I’tibar dari Gempa Padang yang Menghancurkan 7 Hotel Berbintang

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيماً تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِراً ﴿٤٥﴾ الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً ﴿٤٦﴾

045. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

046. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS Al-Kahfi/ 18: 45, 46).

Seorang penulis di situs eramuslim menyoroti:

Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat. (Ridyasmara/ http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-di-sumatera.htm).

Terlepas dari sorotan itu, kenyataan pahit berikut ini satu kenyataan hingar bingar manusia yang kemungkinan sekali tadinya tak ingat mati dan mengejar kenikmatan dunia dengan kemewahan dan aneka rangkaiannya (atau paling kurang untuk apa yang namanya rehat) tiba-tiba berganti dengan duka nestapa. Nyawa direnggut oleh Malaikat Maut, jasad-jasad sampai membusuk dan baunya menyengat pun sulit diambil, sedang hotel yang berbintang pun berubah jadi puing-puing yang mengenaskan.

Inilah berita-beritanya:

Gempa Sumbar Hancurkan 7 Hotel Berbintang

Sabtu, 3 Oktober 2009 – 07:02 wib
Rus Akbar – Okezone

PADANG – Gempa berkekuatan 7,6 skala richter yang menguncang Sumatra Barat telah merusak tujuh hotel mewah di Tanah Minang.

Ketujuh hotel berbintang itu antara lain Hotel Ambacang, Hotel Bumi  Minang, Hotel Rocky, Hotel Wayam wuruk, Hotel Dipo Mariani, dan Hotel Nuansa.

“Ketujuh hotel itu tidak layak pakai karena kondisi bangunanya sudah ambruk. Padahal, para wisatawan sedang meningkat sejak Tour the Singkarak pada Mei lalu,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Wiryanti Sukamdani di Posko Satkorlak Sumbar, Jalan Jendral Sudirman, Padang, Jumat (2/9/2009) malam.

endati demikian, hancurnya ketujuh hotel tersebut tidak membuat wisatawan dari dalam dan luar negeri kapok untuk menginjakan kakinya di Tanah Minang. Bahkan, kata dia, banyak wisatawan yang akan menjadi sukarelawan untuk membantu korban gempa seperti tenaga medis, tim pencari jenazah, dan penyalur obat-obatan.

Lebih lanjut Wiryanti mengatakan, pemulihan bangunan hotel akan memakan waktu 1,5 hingga 5 tahun. Dia meminta kepada pemerintah untuk tidak memungut pajak kepada hotel yang akan dibangun. “Pemerintah sebaiknya jangan meminta pajak saat hotel tersebut diperbaiki terlebih dahulu,” pungkasnya. (teb)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2009/10/03/340/262188/340/gempa-sumbar-hancurkan-7-hotel-berbintang

Gempa Sumbar

Kolam Renang Hotel Ambacang Penuh Mayat

Jumat, 02/10/2009 18:27 WIB

Rachmadin Ismail – detikNews

Padang – Kolam renang di Hotel Ambacang diperkirakan menjadi titik yang penuh berisi mayat. Namun hingga kini belum berhasil dibongkar karena posisi kolam yang berada di tengah-tengah hotel.

“Tadi saya naik ke atas puing-puing, kolam renang itu airnya sudah berwarna biru tua karena bercampur dengan air mayat,” ujar seorang personel Brimob di Hotel Ambacang, Padang, Jumat (2/10/2009).

Berdasar pantauannya sebagian besar bagian kolam tertimbun reruntuhan bangunan. Hal itu pula yang menjadi kesulitan bagi Tim SAR mengangkat para korban yang terjebak di kolam ini.

Data terakhir ada 5 lagi jenazah yang sudah dievakuasi dari Hotel Ambacang. Sedangkan jumlah total orang yang berada di dalam hotel diperkirakan 200 orang yang terdiri dari 80 orang karyawan hotel dan sisanya tamu hotel dan peserta seminar.

Hingga pukul 17.30 WIB, ratusan warga Padang masih berkerumun di depan hotel menonton proses evakuasi. TNI, Polri, Basarnas dan tim SAR dari Jepang masih sibuk melakukan evakuasi.

