Istri Ustadz dandan menor sambil joget TikTok, Ustadz Solmed diminta benahi istrinya


Foto/ wowkeren.com

Nama April Jasmine istri Ustaz Solmed kembali ramai digunjing warganet. Namun bukan karena prestasi, kali ini April dibicarakan warganet lantaran dirinya disebut tak bisa menjaga nama besar sang suami.

Lewat unggahan terbarunya di Instagram, April tengah pamer dirinya joget TikTok. Tak cuma sekadar goyang, dalam video tersebut April nampak matang membuat konsep dirinya bergoyang TikTok.

DIlansir laman matamata, hal tersebut terlihat dari pakaian yang ia kenakan yang matching dengan warna yang digunakan teman-teman April.

April Jasmine

Tak cuma itu, warganet juga menyorot make up yang digunakan April dinilai terlalu mencolok dengan lipstik merah menyala.

Momen dirinya joget TikTok juga diunggah di laman instagram gosip @Mimi Julid. Dalam video itu April membagikan video ketika dirinya tengah berjoget dengan tiga rekannya.

Penampilan April dan teman-temannya pun langsung menuai pro dan kontra dari publik.

Banyak yang menyayangkan aksi itu mengingat April adalah istri dari seorang ustaz.

“Seharusx istri ustadz tuh mencontohkan kesederhanaan,” tulis Rae***.

“Pak ustadz benahi dulu istri di rumah ya,” komentar Lia Lest***.

“Ingat tadz, perilaku istri juga tanggung jawab suami,” tulis akun bagusma***.

“Duuuuuhhhh mana menor banngettt tuh gincu,” ujar akun ****arini.

Meski mendapat kritikan pedas dari netizen, April Jasmine juga mendapat komentar dan pandangan lain dari beberapa orang.

“Emg klo istri nya ustad ga blh joged” ya,” @itsau***.

“Namanya jg manusia gk luput dri kesalahan,” sahut @devira***.

“Istri ustad juga manusia bukan bidadari surga..,” sahut @siblin***.

Sementara itu pihak April Jasmine maupun Ustaz Solmed belum memberikan tanggapan mengenai heboh video TikTok tersebut.

Pernah dihujat lantaran pamer hadiah mobil

Sebelumnya, April Jasmine juga pernah dihujat lantaran disebut pamer diberikan hadiah mobil mewah oleh sang suami.

Padahal kala itu April bercerita bahwa hadiah itu diberikan Ustaz Solmed sebagai tanda terima kasih karena setia mendampingi suaminya terutama di masa-masa sulit pandemi.

Lebih lanjut, April mengatakan bahwa awal mula dirinya dapat hadiah mobil karena ia meminjamkan tabungan miliknya untuk usaha Ustaz Solmed yang sempat sulit di awal pandemi.

“Aku kasihkan (tabungan) ke ustaz. Lambat laun udah kelar vilanya udah bisa disewain. Terus alhamdulillah melejit gitu, dari situ ternyata ustaz mencatat apa yang dia pakai hasil aku, dan dia kembalikan berkali-kali lipat,” cerita April ditemui kawasan Jakarta Selatan, Selasa (2/3).

Ibu tiga orang anak ini juga tak menyangka bahwa Ustaz Solmed bisa memberikan kejutan tersebut. Maklum, selama ini saat ditanya ingin dibelikan apa, April selalu menolak dan memilih menabung untuk masa depan anak-anaknya.

“Nggak nyangka sih, aku berpikirnya ya namanya punya anak tiga harus banyak-banyak nabung. Jadi kali ini ustaz nggak bilang aku, tiba-tiba dipanggil keluar, kupikir (mobil) tamu, ternyata buat aku,” tutup April Jasmine.

Anisa Widiarini – Hops.ID 03/04/2021 8:10

 

***

Hukum Main Tik Tok dalam Islam

Siapa yang tidak mengenal aplikasi kekinian bernama tiktok? Terlebih remaja zaman sekarang pasti sudah sangat sering mendengar aplikasi tersebut. Lalu bagaimana hukum main tiktok?

