• Ada 61 Sinagog Yahudi di Sekitar Al-Aqsha
  •  Israel mendirikan sinagog-sinagog tersebut untuk menghapus hak Islam dan upaya menanamkan kebohongan hak Yahudi di tanah al Quds

Hanifah Qomariah on November 30, 2012

YAYASAN sumbangan dan warisan budaya al-Aqsha mengatakan bahwa otoritas pendudukan Israel (IOA) segera membangun sebuah sinagog besar di dekat al-Aqsha. Sinagog ini dinamai dengan Jewel of Israel atau dalam bahasa Indonesia berarti Mutiara/permata milik orang Israel.

Sinagog ini kabarnya akan dibangun di jantung kota tua Yerusalem yang dijajah.

Dalam siaran pers pada hari Kamis (29/11/2012), yayasan yang menaungi al-Aqsha ini mengatakan bahwa IOA akan membangun sinagog ini sekitar 200 meter dari sisi barat Masjid al-Aqsha dengan dalih merenovasi sebuah sinagog kuno.

Laporan ini mencatat bahwa sinagog ini adalah sinagog ketiga dari jenisnya dalam beberapa tahun terakhir, setelah IOA membangun Sinagog Hurva dan tenda Issac. Mereka menegaskan bahwa ketiga sinagog besar yang dibangun di atas reruntuhan akan diberkahi situs suci Islam, al-Aqsha.

Yayasan ini menegaskan bahwa pemugaran sinagog kuno ini bertujuan sebagai Yahudisasi tempat umum di Yerusalem. Selain itu juga bertujuan untuk meminimalkan kebesaran monumen suci Islam dan Kristen di Palestina, terutama Masjid al-Aqsha dan Dome of the Rock. [hf/islampos/pic]

***

Ada 61 Sinagog Yahudi di Sekitar Al-Aqsha

Hanifah Qomariah on July 16, 2012

islampos.comSEBUAH perang yang menghancurkan, itulah yang dilancarkan Israel di Baitul Maqdis. Karena tidak hanya terbatas pada penangkapan, penyerbuan dan penodaan, namun juga upaya-upaya mengaburkan dan memalsukan sejarah bahkan menghapusnya secara keseluruhan.

Tidak sampai disitu saja, mereka juga membentuknya kembali dengan cara Yahudi, semua itu tidak lain hanyalah kebohongan yang ditanam di gang-gang al Quds dan fasilitas-fasilitasnya.

Tidak diragukan lagi, bahwa perang rasisme yang diusung otoritas penjajah Israel dengan segala upaya merebut setiap kesempatan untuk menerkam sejarah Islam di al Quds. Melakukan yahudisasi tempat-tempat suci dan mendirikan “kuil yang mereka klaim” sesuai dengan visinya. Banyak bentuk rasisme, mulai dari terowongan dan tidak berhenti hanya pada pendirian sinagog.

Pakar al Quds untuk urusan permukiman dan guru besar pembangunan di Universitas Ber Zeit, Dr. Jamal Amr mengatakan bahwa sejak tahun 1967 penjajah Zionis Israel telah mendirikan dan membuka 61 sinagog Yahudi di sekitar dan dekat masjid al Aqsha.

Jamal Amr menjelaskan bahwa sinagog-sinagog tersebut didirikan di lokasi-lokasi sensitif dan warisan milik kaum muslimin dan sebagian besarnya di atas tanah wakaf Islam. Semuanya didirikan di atas tanah properti Islam yang diduduki sejak tahun 1967, yang sebagiannya berupa masjid yang berhasil dikuasai dan dirubah menjadi sinagog secara keji untuk mamalsukan peninggalan Islam.

Jamal Amr menambahkan, “Sebagian besar sinagog tersebut berada di bawah tanah, di terowongan-terowongan yang dulu milik kaum Yebus (nenek moyang banngsa Palestina) dan sebagiannya di atas tanah. Israel mendirikan sinagog-sinagog tersebut untuk menghapus hak Islam dan upaya menanamkan kebohongan hak Yahudi di tanah al Quds.”

Amr mengingatkan bahwa sebagian sinagog-sinagog tersebut akan didirikan di lokasi sekolah al Ayubiyah yang dibangun Shalahuddin al Ayyubi di kampung barat al-Aqsha (al Magharibah) yang dihancurkan pada tahun 1967. Dia menyatakan bahwa sekolah tersebut salah satu karya arsitektur terindah di masa dinasti al Ayyubi dan berhasil dihancurkan untuk dibangun salah satu sinagog di atasnya. [hf/islampos/pip]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 480 kali, 1 untuk hari ini)