KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur An-Nashr Institute Munarman, SH menilai isu Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang heboh di Indonesia dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang berkepentingan.
“Isu ISIS ditunggangi sebenarnya, ditunggangi oleh beberapa kepentingan,” katanya saat berbincang dengan Kiblat.net seusai diskusi ‘Mengukur Bahaya ISIS di Indonesia’ di kantor DPP PBB, Jl.Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/8).
Pihak yang menunggangi isu ISIS, ungkap Munarman, pertama adalah oknum-oknum di pemerintahan yang ingin mendapatkan keuntungan dalam isu terorisme.
“Oknum-oknum pejabat yang ingin terus mendapatkan proyek dalam isu terorisme,” jelasnya.
Kedua, rezim pemerintahan saat ini yang mencari perhatian imperialis asing dan kekuatan internasional. “Mereka ingin menjilat kepada Amerika dan PBB agar menunjukkan kesigapan mencegah kebangkitan Islam Kaffah yang dibahasakan oleh mereka sebagai ‘terorisme’,” ujar Munarman.
Ketiga, pemerintahan yang akan datang. Menurut Munarman, pemerintahan yang akan datang berkepentingan untuk meredam militansi kaum Muslimin yang berseberangan secara politik dengan mereka.
“Pemerintahan yang akan datang kan belum jelas menangnya, masih disengketakan. Umat Islam selama ini berada di pihak yang kalah, supaya umat Islam tidak berani macam-macam, tidak berani berdemo, dibuatlah isu ISIS supaya umat Islam malas dan tidak berani, itu kepentingan jangka pendeknya,” tegasnya.
Terkait pihak pertama, kata Munarman, oknum pejabat yang berkepentingan memainkan isu terorisme terdapat dalam banyak insitusi negara.
“Dalam kelompok pertama, oknum pejabat yang berkepentingan banyak dari berbagai institusi. BNPT berkepentingan, Densus 88 berkepentingan, Polisi berkepentingan,” paparnya.
Lanjut Munarman, isu terorisme ISIS dimainkan karena isu terorisme sudah tidak mendapat perhatian publik. Banyak berita penangkapan tertuduh teroris tidak seheboh seperti dulu.
“Isu terorisme sudah tidak didukung media, coba perhatikan hampir tidak ada media memberitakan terfitnah teroris dengan besar-besaran sekarang. Tapi dengan adanya isu ISIS ini kan ada siaran langsung. Jadi, mereka ini dalam rangka menangkap lagi tapi mendapat dukungan media, supaya terekspose dan dapat proyek lagi. Urusannya (isu terorisme) di Indonesia tidak jauh dari fulus (uang) dan karir,” ucapnya.
Munarman juga meyakini isu ISIS akan cukup lama dimainkan di Indonesia. “Saya prediksi bisa sampai satu tahun,” tandasnya.

(HAJ-Nahimunkar.com)

 

(Dibaca 754 kali, 1 untuk hari ini)