Ilustrasi; Ikatan Sarjana NU/ foto sultra.kemenag.go.id

. 

 

  • Bongkar Dugaan Korupsi Mantan Bendahara Umum ISNU (Ikatan Sarjana NU), 63 Saksi Diperiksa
  •  Kasus Ferry Setiawan Seret Ali Masykur Musa
  • – Kasus penipuan investasi batu bara yang dilakukan oleh Ferry Setiawan menyeret nama anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Ali Masykur Musa. Sebagian dari dana yang didapat Ferry ternyata dialirkan untuk membiayai kegiatan-kegiatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), organisasi yang dipimpin oleh Ali Masykur. “Ada sejumlah dana yang masuk ke ISNU,” ujar sumber Tempo.

Sebelum menikahi Eddies 20 Oktober 2012 silam, Ferry mantan Bendahara Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu pernah terlibat sejumlah kasus penipuan.

Setahun kemudian suami Eddies (yakni Ferry mantan Bendahara Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ) ditahan pihak kepolisian dengan tuduhan Tindak Pidana Penipuan, Penggelapan, dan Pencucian Uang sebesar Rp45 miliar dengan menggunakan Draft Loading Fiktif..

Inilah berita-berita kasus itu

***

Jumat, 07 Maret 2014 18:19 WIB

Artis Eddies Adelia Diduga Ketahui Suaminya Lakukan Penipuan

JAKARTA, GORIAU.COM – Polisi meyakini artis Eddies Adelia (35) mengetahui praktik penipuan yang dilakukan suaminya Ferry Ludwankara Setiawan, karena itu polisi menjeratnya dengan tindak pidana pencucian uang.

“Sebelum menikah dengan Ferry, Eddies sudah tahu kalau suaminya seorang penipu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/3/2014).

Rikwanto mengatakan, sebelum Ferry menikahi Eddies, mantan Bendahara Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu pernah terlibat sejumlah kasus penipuan. Ia menambahkan, patut diduga Eddies mengetahui uang yang diberikan dari Ferry sebagai nafkah suami ke istri itu hasil kejahatan suaminya.

“Bahkan dia pernah divonis atas kasus penipuan di Ciamis, Jawa Barat,” imbuhnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, Ferry pernah divonis 8 bulan penjara atas keterlibatannya dalam perkara pengadaan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) tahun 2003 Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kerugian negara yang ditimbulkan akibat korupsi proyek SIMDA yang dilakukan Ferry bersama tersangka lainnya ini mencapai Rp 985.818.690.

Saat itu, Ferry didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kasus tersebut disidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis, 13 Maret 2006 silam.

“Yang bersangkutan ditahan selama 8 bulan, 13 Maret 2006 hingga 22 November 2006,” pungkasnya.

Wanita bernama lahir Ronih Ismawati Nur Azizah itu menikah dengan Ferry Setiawan alias Ferry Ludwankara pada 20 Oktober 2012 silam.

Setahun kemudian suami Eddies ditahan pihak kepolisian dengan tuduhan Tindak Pidana Penipuan, Penggelapan, dan Pencucian Uang sebesar Rp45 miliar dengan menggunakan Draft Loading Fiktif.***

Editor: Sanbas

Sumber: Detikcom

www.goriau.com

***

SENIN, 11 NOVEMBER 2013 | 10:32 WIB

Kasus Ferry Setiawan Seret Ali Masykur Musa

TEMPO.COJakarta – Kasus penipuan investasi batu barayang dilakukan oleh Ferry Setiawan menyeret nama anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Ali Masykur Musa. Sebagian dari dana yang didapat Ferry ternyata dialirkan untuk membiayai kegiatan-kegiatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), organisasi yang dipimpin oleh Ali Masykur. “Ada sejumlah dana yang masuk ke ISNU,” ujar sumber Tempo.

Ferry Setiawan ditangkap penyidik Satuan Sumber Daya Lingkungan Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya 18 Oktober lalu di Bandara Soekarno-Hatta, sesaat setelah tiba dari Singapura. Ferry ditangkap setelah dirinya diadukan oleh rekan bisnisnya, Apriyadi Malik. Yaya, sapaan Apriyadi, menuding Ferry menipunya karena Bendahara Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini menggunakan dokumen palsu untuk mengiming-iminginya berinvestasi batu bara. Yaya mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 23,6 miliar kepada suami artis Eddies Adelia ini. Namun, dana itu tak jelas pengembaliannya.

