Jadi sudah paham kan, kenapa Allah melarang kita memilih pemimpin kafir? Jika belum paham juga, mungkin keislaman Anda perlu diragukan.

Jonru

***

Kalian waras?

kalian-waras

Jonru

***

Tabligh Akbar di Istiqlal Dibatalkan, Calon Peserta Diajak Tetap Hadir Berdoa

silaturrahmi-akbar

Foto: Istimewa

Jakarta – Aliansi Peduli Ummat dan Bangsa sedianya akan menggelar tabligh atau silaturahim akbar ‘Doa untuk Kepemimpinan Ibu Kota’ di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (18/9/2016). Acara tersebut dibatalkan. Panitia mengimbau calon peserta tak terprovokasi dan tetap datang untuk beribadah.

Pembatalan kegiatan dikeluarkan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) melalui surat kepada Polda Metro Jaya pada Jumat, 16 September 2016. Alasannya, kegiatan tidak sesuai perencanaan.

“Maka acara dibatalkan,” demikian penggalan surat yang ditandatangani Wakil Sekretaris BPPMI, Sukiman Azmy, sebagaimana dikutip detikcom, Sabtu (17/9/2016).

Sementara dalam rilisnya hari ini, panitia acara mengaku sudah menerima pemberitahuan pembatalan acara. Mereka juga sudah menkonfirmasi ke BPPMI, tapi keputusan tersebut dinyatakan sudah final.

“Kami anjurkan umat salat Zuhur berjamaah dan berdoa di Masjid Istiqlal,” demikian isi rilis yang diteken ketua panitia, Jayadi Hasan, dan sekretaris Novita Maryana.

surat-masjid-istiqlal

Surat Pembatalan Tabligh Akbar

Calon peserta diimbau berpakaian putih dan tidak membawa atribut organisasi atau partai. Juga diimbau tidak terprovokasi.

“Kita tidak boleh dibenturkan dengan pihak manapun, termasuk pihak Masjid Istiqlal, dan tokoh atau elemen umat lainnya,” demikian rilis tersebut.

Berdasarkan pengumuman, tabligh akbar direncanakan dihadiri Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, Habib Rizieq, Ustad Yusuf Mansur, dan-lain. Belum ada kejelasan apakah mereka akan tetap datang atau tidak.
(try/try)/ https://news.detik.com/Muhammad Fida Ul Haq/Sabtu 17 Sep 2016


***

Silaturrahim Akbar di Masjid Istiqlal Resmi Dibatalkan Sepihak! Ustadz Zaitun: Biarlah Umat yang Menyimpulkan

JAKARTA (Panjimas.com) – Perjuangan umat Islam untuk menyelamatkan Ibu Kota, akhirnya diganjal di tengah jalan. Acara bertajuk Silaturrahim Akbar dan Do’a Untuk Keselamatan Ibukota yang sedianya akan digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, pada Ahad, 18 Januari 2016 pukul 13.00-17.00, secara resmi dibatalkan sepihak oleh pengelola Masjid Istiqlal.

Sejatinya, acara Silaturrahim Akbar tersebut dilaksanakan sebagai bentuk follow up dari Mudzakarah Ulama dan tokoh Nasional yang digelar oleh Majelis Ormas Islam (MOI) dan Majelis Pelayan Jakarta (MPJ)  pada Rabu (14/9) lalu.

Sahingga, sangat ironis, masjid Istiqlal yang berarti masjid merdeka itu justru membatalkan acara yang akan menghadirkan para tokoh, aktivis Islam, pimpinan Ormas dan para ulama yang akan diundang seperti KH. Abdul Rasyid, Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin, Hidayat Nur Wahid, Amin Rais, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Habib Rizieq Syihab, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Fahmi Salim, Derri  Sulaiman, dan Sastrwan Taufiq Ismail.

Pembatalan resmi itu disampaikan Ketua Badan Pekerja Majelis Pelayan Jakarta (MPJ), Ustadz Zaitun Rasmin yang telah berupaya melakukan negosisasi dengan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), sejak siang tadi.