Rasulullah SAW bersabda:

« اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ.

Artinya: “Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah “WANITA.” (HR. Bukhari, no. 3069 dan Muslim no.7114, dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Adanya tiktok ini, seolah-olah menghalalkan musik.

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

Artinya: “Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari, no. 5590)

Serta membuat hilang rasa malu bagi wanita.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Artinya: “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang BERPAKAIAN TAPI TELANJANG,, BERLENGGAK-LENGGOK, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Maka dapat disimpulkan bahwa lebih baik jangan dilakukan, karena sangat tidak disukai.

Apalagi jika hal yang dikerjakan itu lebih cenderung kepada nilai maksiat. Pada hal yang diharamkan oleh nilai agama.

https://dalamislam.com/hukum-islam/hukum-main-tik-tok

***

10 Dosa Bermain Tiktok yang Melanda Penggemarnya

Posted on 15 Maret 2021

by Nahimunkar.org


Ilustrasi. Urat malu putus. Foto/ytb

Ada sepuluh dosa atau kesalahan yang perlu diingatkan pada penggemar tiktok.

  1. Sudah berkurang rasa malu. Ada yang berusaha melawan sifat malu demi eksis. Bahkan emak-emak dan bapak-bapak pun ingin bermain, padahal sudah berumur tua dan tidak pantas.
  2. Adanya musik, sampai-sampai ibadah seperti shalawat dibuat dengan musik.
  3. Susah menundukkan pandangan, karena banyak wanita yang bertabarruj (berpenampilan indah) saat tampil di tiktok.
  4. Ketagihan, baik si pemain maupun yang menonton. Akhirnya waktu dibiarkan jadi sia-sia.
  5. Banyak perbuatan alay (gaya berlebihan untuk menarik perhatian), di antaranya joget, menari, dan dansa.
  6. Challenge (tantangan) yang tidak bermutu banyak sekali.
  7. Perbuatan nge-prank.
  8. Mengurangi muru’ah.
  9. Laki-laki bergaya meniru perempuan.
  10. Video lipsync dengan suara lawan jenis.

Pertama: Berkurangnya rasa malu

Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshari Al-Badri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Sesungguhnya di antara perkataan kenabian terdahulu yang diketahui manusia ialah jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu!‘” (HR. Bukhari, no. 3484, 6120)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Malu merupakan bagian dari keimanan.” (HR. Muslim, no. 161)

Rasa malu ini juga dipuji oleh Allah.

Dari Ya’la bin Umayyadh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِىٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ

Sesungguhnya Allah itu Mahamalu dan Maha Menutupi, Allah cinta kepada sifat malu dan tertutup, maka jika salah seorang di antara kalian itu mandi maka hendaklah menutupi diri.” (HR. Abu Daud, no. 4014, dikatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani).

Kedua: Adanya musik, sampai-sampai ibadah seperti shalawat dibuat dengan musik.

Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ ،

Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik.  …” (HR. Bukhari no. 5590).

Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa joget atau menari dalam rangka dzikir atau ibadah termasuk bid’ah yang dinilai maksiat. Perbuatan semacam ini tidaklah pernah dicontohkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Perbuatan tersebut juga tidak diajarkan oleh para imam atau ulama salaf. Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 23:10.

Ketiga: Susah menundukkan pandangan

Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)

Keempat: Ketagihan, baik si pemain maupun yang menonton. Akhirnya waktu dibiarkan jadi sia-sia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih)

Kelima: Banyak perbuatan alay (gaya berlebihan untuk menarik perhatian), di antaranya joget, menari, dan dansa.

Disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, pada jilid ke-23, halaman 10 bahwa ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, dan Al-Qafal dari Syafiiyyah menyatakan joget dihukumi makruh dengan alasan karena ia adalah perbuatan dana’ah (rendah) dan safah (kebodohan). Joget merupakan perbuatan yang menjatuhkan wibawa (muru’ah), juga termasuk perbuatan lahwun (kesia-siaan). Al-Abbi mengatakan, ‘Para ulama memaknai hadits jogetnya orang Habasyah bahwa maksudnya (bukan joget sebagaimana yang kita ketahui) namun sekadar lompat-lompat ketika bermain pedang, dan alat-alat perang mereka.’ Sehingga sesuai dengan riwayat yang lain yang menyatakan bahwa orang Habasyah bermain-main di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan alat-alat perang mereka.’ Demikian pemaparan ini semua dengan asumsi bahwa joget tersebut tidak dibarengi dengan hal yang diharamkan syariat seperti minum khamar dan membuka aurat. Jika dibarengi hal yang diharamkan maka hukumnya haram menurut sepakat ulama.”

Catatan dari ulama Syafiiyah, walaupun bergoyang (ar-raqshu), hukumnya itu boleh. Akan tetapi, tidak boleh gerakannya lemah gemulai seperti perempuan. Jika gerakannya lemah gemulai, seperti itu diharamkan pada laki-laki dan perempuan.

Keenam: Challenge (tantangan) yang tidak bermutu banyak sekali

Ketujuh: Perbuatan nge-prank.

Ada challenge yang sifatnya prank dan ada yang jadi perbuatan tidak bermutu.

Kalau perbuatan tersebut untuk nge-prank, maka dihukumi terlarang berdasarkan dalil-dalil berikut.

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud, no. 5004; Ahmad 5: 362. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيهِ بِحَدِيدَةٍ فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لأَبِيهِ وَأُمِّهِ

Barangsiapa mengacungkan senjata tajam kepada saudaranya, maka para malaikat akan melaknatnya sampai dia meninggalkan perbuatan tersebut, walaupun saudara tersebut adalah saudara kandung sebapak dan seibu.” (HR. Muslim, no. 2616)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُشِيْرُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيْهِ بِالسِّلاَحِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَحَدُكُمْ لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ

Janganlah seseorang diantara kalian mengacungkan senjata kepada saudaranya karena sesungguhnya kalian tidak tahu bisa jadi setan merenggut (nyawanya) melalui tangannya sehingga mengakibatkannya masuk ke lubang api neraka.” (HR. Bukhari, no. 7072; Muslim, no. 2617)

Kalau perbuatan challenge tersebut bukan prank, maka berarti telah melakukan perbuatan sia-sia.

Kedelapan: Mengurangi muru’ah (kewibawaan)

Para ulama sepakat akan ditolaknya persaksian para penari (ar-raqqash) karena seperti ini menjatuhkan muru’ah (kewibawaan). Padahal muru’ah ini adalah faktor diterimanya suatu persaksian.

Kesembilan: Laki-laki bergaya meniru perempuan.

Kesepuluh: Video lipsync dengan suara lawan jenis.

Sinkronisasi bibir atau lip sync adalah sikap seseorang seolah benar-benar bernyanyi dengan menggerakkan bibirnya dibarengi dengan lagu yang diputar melalui kaset atau media yang lain. Ketepatan, kelancaran, dan penghayatan akan menentukan seberapa berhasilnya sinkronisasi bibir. 

Meniru lawan jenis seperti di atas terkena laknat dalam hal gaya maupun suara.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari, no. 5885).

Dalam lafazh Musnad Imam Ahmad disebutkan,

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad no. 3151, 5:243. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari).

Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian lelaki.” (HR. Ahmad, no. 8309, 14:61. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, perawinya tsiqah termasuk perawi Bukhari Muslim selain Suhail bin Abi Shaih yang termasuk perawi Muslim saja).

Semoga bermanfaat.


Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel RemajaIslam.Com

by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

  
 

 31/05/2020


(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 765 kali, 1 untuk hari ini)