Isu Hubungan Dekat Brigadir J dengan Istri Ferdy Sambo Bakal Terbongkar, Publik Tunggu Polisi Ungkap Isi HP Keduanya

 

Isu Kedekatan Brigadir J dan Putri Sambo bakalan terbongkar bila rekam Jejak obrolan keduanya terungkap. Foto: Dok/Ilustrasi: Syaiful Amri-disway.id

 

– Isu hubungan kedekatan antara Brigadir J dengan Istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati bakal terbongkar bila Polisi mengungkap rekam jejak isi ponsel keduanya. Pasalnya isu tersebut santer beredar paska insiden penembakan dirumah Kadiv Propam Polri tersebut.

Sayangnya, dari 3 HP yang dimiliki Brigadir J baru satu yang berhasil ditemukan oleh Polisi. Sehingga pemeriksaan belum bisa maksimal.

Menurut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Polisi sedang menelusuri semua bukti-bukti yang ditemukan, langkah ini diharapkan bisa menjawab adanya rumor gelap yang menyasar hubungan lain kedua belah pihak.

“Polisi pasti cermat melakuan langkah-langkah menelusuri semua bukti. Jadi, tidak hanya persoalan CCTV, isi ponsel sebagai alat komunikasi antara atasan dan bawahan bisa jadi petunjuk,” kata , Minggu 24 Juli 2022.

Menurut versi dari polisi, Putri Chandrawati yang berstatus istri Irjen Pol Ferdy Sambo konon mendapat perlakuan pelecehan dari Brigadir J. Ia menjerit saat Brigadir J masuk ke kamarnya. Kebenaran ini pun terus ditelusuri pihak tim khusus, Polda Metro Jaya.

“Saya tidak mau menyebut rumor gelap yang belakangan itu adalah perselingkuhan. Garis bawahi ya. Yang bisa ditangkap dari kasus ini, adanyaperistiwa Brigadir J masuk ke ruangan (kamar, red) privasi. Maka kedepankan AHC investigation,” kepada Jerry, kepada Disway.id.

AHC investigation merupakan metode yang menggabungkan Accuracy, Honestly dan Credibility. Kebenaran sebuah peristiwa tidak terlepas arah dan niat sungguh-sungguh dalam mengungkap peristiwa berdarah itu.

“Sebab ada sejumlah kejanggalan. Bagi saya ini bisa dilacak kembali. Tentu tidak hanya sebatas CCTV yang menjadi kontroversi saat ini, akun, atau hp yang diretas juga pasti ada tujuan,” ungkap Jerry.

Jerry juga menyebut, ini merupakan babak utama. Isi ponsel dari Brigadir J yang kabarnya raib juga harus dicari. Sebab di lokasi hanya ada istri Irjen Fedy Sambo dan Bharada E.

“Kalau masih ada saksi lain di TKP tentu juga mempermudah pelacakan. Ingat lho semangat kita mengungkap kasus ini, bukan hal-hal gelap yang dibayangkan. Tapi apa sebenarnya yang terjadi. Karena dari rekaman pembicaraan, komunikasi, bisa ditelisik alur pengungkapan kasus tersebut, hingga munculnya insiden penembakan,” jelas Jerry.

Bagi Jerry, ini peristiwa yang sangat rapi ditutupi. Sebetulnya polisi jangan terlalu terburu-buru menyimpulkan sebelum akurasi data dan barang bukti benar-benar cukup.

“Ahli balistik, ahli forensik, ahli IT, ahli kriminal harus disatukan untuk mengungkap peristiwa penembakan itu. Sekali lagi semangatnya bukan mencari problem asmara atau hubungan gelap ya, tapi insiden kematian Brihadir J yang menyebut adanya kejanggalan, luka sayat, penggunaan senjata api dan luka lebam yang disampaikan pihak keluarga korban,” tuturnya.

Sementara itu, terkait penelusuran kasus kematian Brigadir J, Polri berhasil menemukan bukti CCTV. Polri mengungkap telah menemukan bukti CCTV terbaru terkait teka-teki kematian.

Temuan CCTV tersebut dinilai dapat mengungkap dengan jelas kasus tewasnya Brigadir J. Sayangnya, hasil CCTV belum diungkap di depan publik.

Sebelumnya, disebutkan jika CCTV yang berada di dalam rumah Ferdy Sambo mengalami kerusakan sejak 2 minggu sebelum kejadian tewasnya Brigadir J.

CCTV yang berada di jalan wilayah rumah Ferdy Sambo juga diganti. Kini, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, mengungkap telah menemukan CCTV baru untuk membuka kasus Brigadir J.

“Kita sudah menemukan CCTV yang bisa mengungkap secara jelas tentang kontruksi kasus ini,” terang Dedi di Mabes Polri.

CCTV masih menjadi bahan rahasia penyidik dan akan dibuka setelah timsus selesai menyelidiki isi CCTV tersebut.

“CCTV ini sedang didalami oleh timsus yang nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyelidikan timsus sudah selesai, jadi biar tidak sepotong-sepotong,” imbuhnya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menambahkan, penyidik akan memeriksa CCTV dengan jaminan legalitas untuk segera mengungkap kasus kematian Brigadir J.

“Ada beberapa hal yang harus disinkronisasi-sinkronisasi, kaliberasi waktu. Kadang-kadang ada tiga CCTV di sana, di satu titik yang sama tapi waktunya bisa berbeda-beda,” tuturnya.

“Nah tentunya ini harus melalui proses yang dijamin legalitasnya. Jadi bukan berdasarkan apa maunya penyidik, tapi berdasarkan data daripada CCTV itu sendiri,” lanjutnya.

Andi menilai, rekaman CCTV masih dirahasiakan karena masuk dalam materi penyidikan.

“Terkait dengan CCTV juga tidak perlu kita jelaskan di sini karena itu materi penyidikan. Yang jelas saat ini sedang berada di labfor untuk dilakukan proses-proses digital forensik di sana. Hasilnya juga nanti akan disampaikan oleh ahli kepada penyidik bukan kepada siapa-siapa,” pungkasnya.

JABAREKSPRES.COM, 10 Jam Lalu

(nahimunkar.org)