.

 

RAMALLAH (voa-islam.com) Pasca penandatanganan persetujuan damai dan penyatuan antara Hamas dan Fatah, lalu Zionis-Israel melakukan tindakan  keji dan biadab terhadap Muslim Palestina. Zionis-Israel membuldoser masjid dan tiga rumah di kota Nablus, Tepi Barat, kata seorang pejabat Palestina, Selasa, 29/4/2014.


“Delapan belas jip militer Israel dan dua buldoser menyerbu Kherbt al – Taweel, Selasa pagi, kemudian menyatakan desa itu dinyatakan sebagai zona militer tertutup”,  Ghassan Daghlas, pejabat Otoritas Palestina yang bertanggung jawab atas pemukiman, kepada berita Turli, Anadolu Agency.

“Pasukan Israel menghancurkan sebuah masjid dan tiga rumah dengan dalih dibangun tanpa izin”, tambahnya. Penghancuran masjid dan rumah penduduk oleh pasukan Israel sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Bahkan, Muslim Palestina, sekarang dilarang masuk Masjidil Al-Aqsha, sekadar menunaikan shalat. Militer Zionis justru memfasilitasi para ekatrimis Yahudi, masuk ke Masjidil Aqsha dengan membuat kerusakan atas tempat yang dimuliakan oleh kamu Muslim di seluruh dunia itu.


Jawdat Bani Jabr, kepala dewan kota, mengatakan bahwa Zionis-Israel telah menghancurkan satu-satunya masjid di Kherbt al – Taweel dan tempat tinggal pengungsi Palestina. “Israel telah lama berusaha untuk mengontrol kota itu,  karena letaknya yang strategis, yang menghadap Lembah Yordan”, tambahnya .

Lembah Jordan Valley merupakan wilayah di Tepi Barat, dan sangat subur yang menyumbang sekitar seperempat kebutuhan makanan dan buah-buahan bagi Israel, dan semua berasal dari Tepi Barat yang diduduki Israel, di mana wilayah itu dihuni oleh hampir 10.000 warga Palestina, dan kebanyakan petani .

Israel telah membangun hampir 21 pemukiman Yahudi di wilayah itu,yang dilihat sebagai zona penyangga ekonomi dan keamanan. Israel ingin menjaga wilayah di bawah kendali keamanan negaranya dalam kesepakatan perdamaian di masa depan dengan Palestina.

Warga Tepi Barat itu, menuturkan, “Saya punya lima anak dan seorang istri. Saya harus membangun kembali rumah atau mereka akan tetap berada di jalan-jalan”, cetusnya.

Dibagian lain, buldoser Israel yang didukung oleh pasukan militer juga menghancurkan rumah darurat yang dimiliki oleh keluarga Palestina di dekat Al-uds ( Yerusalem Timur ) dengan dalih ibangun secara ilegal.

“Pasukan Israel meratakan rumah darurat yang dibangun pada April 2013 dan tempat penampungan keluarga Abu Omar al-Maslamani (60), dengan dalih yang dibangun tanpa izin”, ujar Jawad Siyam, kepala LSM Wadi Hilweh Pusat Informasi Palestina, kepada Anadolu Agency .

“Pasukan Zionis-Israel menyerang perempuan dan laki-laki selama operasi dan menangkap Omar al-Masalamni (27) , dan Ibrahim Shwiki  (32)”, katanya.  Siyam mengatakan hal ini dipicu bentrokan antara penduduk setempat dan pasukan Israel. Dia mencatat bahwa keluarga Al-Maslamani terpaksa menghancurkan struktur lain awal bulan ini .

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Pemerintah Israel menghancurkan lebih dari 500 rumah warga Palestina di Tepi Barat dan Al- Quds sejak 2013.

Pemerintah kota Israel memberlakukan pembatasan ketat pada bangunan dan renovasi rumah warga Palestina di Al-Quds. Pemerintah Otoritas Palestina menuduh Israel melancarkan kampanye agresif untuk “Yahudisasi” kota suci al-Quds dengan tujuan menghapus identitas Arab dan Islam.

Al-Quds adalah tempat  bagi Masjid al-Aqsa, dan bagi umat Islam merupakan tempat tersuci ketiga di dunia. Secara bertahap Zionis-Israel berusaha menghancurkan al-Aqsha, dan akan mengganti dengan Kuil Sulaiman. Ini tindakan nyata yang dilakuan Zionis-Israe.

Sementara itu, para tahanan Palestina melakukan mogok makan sebagai tindakan protes yang dilakukan Zionis-Israel, yang memperlakukan secara hina terhadap para tahanan Palestina. Mereka di masukkan dalam tahanan yang sangat sempit berjejal, dan dicampur antara tahanan laki-perempuan. Bahkan, setiap malam tahanan perempuan Palestina itu, di suruh telanjang, setiap dua jam. Ini benar-benar biadab. (afgh/wb/voa-islam.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.181 kali, 1 untuk hari ini)