“Sudah jelas dibatalkan. Tapi nanti panitia akan membuat rilis resmi, kemungkinan kita akan menyerukan agar tetap shalat zhuhur di sana,” kata Ustadz Zaitun kepada Panjimas.com, Jum’at (16/9/2016).

Saat ditanya, apakah panitia melihat sesuatu di balik pembatalan sepihak pengelola masjid Istiqlal, Ustadz Zaitun menjawab dengan tersenyum.

“Ya kita sih tidak bisa menduga-duga masalah itu, biarlah umat yang menyimpulkan,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebagaimana diterima redaksi Panjimas.com pada Jum’at (16/9/2016), tersebar pula pesan siaran (broadcast) di media sosial terkait pembatalan sepihak acara Silaturahim Akbar tersebut. Pembatalan itu berdalih, izin acara di Istiqlal tidak sesuai dengan undangan yang tersebar di tengah masyarakat. (Baca: Innalillahi, Agenda Besar Umat Islam Selamatkan Jakarta, Terancam Dibatalkan Sepihak Pengelola Masjid Istiqlal)

السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

“Dengan hormat,

Terkait broadcast yang tersebar mengenai anjuran kepada semua pengurus Ormas, anggota dan simpatisan nya serta kaum muslimin dan muslimat sejabodetabek untuk menghadiri Silaturahmi Akbar yang diselenggarakan oleh ALIANSI PEDULI UMAT DAN BANGSA di Masjid Istiqlal, Ahad Tgl 18/9/2016.

Dengan ini kami pihak Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) dengan resmi membatalkan perizinan atas acara tersebut melalui surat:

Nomor: 445/BPPMI/IX/2016

Tanggal 16 September

Tentang Pencabutan Izin Penggunaan Sarana/Fasilitas Masjid Istiqlal

Karena ketidaksesuaian antara ijin yang diajukan oleh panitia dengan rencana pelaksanaan kegiatan seperti yang diumumkan kepada masyarakat.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan dan mohon disebarkan agar dapat menjadi informasi bagi seluruh umat Islam di Jabodetabek.

والسلام عليكم و رحمة الله وبركاته

Hormat kami

Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI).”/panjimas.com

*** 

Acara di Masjid Istiqlal Dibatalkan, Ada Dugaan Intervensi Istana dan Ahok

Acara bertajuk ‘Silaturrahim Akbar dan Do’a Untuk Keselamatan Ibukota’ di Masjid Istiqlal pada 19 September 2016 dibatalkan pihak pengurus masjid menandakan ada indikasi intervensi pihak Istana dan Balai Kota DKI Jakarta.

“Kalau dibatalkan mendadak, menandakan ini upaya untuk meniadakan acara ini agar tidak bisa mencari tempat lain,” kata aktivis pergerakan Islam Muhammad Khoiruddin dalam pernyataan kepada suaranasional, Sabtu (17/9).

Khoiruddin menduga, pihak Istana membatalkan acara ini karena dianggap menggerakkan umat Islam untuk menjegal Ahok di Pilkada DKI Jakarta. “Kalau dianggap menjegal Ahok sangat berlebihan. Acara tersebut Silaturrahim Akbar dan Do’a Untuk Keselamatan Ibukota,” jelas Khoiruddin.

Kata Khoiruddin, pembatalan acara dan ada dugaan intervensi pihak Istana menandakan saat ini penguasa sudah otoriter.

“Walaupun terlihat santun, tapi ada presiden bayangan yang sangat otoriter punya peran penuh seperti menabrak aturan larangan reklamasi. Masyarakat sudah tahu sendiri orang kuat itu,” papar Khoiruddin.

Khoiruddin mengatakan, di saat pelarangan acara di Masjid Istiqlal justru para pendukung Ahok melakukan politisasi masjid. “Di berbagai media sosial pendukung Ahok memperlihatkan masjid yang dibangun Ahok di lingkungan Balai Kota,” pungkas Khoiruddin./ http://suaranasional.com/17/09/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.168 kali, 1 untuk hari ini)