Sabtu, 07 Januari 2012 Kategori FotoIndonesiapolitik. sumber: Politikana/ya2x/ http://pakishijau.blogspot.com/2012/01/toilet-gedung-dpr.html

Di negeri yang di sana diperkirakan banyak syetan-syetan, dikhabarkan istana syetan pun dibangun dengan megah. Juga tempat syetan yang dianggap oleh pengikut syetan sebagai tempat keramat, ada juga yang berupa kuburan, dibangun oleh para manusia yang diperkirakan mudah terbisiki syetan dengan biaya 180 miliar rupiah di Jombang Jawa Timur. Apbn yang dirancang dan disetujui para manusia yang kemungkinan tidak kalis dari bisikan syetan itu secara bagi-bagi memikul secara gotong royong untuk membangun kuburan keramat itu. Maka mereka sukarela memikul biaya bersama-sama, yang tingkat pusat dengan APBNnya, tingkat provinsi dengan apbdnya, dan tingkat kabupaten dengan apbdnya pula memikul bersama kepentingan yang disukai oleh syetan yang memakan biaya ratusan miliar itu.

Lain lagi dengan perkara istana syetan. Sejak semula, ummat Islam diajari untuk berlindung kepada Allah Ta’ala dari syetan laki-laki dan syetan betina. Anak-anak pun hafal doanya: Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal-khobaaitsi. (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari (godaan) syetan laki-laki dan syetan betina). Itulah doa ketika akan masuk kakus alias istana syetan, dalam kaitan tulisan ini.

Dalam hadits lain disebutkan (kurang lebihnya), kalau seseorang membaca bismillah sebelum masuk ke kakus, maka syetan tidak akan dapat melihat aurat orang itu.

(Walau pasti membuka aurat), karena istana syetan tempat mengintipnya aurat manusia itu adalah kakus. (masa’ buang hajat di kakus tidak buka aurat).

Dalam hal bangun membangun yang kaitannya dapat diperkirakan dekat dengan kepentingan syetan, setelah terinspirasi suksesnya diadakan keputusan mengeluarkan dana besar ratusan miliar untuk membangun areal yang disukai syetan dalam hal menyeret manusia kepada kemusyrikan di tempat keramat seperti tersebut, rupanya para wadyabala syetan kemudian terbisiki ide baru. Yaitu membangun istana syetan semegah-megahnya.

Tidak perduli omongan manusia seperti apa, yang penting istana syetan pokoknya harus dibangun dengan megah. Maka  kalau ada yang mengkritiknya, cukup  ditepis dengan bahasa- bahasa yang dibumbui silat lidah, syukur-syukur dalih yang kira-kira agak menyenangkan ummat Islam. Karena bagaimanapun penduduk negeri ini mayoritas adalah Ummat Islam.

Ternyata memang alasan untuk mendukung pembangunan mewah istana syetan itu sudah cemepak (tersedia) dalihnya. Di antaranya dikhabarkan, ada yang berdalih begini:

Agar kakus tidak najis, partai kami mendukung renovasi  itu senilai Rp 2 miliar. Karena, menurut pandangan partai kami, anggaran sebesar itu akan mampu mewujudkan kakus yang tidak najis.

Terhadap dalih yang dilogis-logiskan itu, kalau dipikir secara waras, memang kalau sudah disetir syetan atau bahkan sudah menjadi wadyabalanya itu cara berfikirnya bahkan pandangan hidupnya  ya cara iblis. Yaitu main bikin alasan yang tidak benar tapi dilogis-logiskan.

Coba kita fikir!  Apa hubungannya, tingginya biaya dengan hilangnya najis?

Kalau mengikuti cara berfikir model Iblis, berarti kakus yang tidak dibiayai miliaran rupiah tidak memenuhi syarat untuk tidak najis.

Benar-benar cara berfikir iblis.

Bagaimanapun, tidak menjadi urusan kita, apakah  syetan penghuni istana seharga Rp 2 miliar itu tambah tertawa-tawa, karena konconya akan lebih berlama-lama bercengkerama dengannya, atau tidak. Terserah saja. Itu urusan syetan. Adapun urusan kita hanyalah mengingatkan, agar jangan sampai mengikuti cara-cara syetan, apalagi masih pula dilandasi dengan cara beralasannya iblis. Karena cara-cara itu sangat berbahaya. Bertaubatlah wahai saudara-saudara, agar kelak tidak menyesal di akherat! Itu saja.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 44.426 kali, 1 untuk hari ini)