.

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِي اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ: فَإِنْ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Ma’asyirol muslimin, rahimakumullah
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Alloh Subhannahu wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman, yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim, jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Alloh, dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin.

Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi kecuali Alloh, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya, semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat.

Selanjutnya dari atas mimbar ini, perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudara-saudara sekalian dan kepada diri saya sendiri, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala selama sisa umur yang Alloh karuniakan kepada kita, dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintah-perintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah. Marilah kita bersyukur kepada Alloh yang telah meberi kita nikmat iman dan islam. Islam adalah agama kasih sayang, agama keadilan, agama ibadah dan mu’amalah. Kaum muslimin rahimakumulloh, Agama yang diakui disisi Alloh adalah Islam.  Alloh berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

 ” Sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh hanya Islam ”. (QS. Ali-Imran: 19).

Orang yang mencari agama selain Islam akan ditolak oleh Alloh. Sebagaimana firmanNya:

{وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ } [آل عمران: 85]

” Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu darinya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang merugi ”. (QS. Ali-Imran: 85).

Islam adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Alloh lahir dan batin, tidak menunda-nunda, tidak malas, tidak menyimpang dan juga tidak berbuat yang sia-sia. Islam adalah ketaatan kepada Alloh ketika sendiri atau bersama orang lain, menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Alangkah mudahnya hal ini bagi orang yang dipermudah. Semoga kita termasuk orang yang diberi kemudahan oleh Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala.

Kaum muslimin rahimakumullah

Namun kita perlu waspada, karena syaithan yang memendam bara permusuhan akan terus berusaha melemahkan tekad kita untuk melaksanakan agama ini. Syaithan akan terus mengajak kita bermalas-malasan, menunda-nunda perbuatan taat, serta syaithan akan menipu dan mendorong kita agar berbuat maksiat dan menyimpang. Syaithan akan menggambarkan kepada kita, bahwa agama ini mengekang dari kebebasan, menyempitkan ruang gerak dan menyia-nyiakan kemashlahatan kita. Syaithan akan memberikan gambaran yang paling jelek tentang agama ini, agar kita menjauh dari agama ini, sehingga kita menjadi orang yang binasa, sebagaimana binasanya syaithan. Wal iyadzu billah. Alloh berfirman:

{ إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ} [فاطر: 6]

” Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya syaithan-syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala ”. (QS. Fathir: 6).

Kaum muslimin rahimakumullah

Agama Islam ini bersih dari semua gambaran jelek yang diberikan oleh syaithan dan musuh-musuh Islam. Agama ini adalah agama yang haq (benar), agama keadilan dan agama kebebasan yang sebenarnya. Agama Islam adalah agama yang mudah, yang ringan, agama kebahagiaan dan kemajuan.

Perhatikanlah ushul-ushul (prinsip-prinsip) agama ini, agar kita bisa mengqiaskannya kepada cabang-cabangnya.

 Kaum muslimin rahimakumullah

 Agama Islam dibangun diatas lima rukun, yaitu syahadat Laailaha illalloh (Tidak ada illah (Tuhan) yang berhaq diibadahi kecuali Alloh), dan Muhammad ibnu Abdillah ¬ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam utusan Alloh, mendirikan shalat, menunaikan zakat, shaum (puasa) dibulan Ramadhan dan berhaji ke Baitullah Makkah bagi orang-orang yang mampu melaksanakannya. Rukun (dasar) Islam yang lima ini, semuanya mudah dan ringan.

Semuanya membawa maslahat dan nilai tarbiyah/pendidikan. Persaksian ” Tidak ada illah (Tuhan) yang berhaq diibadahi kecuali Alloh ” merupakan pentauhidan Alloh dan pembersihan hati seorang hamba, dari penghambaan dan ibadah kepada selain Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala, serta membatasi ibadah hanya untuk Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala, Rabb yang telah menciptakan kita, menyempurnakan kita. Dzat yang telah memberikan rizki kepada kita dengan lautan nikmatnya, serta mengatur urusan kita. Jadi kaitannya dengan Alloh adalah kita adalah hamba-hamba Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala. Sedangkan kaitannya dengan makhluk yang lain, kita ini adalah makhluk yang bebas dan merdeka.

