By Al Furqon on December 8, 2012

HUMAN Rights Watch (HRW) mengatakan tentara Israel telah melakukan pelanggaran yang jelas terhadap hukum perang dalam invasi delapan hari mereka di Jalur Gaza yang terkepung bulan lalu.

Tuduhan tersebut datang dalam sebuah laporan yang diterbitkan organisasi itu pada hari Jumat kemarin (7/12/2012) berkaitan dengan serangan udara Israel terhadap sebuah bangunan perumahan di Gaza pada 18 November lalu, yang menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Serangan di mana hilangnya nyawa warga sipil adalah pelanggaran serius terhadap hukum perang,” kata HRW dalam sebuah laporan.

Serangan 18 November, yang menargetkan rumah keluarga al-Dallu, adalah serangan Israel paling berdarah dalam delapan hari serangan Israel terhadap Jalur Gaza. Pada saat itu, militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut telah menargetkan anggota Hamas yang bertanggung jawab menembakkan roket ke Israel tanpa mengatakan apakah anggota Hamas itu berada di dalam gedung milik keluarga al-Dallu.

Akibat serangan, sepuluh anggota keluarga al-Dallu bersama dengan dua tetangganya tewas. Salah satu dari mereka yang tewas adalah seorang perwira polisi berpangkat rendah.

“Israel perlu menjelaskan mengapa mereka membom rumah ini yang penuh dengan warga sipil,” kata Fred Abrahams, penasihat khusus di HRW yang melakukan penelitian di Gaza. “Siapa pun yang melanggar hukum harus dihukum.”

Lebih dari 160 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, syahid dan sekitar 1.200 lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Gaza dari 14-21 November. Dalam pembalasan, pejuang Palestina menembakkan roket dan rudal ke kota-kota Israel, menewaskan sedikitnya lima orang Israel.

Kekerasan berakhir setelah rezim Israel dan gerakan perlawanan Palestina, Hamas, sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang ditengahi Mesir.(fq/islampos/prtv)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 217 kali, 1 untuk hari ini)