankan bahwa Muhamamdiyah dan ormas Islam telah membuktikan bahwa Islam di Indonesia yang moderat dan toleran.*/[wid]/politik.rmol.co – Kamis, 07 April 2016

***

Anton Charliyan Bantah Sebut Muhammadiyah Pro Teroris

TEMPO.COJakarta – Kepolisian RI membantah menyebut Organisasi Islam Muhammadiyah pro teroris. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan berita yang bernada tuduhan berasal dari salah tafsir wartawan saat mengartikan pernyataannya.

“Saya bilang akan membasmi semua teroris, lalu teman kalian (wartawan) tanya apakah Muhammadiyah pro teroris? Lalu saya jawab, semua yang membela dan pro teroris ya harus dilawan, pernyataan itu bukan berarti Muhammadiyah pro teroris,” ujar Anton setelah diskusi bersama ulama dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan tokoh lainnya di Markas Polri, Kamis, 7 April 2016.*/m.tempo.co – Kamis, 07 April 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.497 kali, 1 untuk hari ini)