Umat Islam wajib menghindarinya.

Dedengkot liberal dari NU Ulil Abshar Abdalla menyatakan, Islam Nusantara mirip dengan ajaran Katolik.

“Jadi perbandingannya: Islam Nusantara paralel dg Katolik. Islam liberal dg Protestan liberal. Islam “Jonru” dg Protestan fundamentalis,” ujarnya melalui akun Twitter, @ulil, 21 Agustus 2015.

Alasan Ulil, tentang Islam Nusantara dengan Katolik itu: “Kemiripan dg Katolik dari segi kuatnya aspek tradisi dan kultur lokal.” (lihat REPUBLIKA.CO.ID, Selasa, 25 Agustus 2015, 05:46 WIB).

aug 21

Dengan penjelasan Ulil itu, kita bisa tahu.

Ketika Islam Nusantara parallel dengan Katolik, maka Umat Islam wajib menghindarinya. Umat Islam perlu mengingat, setiap shalat selalu membaca Al-Fatihah, minta diberi petunjuk kepada Allah Ta’ala:

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧ [سورة الفاتحة,٦-٧]

  1. Tunjukilah kami jalan yang lurus
  2. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat [Al Fatihah,6-7]

ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ jalan yang lurus, itu adalah  agama Islam.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan,

تفسير ابن كثير ت سلامة (1/ 138)

وَعَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَعَنْ مُرَّةَ الْهَمْدَانِيِّ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، وَعَنْ نَاسٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} قَالُوا: هُوَ الْإِسْلَامُ.

Riwayat dari Abi Shalih, dari Ibnu Abbas; dan dari Murrah al-Hamdani dari Ibnu Mas’ud, dan dari orang-orang dari para sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} Tunjukilah kami jalan yang lurus, mereka berkata: yaitu Islam. (lihat Tafsir Ibnu Katsir).

Jadi jalan yang lurus dalam surat Al-Fatihah itu menurut Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan para sahabat adalah Islam.

Kemudian dijelaskan pula lafal al-maghdhub (orang-orang yang dimurkai) dan Ad-dhoolliin (orang-orang yang sesat).

ٱلۡمَغۡضُوبِ (orang-orang yang dimurkai) adalah Yahudi, sedang  ٱلضَّآلِّينَ (orang-orang yang sesat) adalah Nasrani.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan

تفسير ابن كثير ت سلامة (1/ 142)

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ، قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ: {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ} قَالَ: “هُمُ الْيَهُودُ” {وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: “النَّصَارَى هُمُ الضَّالُّونَ”. وَهَكَذَا رَوَاهُ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ بِهِ (8) .

Hadits riwayat dari Adi bin Hatim, ia berkat: aku bertanya kepada Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mengenai firman Allah {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ} bukan (jalan) mereka yang dimurkai , beliau berkata: “هُمُ الْيَهُودُ” mereka itu adalah orang-orang Yahudi. {وَلَا الضَّالِّينَ} dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat, beliau berkata: “النَّصَارَى هُمُ الضَّالُّونَ”. Orang-orang Nasrani itulah mereka orang-orang yang sesat. (demikianlah diriwayatkan Sufyan bin ‘Uyainah, dari Ismail bin Abi Khalid, dari As-Sya’bi, dari Adi bin Hatim. (رواه الحميدي في مسنده (2/406) عن سفيان به. Diriwayatkan oleh Al-Humaidi dalam musnadnya 2/406 dari Sufyan).

Ketika Islam Nusantara disebutkan oleh Ulil: “Jadi perbandingannya: Islam Nusantara paralel dg Katolik. Islam liberal dg Protestan liberal. “, berarti Islam Nusantara ya bukan jalan Islam, tetapi adalah paralel dengan jalan orang-orang sesat. Sedang Islam liberal juga bukan jalan Islam tetapi jalan yang parallel degan jalan orang-orang yang sesat.

Oleh karena itu, Islam Nusantara dan Islam Liberal wajib dihindari oleh seluruh Umat Islam. Sesuai dengan doa Umat Islam setiap shalat.

***

Tentang pernyataan Ulil, inilah beritanya.

***

Ulil: Islam Nusantara Pararel dengan Katolik

JAKARTA — Pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla menyindir tindak-tanduk aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jonru Ginting. Jonru yang dikenal kerap mengkritik para aktivis JIL dan pemerintah, dinilai Ulil sebagai seorang fundamentalis.

Ulil pun membandingkannya dengan Islam Nusantara yang belakangan ini kerap disuarakan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Hanya saja, Ulil menyatakan, Islam Nusantara mirip dengan ajaran Katolik.

“Jadi perbandingannya: Islam Nusantara paralel dg Katolik. Islam liberal dg Protestan liberal. Islam “Jonru” dg Protestan fundamentalis,” ujarnya melalui akun Twitter, @ulil. Dia pun melanjutkan, “Atau lebih tepatnya, Islam Jonru mirip Protestan fundamentalis.”
ulil
Ketika salah satu pengikutnya bertanya lebih lanjut, Ulil memberikan argumentasi mengapa membandingkan ajaran Islam Nusantara dengan Katolik. “Kemiripan dg Katolik dari segi kuatnya aspek tradisi dan kultur lokal.”

Ulil yang kerap berdebat di lini masa mendapat serangan dari salah satu pengikutnya yang lain, yang menilai alumnus Universitas Harvard tersebut terkesan sesukanya menafsirkan ajaran Alquran. Dia dengan enteng menjawab bahwa Alquran itu isinya hasil pendapat para pengarang. “90% Quran yg ada dlm sejarah Islam memamakai pendapatnya pengarang. Kalau ngga pake pendapat, ya ndak bisa.”

Redaktur : Erik Purnama Putra, REPUBLIKA.CO.ID, Selasa, 25 Agustus 2015, 05:46 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.362 kali, 1 untuk hari ini)