Adalah termasuk perbuatan dungu, jika ada orang yang meninggalkan ibadah kepada Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala, lalu ia mengikatkan dirinya dengan ibadah kepada hawa nafsu, harta atau fulan dan fulan. Banyak diantara umat ini, jika ia menyibukkan dirinya dengan perbuatan taat kepada Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala, maka seakan-akan mereka itu menahan bara api, sedikit sekali yang sabar. Sebaliknya jika berkaitan dengan urusan dunia, mereka mengerjakannya dengan sepenuh hati dan pikiran, seakan-akan merasa tenang dengan urusan dunia. Keadaan seperti ini merupakan bentuk mengabdi kepada dunia, dan (memiliki nilai) kurang dalam ibadah kepada Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hambaNya yang mampu bersabar.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Adapun persaksian, bahwa Muhammad ¬ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam itu adalah utusan Alloh. Ini adalah pemurnian ittiba’ (mengikuti) hanya kepada beliau ¬ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam, bukan kepada makhluk yang lain. Beliau ¬ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam adalah utusan Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala, yang diberi tugas menyampaikan risalah ini kepada manusia. Oleh karena itu, kewajiban manusia adalah mengikuti sedangkan kewajiban para nabi dan rasul itu adalah menyampaikan. Para nabi dan rasul akan dimintai pertanggung jawaban tentang tugas menyampaikan risalahnya. Adapun kita akan ditanya tentang kewajiban ittiba’ (mengikuti) Nabi dan Rasulnya. Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala berfirman:

{فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ} [الأعراف: 6]

” Maka sesungguhnya kami menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka, dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami) ”. (Qs. Al-A’raf: 6).

Sesungguhnya masing-masing orang dalam beramal menempuh diantara dua jalur ; jalur para nabi dan rasul, atau jalan orang yang sesat lagi membangkang. Perhatikanlah dua jalan tersebut, manakah yang lebih lurus dan lebih mendapatkan hidayah?.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Rukun kedua yaitu shalat. Alangkah ringan, mudah. Alangkah bermanfaatnya shalat bagi hati, badan, individu dan masyarakat. Shalat adalah penghubung antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Seorang hamba tidak akan melakukan shalat, kecuali jika dalam keadaan suci. Seorang hamba berdiri di hadapan Rabb-nya dengan penuh khusu’ dan khudhu’. Dia mendekatkan diri kepada Rabb-nya dengan dzikir, membaca Al-Qur’an ruku’, berdiri dan sujud yang disyari’atkan. Lalu memohon kepada Rabb-nya untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Itulah keadaan seorang hamba ketika melakukan shalat. Shalat juga menjadi penyebab terhapusnya dosa, serta pencegah seorang hamba dari melakukan perbuatan keji dan munkar. Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

” Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar ”. (Qs. Ankabut: 45).

Kaum muslimin rahimakumullah

Kemudian rukun Islam yang ketiga, yaitu zakat. Zakat merupakan jumlah yang sangat kecil yang wajib dikeluarkan dari harta-harata kita untuk memenuhi kebutuhan hidup saudara-saudara kita, juga untuk memperbaiki masyarakat kita. Zakat itu dapat membersihkan haarta dan mensucikan jiwa kita dari sifat bakhil. Zakat juga dapat membersihkan hati dari dosa-dosa. Alloh berfirman:

{خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ } [التوبة: 103]

 ” Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu menjadi ketentraman jiw bagi mereka. Dan Alloh Maha mendengar lagi Maha mengetahui ”. (QS. At-Taubah: 103).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Namun sangat disayangkan banyak diantara orang-orang yang mengaku muslim, mudah sekali bagi mereka mengelurakan harta dalam jumlah banyak, demi mengikuti kemauan hawa nafsunya; padahal itu tidak bermanfaat baginya atau bahkan merugikan dirinya. Lalu ketika tiba waktunya menunaikan zakat yang wajib maupun infaq yang sunnah, alangkah beratnya dia mengeluarkan hartanya meskipun hanya satu dirham. Seakan-akan dia tidak percaya dengan janji Alloh yang akan mengganti hartanya itu di dunia dan di akhirat dengan pemberian pahala yang banyak. Seakan-akan tidak percaya dengan ancaman Alloh yang sangat keras bagi orang-orang yang enggan membayar zakat.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Sedangkan masalah Shaum/puasa, itu merupakan kewajiban yang dibebankan kepada hamba hanya satu bulan dalam setahun, yaitu pada bulan yang mengingatkan kita semua pada satu nikmat yang sangat agung/besar yaitu bulan yang diturunkan Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup kita. Pada bulan Ramadhan, kita hanya dilarang pada waktu siang hari saja dalam masalah makan, minum, jima’ dan beberapa hal yang membatalkan puasa. Itu semua dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh, dan dalam rangka lebih mengutamakan ridhaNya daripada memenuhi keinginan hawa nafsunya yang dengan itulah akan tercapai ketaqwaan. Kita sudah mengetahui semua di dalam puasa itu terdapat banyak manfaat bagi badan maupun bagi masyarakat.

Kaum muslimin rahimakumullah

Kemudian rukun Islam yang terakhir adalah haji, yaitu suatu kewajiban yang dibebankan kaum muslimin hanya satu kali dalam hidupnya itupun bagi orang yang mampu melaksanakannya, baik secara fisik maupun harta. Haji ini juga bisa menjadi penyebab terhapusnya dosa. Haji yang mabrur pasti akan mendapatkan imbalan syurga.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Itulah rukun Islam, apakah ada yang sulit? Apakah ada yang kurang? Demikian itulah syari’at dan hukum Alloh. Adakah yang lebih baik dari pada hukum Alloh? Alloh berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

” Dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Alloh bagi orang-orang yang yakin? ”. (QS. Al-Mai’dah: 50).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyirol Muslimin rohimakumullah,

Islam adalah kebanggaan dan kemuliaan bagi pemeluknya. Dengan Islam, kemajuan fisik maupun mental akan dapat diwujudkan. Barangsiapa yang meragukan hal ini, hendaklah ia mau meluangkan waktu untuk menengok sejarah permulaan Islam. Ketika para penganutnya benar-benar ber-islam secara lahir batin, mereka tidak silau dengan gemerlapnya dunia. Mereka tidak pernah terpalingkan dari Alloh dengan apapun juga. Ketika itu kemajuan dalam berbagai hal dapat diwujudkan.

Kaum muslimin rahimakumullah

Karenanya wahai kaum muslimin, marilah kita pegang teguh agama ini. Kita laksanakan syari’atnya dengan sepenuh hati, lahir batin, baik ketika kita seorang diri, ataupun pada saat berada di tengah khalayak. Hendaklah kita takut tertimpa satu musibah yang disampaikan oleh Alloh dalam firmannya:

{فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ} [الأنعام: 44] {فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } [الأنعام: -44-45]

” Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada merek, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepad mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Alloh, Rabb semesta alam ”. (QS. Al-An’am: 44-45).

Sekian. Barakallohu’ Fiikum, Semoga  dapat bermanfaat.

Akhirnya marilah kita sejenak bermunajat kepada Alloh Ta’ala,

إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلَّونَ عَلَى الَّنِبْيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُواْ رَبَّنَا إِنَّكّ رَؤُوْفُ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نًافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبِلاً. رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.
رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَاوَعَدتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَتُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيعَادَ.
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى رَسُوْلِهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Referensi Kitab; Kitab Ad-Dliya’ul Laami’Minal Khutabil Jawami yang diterbitkan Oleh Tandzim Harakah Sunniyyah Anshorus Sunnah Muhammadiyah, Sudan, Karya:                             Al-Allamah Syaikhuna Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin Rahimahullah, dll.

By Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.112 kali, 1 untuk hari ini)