.

Surakarta (An-najah.net) – Di saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) berusaha menjaga keselamatan aqidah umat Islam Indonesia dari Ajaran Syi’ah. MUI membagikan buku panduan MUI “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” secara gratis kepada umat Islam di Indonesia. Buku ini dilengkapi pernyataan Ulama-ulama besar Indonesia yang menyesatkan syiah, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Prof. DR. Hamka, DR. Muhammad Natsir, dan KH. Hasan Basri.

Buku itu ditulis oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.

Namun, amal yang baik ini ditanggapi tidak baik  oleh Emilia Renita Az. Ia malah menulis buku “mensesatkan” MUI. Sebuah buku berjudul, “Apakah MUI Sesat” (Berdasarkan 10 Kriteria Aliran Sesat) karya Emilia Renita Az. Emilia adalah istri Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Djalaluddin Rahmat.

Berdasarkan sumber hidyatullah.com melaporkan Emilia mengakui bukunya itu sebagai jawaban atas buku yang telah dikeluarkan Tim MUI Pusat berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”.

Emilia mengatakan, buku ini dinilai titik tolak kebangkitan Syiah yang dinilai tertindas.

Menanggapi keluarnya buku yang “menyesatkan” MUI itu. MUI Jawa Timur, Habib Achmad Zein Al-Kaff, mengatakan belum sempat membaca buku tersebut. Namun menurutnya, bukan levelnya seseorang berkapasitas pribadi mengkritisi fatwa/hujjah yang keluar dari institusi MUI.

“Saya belum baca buku tersebut. Tapi sangat mengherankan siapa dia? Dan siapa MUI yang dia kritik. Sebab MUI itu mewakili Ormas Islam di Indonesia. Memang sekarang ini zamannya orang tidak tau diri,” ujar Pengurus MUI Jawa Timur ini dalam jawab pendek saat perjalanan menuju Jawa Tengah.(Anwar/annajah)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.560 kali, 1 untuk hari ini)