Ilustrasi: Kiri, Mudzakarah 1000 Ulama di Tasikmalaya Jabar 5-7 Agustus 2018, gebuk Islam Nusantara./ foto mjlsmjhdn. Kanan, Pertemuan NU Sedunia ke-17 di Makkah, 18/8 2018 menjelang wuquf di Arafah 1439H, mengakui Islam Nusantara agamanya NU, dan akan Meng-NU-kan Indonesia, bahkan Dnia./ foto fjronln 


Gayeng tenan! (Ramai benar2). Belum lama ini Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya Jawa Barat menegaskan, bahwa Islam Nusantara, Syiah, dan JIL sebagai Kedok Upaya Merusak Tatanan Moral Agama.

Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin V di Tasikmalaya Jawa Barat, 5-7 Agustus 2018, di antaranya menegaskan: Para alim ulama Indonesia harus memiliki sikap tegas dalam menghadapi Islamophobia, Komunisme, aliran sesat dan upaya merusak tatanan moral agama melalui berbagai kedok seperti Islam Nusantara, Syiah, Jaringan Islam Liberal dan lainnya supaya tidak memosisikan umat Islam sebagai rakyat tertindas di negeri sendiri. (Islam Nusantara, Syiah, dan JIL sebagai Kedok Upaya Merusak Tatanan Moral Agama, Posted on 8 Agustus 2018 by Nahimunkar.com ).

Sorotan tajam terhadap Islam Nusantara telah bertubi-tubi ditebarkan sejak kemunculannya beberapa tahun lalu.

Pengusung “Islam Nusantara” bagai Abrahah yang Ingin Hancurkan Ka’bah.

Tak ubahnya mereka itu seperti Abrahah yang berambisi menghancurkan Ka’bah, akibatnya harus berhadapan dengan Alloh Ta’ala.

Anehnya, Pada tanggal 19 agustus 2015 Kementerian Agama melalui  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam surat edaran mereka bernomor : Dj.I/Dt.I.IV/1/PP.00.9/3012 /2015, menjanjikan program bantuan Rp 50.000.000 bagi setiap penulis yang mundukung Islam Nusantara.

Posted on 28 Agustus 2015 by Nahimunkar.com

Data itu dikemukakan oleh Ustadz Yusuf Utsman Baisa dari Perhimpunan Al-Irsyad di Jakarta disertai copian surat dari Kemenag.

Rupanya walaupun Islam Nusantara telah disoroti tajam, bukannya para pengusungnya terutama dari NU dan Kemenag surut, tetapi malah menjadi-jadi, bahkan seperti unjuk gigi.

Setelah ada gebukan keras dari 1000 Ulama terhadap Islam Nusantara, Syiah, Jaringan Islam Liberal dan lainnya itu, tak lama berselang kemudian para pentolan NU berkumpul di Makkah Sabtu 18 Agustus 2018, menjelang wuquf di Arafah 1439H/ 20/8 2018. Di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah itu pentolannya pentolan2 NU seolah sesumbar dengan mengatakan: “Islam Nusantara itu Islamnya Nahdlatul Ulama. Kita tidak hanya ingin meng-NU-kan Indonesia, tapi juga meng-NU-kan dunia,” kata Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin. Orang ini sedang digandeng oleh Jokowi sebagai cawapres untuk pemilihan presiden RI 2019.

Diberitakan, para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sedunia berkumpul di Mekkah, Arab Saudi, pada hari Sabtu (18/8). Mereka menghadiri acara silaturahmi dan Madrasah Kader NU yang diprakarsai oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi.

Acara yang dihelat di Hotel Wihdah Tower, Mekkah itu dihadiri para tokoh NU, antara lain Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, serta perwakilan PCINU dari beberapa negara dan sejumlah kiai. Salah satunya adalah pengasuh pesantren Bumi Shalawat, Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) dan dai kondang Ustaz Yusuf Mansur.