Sumber Tempo mengatakan, sejumlah dana Yaya ini mengalir ke Sekretaris Jenderal ISNU M. Kholid Syeirazi. Ferry, menurut sumber itu, tak hanya sekali menyetor dana ke rekening Kholid. Kholid sendiri memang dikenal sebagai orang dekat Ali Masykur. Selain menjabat sebagai Sekjen di ISNU, dia juga merupakan staf ahli Ali Masykur di Badan Pemeriksa Keuangan. “Nilainya sekali setor puluhan juta,” ujarnya.

Selain kepada Kholid, sumber tersebut menyatakan, berdasarkan kesaksian rekan bisnis Ferry, Erwin Hendrawin S., uang itu juga digunakan untuk kepentingan Ali Masykur Musa yang sedang bersiap mencalonkan diri sebagai presiden melalui Partai Demokrat. “Kata Erwin, Rp 18 miliar dipakai Ali Masykur,” ujarnya.

Soal aliran dana ini, Kholid sendiri mengakuinya. KepadaTempo pekan lalu, staf ahli anggota Badan Pemeriksa Keuangan Ali Masykur Musa ini memang beberapa kali menerima uang dari Ferry. Uang itu, menurut dia, digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan ISNU. “Untuk kegiatan-kegiatan, untuk pelantikan pengurus-pengurus di daerah, gaji staf, dan sebagainya,” ujarnya.

Namun, Kholid membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus Ferry. Menurut dia, sebagai bendahara umum, Ferry memang ditugaskan untuk mencarikan pendanaan untuk kegiatan ISNU. “Tapi harus dari sumber yang halal,” ujarnya.

Adapun Ali Masykur membantah soal aliran dana ini. Dia pun mempersilakan pihak kepolisian untuk menelusuri aliran dana kepadanya. “Tentu sangat mudah sekali polisi mencari aliran dana itu,” ujarnya kepada Tempo pekan lalu.

FEBRIYAN

***

Bongkar Dugaan Korupsi Mantan Bendahara Umum ISNU (Ikatan Sarjana NU), 63 Saksi Diperiksa

JPNN – Wed, 27 Nov 2013 00:16

JAKARTA – Polda Metro Jaya masih mendalami kasus dugaan penipuan dan pencucian uang tersangka bekas Bendahara Umum Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU) Ferry Setiawan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan bahwa pemeriksaan difokuskan kepada pihak yang menerima aliran dana dari rekening Ferry.

Rikwanto menjelaskan adanya aliran dana Ferry ini diketahui dari penelusuran penyidik rekening bank dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Polisi pemilik tiga melati di pundaknya itu mengatakan sudah mengagendakan memeriksa 20 orang saksi namun tidak memenuhi panggilan. Makanya, 20 orang tersebut kembali dipanggil untuk dimintai keterangan yang berkaitan dengan aliran dana Ferry.

“Hari ini, ada 20 orang yang diperiksa penyidik Krimsus (kriminal khusus) berkaitan dengan aliran dana dari rekening Ferry,” kata Rikwanto di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (26/11).

Pemeriksaan dengan saksi lain akan kembali dilanjutkan Rabu (27/11). Penyidik akan kembali memeriksa sebanyak 20 orang yang terkena aliran dana suami artis Eddies Adelia itu. “Jadi, totalnya sebanyak 63 orang akan diperiksa,” kata Rikwanto.

Dijelaskan Rikwanto, setelah memeriksa pihak-pihak yang dimaksud maka polisi akan melakukan analisa lagi siapa-siapa saja yang menerima aliran dana, termasuk sang istri Eddies.

“Orang-orang yang ada sangkut paut dengan aliran dana diperiksa. Nanti dianalisa aliran dananya, mana yang ada kaitannya dengan tindak pidana dimaksud, persekongkolan atau sengaja mnyembunyikan atau ikut dalam komplotannya (Ferry),” kata Rikwanto.

Kendati demikian, Rikwanto ogah membeber berapa total aliran dana dari rekening Ferry itu. Ia juga mengatakan bahwa saat ini polisi masih belum mencurigai siapa-siapa. “Hasil pemeriksaan itulah yang kita selidiki,” kata Rikwanto. (boy/jpnn)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.045 kali, 1 untuk hari ini)