Ilustrasi


Pihak Istana memberikan klarifikasi bahwa yang dibaikot itu bukan produk Israel tetapi kebijakannya, itu menandakan Presiden Jokowi takut pada zionis.

“Ini sama saja membohongi negara-negara OKI, di depan pemimpin negara-negara OKI menyuarakan boikot produk Israel tetapi kenyataannya hanya kebijakannya,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Selasa (8/3).

Menurut Muslim, negara-negara OKI mengetahui sifat asli Jokowi yang hanya beretorika dan membohongi para pemimpin negara lain. “Para pemimpin negara OKI sudah dibohongi, rakyat dibohongi, Tuhan saja sudah dibohongi dengan tidak menepati janji sewaktu kampanye,” ungkap Muslim.

Selain itu, pernyataan Jubir Istana Johan Budi menandakan Jokowi masih butuh produk Isreal. “Ini juga terkait produk-produk Israel yang dibutuhkan Indonesia. Padahal Indonesia bisa mengambil produk negara lain, dan kualitasnya tak kalah dengan Israel,” papar Muslim.

Muslim mengatakan, klarifikasi Johan Budi ini tentunya atas petunjuk dari Presiden Jokowi. “Johan Budi mengutarakan itu tanpa persetujuan Presiden Jokowi?. Johan Budi itu sangat taat dengan aturan dan birokrasi,” pungkas Muslim.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi meluruskan pernyataan Jokowi ihwal boikot produk Israel tersebut. Johan menjelaskan boikot produk yang dimaksud bukanlah boikot produk yang berbentuk barang. Melainkan, produk yang dimaksud merupakan produk yang diartikan berupa kebijakan.

“Sebenarnya gini, yang dimaksud produk itu bukan produk barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikot kan? Sebenarnya bukan. Boikot dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan Israel di tanah pendudukan di Palestina,” kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/3).

Sumber – suaranasional.com – 09/03/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.008 kali, 1 untuk hari ini)