Acara juga dihadiri beberapa pejabat, antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menristek Dikti M Natsir, Wakil Gubernur terpilih Jatim Emil Elestianto Dardak, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, serta beberapa pejabat lain, tulis fajaronline.co.id, 18 Agustus 2018, 21:53:26

1000 Ulama Anti Islam Nusantara, Pentolan NU Mengakui Islam Nusantara Agamanya NU

Sama-sama disebut ulama, yang tergabung dalam mudzakarah seribu Ulama di Tasikmalaya menyebut Islam Nusantara sebagai Kedok Upaya Merusak Tatanan Moral Agama, disejajarkan dengan aliran sesat dan faham yang telah diharamkan MUI 2005 yaitu faham sekulerisme, liberalisme agama, pluralisme agama yang di masyarakat dikenal dengan sebutan JIL (Jaringan Islam Liberal), karena salah satu dari kelompok haram itu menamakan kelompok mereka adalah JIL yang diusung Ulil Abshar Abdallah (orang NU) dan konco-konconya. Sedangkan dari ulama NU, ternyata justru menjadikan Islam Nusantara itu agamanya NU, dan (dengan itu) tidak hanya Indonesia yang akan di-NU-kan, tapi juga dunia.

Tampaknya, sama-sama sebutannya Ulama namun dua belah pihak yang dibicarakan ini benar-benar saling berseberangan total.

Belum terdengar reaksi 1000 ulama (yang bermudzakarah di Tasikmalaya itu) atas “tantangan” yang disesumbarkan Ma’ruf Amin dedengkot NU tersebut. Bahkan sesumbarnya itu dikatakan di kota suci Makkah di bulan haram (suci) Dzulhijjah/ Bulan Haji pula.

Bila Indonesia bahkan dunia mau di-NU-kan yang artinya umat Islamnya di-Islam Nusantara-kan, apakah 1000 ulama yang telah bersepakat bahwa “Islam Nusantara, Syiah, dan JIL sebagai Kedok Upaya Merusak Tatanan Moral Agama” itu hanya cukup diam duduk manis membiarkan Umat Islam ini “di-Islam Nusantara-kan” oleh pentolan2 NU?

***

KH. Najieh Maimoen Zubair : Ada Aroma Komunis di Balik Wacana Islam Nusantara, Jadi  Gerbang Besar Liberalisasi dan Syi’ahisasi Islam di Indonesia.

Posted on 15 Juli 2018 – by Nahimunkar.com

YAHYA STAQUF : “Islam Nusantara adalah Agama Sejati, Islam Arab adalah Agama Penjajah”

Video:

KH. Muhammad Najieh (Ulama dari Sarang Rembang Jateng) menegaskan bahwa dirinya menolak Islam Nusantara karena menjadi gerbang besar liberalisasi dan Syi’ahisasi Islam di Indonesia.

Dalam prolog makalah KH.Najieh Maimoen Zubair  untuk seminar nasional Islam Nusantara di di Universitas Negeri Malang (UM) Sabtu (13 Februari 2016), ditulis:

“Kaum Liberal secara struktural dan terorganisir bergerak ingin mengacak-acak dan merubah tatanan ideologi NU, yaitu ideologi Sunni, Asya ’irah dan Maturidiyah, berpegang pada al-Qur’an dan Hadits serta qaul-qaul ulama salafus sholih dalam bermadzhab empat, diganti menjadi ideologi liberal ala Islam Nusantara sebagai bentuk kelangsungan ide Gus Dur “Pribumisasi Islam”. Lewat Islam Nusantara mereka ingin menghidupkan kembali sistem Hindu-Budha ala Majapahit. Ada aroma komunis di balik wacana Islam Nusantara.”

Dalam ucapan ataupun tulisannya, KH. Muhammad Najih menegaskan bahwa dirinya menolak Islam Nusantara karena menjadi gerbang besar liberalisasi dan Syi’ahisasi Islam di Indonesia. (lihat KH.Najih Maimuen Bicara Islam Nusantara – Menjawab Penyesatan Opini Publik Dan Pencemaran Nama Baik Beliau Oleh Situs muslimmoderat.Com Dan Lainnya,/ fp NU Garis Lurus 3 Juli )

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.891 kali, 1 untuk hari ini)