(rdf/lh)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/10/02/182759/1214087/10/kolam-renang-hotel-ambacang-penuh-mayat

Ambacan Yusri: Saya selamat dari Hotel Ambacang

Saturday, 03 October 2009 00:08

PDF


(waspada online/Muhammad Azhari Tanjung)

Siapa sangka, setelah terjebak dua hari salah satu penghuni Hotel Ambacang Yusri (34), masyarakat Lubuak Pasung yang sedang mengikuti seminar di hotel tersebut, masih bisa bertahan dengan selamat dengan ketiga temannya.

Walaupun begitu, kurang lebih 90 orang temannya yang mengikuti seminar di hotel tersebut saat ini hingga masih belum terjawab keselamatannya, termasuk saudara kembarnya Yusra.

Dengan selamatnya Yusri, dirinya tidak lupa mengucupkan syukur sebesar-besar terhadap Allah SWT yang telah menyelamatkan dirinya dari maut tanpa ada menderita luka yang parah. Simak wawancara khusus Waspada Online dengan Yusri tentang perjuangannya keluar dari maut di Hotel Ambacang.

Bagaimana ceritanya Anda bisa selamat setelah dua hari terjebak dalam Hotel Ambacang?

Kalau ditanya ceritanya sendiri hingga sekarang ini saya masih belum tahu dan terheran-heran. Mungkin ini kehendak dan kasih sayang Yang Maha Kuasa dengan masih memberi saya keselamatan.

Terheran-heran seperti apa yang Anda maksudkan?

Maksud saya, pertama kali terjadinya gempa saat itu saya berada di lantai 3 sedang mengikuti seminar di  ruangan Indah Jalito. Tiba-tiba saja, hotel bergetar dan ketika saya sadar saya sudah terjepit oleh reuntuhan di dalam hotel.

Lalu hal apa yang anda lakukan setelah sadar?

Saya berusaha keluar dari jepitan reruntuhan bangunan hotel tersebut dan tanpa sengaja saya juga bertemu dengan dua rekan saya dan salah satu tamu hotel. Setelah itu, kami berusaha keluar hotel dengan memanfaatkan ada lobang 1 meter di hadapan kami untuk keluar dengan cara merayap.

Bagaimana bisa Anda keluar dari lobang yang satu meter dan berapa lama perjalanan anda keluar hotel?

Kalau ditanya ditanya bagaimana saya pun masih bingung, tadi saya melihat lagi jalanan yang  say lalui tersebut. Saya keluar dengan merayap hingga 8 jam hingga akhirnya pada pukul 3 dini hari tadi saya dan teman-teman saya bisa meloloskan diri dari maut, walaupun ada yang akhirnya berpulang. Tapi walaupun begitu juga saya sangat risau.


Apa yang membuat Anda risau saat ini?

Yang membuat saya risau saat ini ini masih banyak rekan-rekan saya yang sedang mengilkuti seminar tersebut hingga sekarang ini  masih belum tahu keberadaanya. Ditambah lagi saudara kembar saya Yusra yang hingga kini masih belum di ketahui juga kabarnya di hotel ini.

Apakah Anda ada yang terluka parah saat ini?

Alhamdullah saya tidak mengalami luka parah, hanya lecet2 saja dan hanya sedikit pegal2 saja yang saya alami.

(dat05/wol-mdn)

Sumber: http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=56027:ambacan-yusri-saya-selamat-dari-hotel-ambacang&catid=47:diskursus&Itemid=130

Gempa 7,6 SR di Sumbar

Bau Mayat Mulai Menyengat di Hotel Ambacang

Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Jumat, 02/10/2009 20:27 WIB

Padang – 2 Hari pascagempa di Sumatera Barat, bau mayat mulai menyengat di Hotel Ambacang. Di hotel mewah ini, diperkirakan masih ada sekitar 90 orang yang belum berhasil dievakuasi.

Beberapa warga yang berada di dekat Hotel Ambacang, Jl Bunda Kanduang, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2009), terlihat menutup hidungnya untuk menghalau bau yang cukup menusuk. Tidak hanya bau, debu bekas reruntuhan juga terus berterbangan.

Menurut salah seorang petugas TNI yang ikut membantu proses evakuasi, diperkirakan ada sekitar 90 orang warga yang masih tertimbun di hotel ini. Jumlah ini juga masih simpang siur.

Proses evakuasi sendiri masih terus dilakukan oleh berbagai pihak. Setelah sebelumnya petugas dari Jepang membantu, kali ini giliran dari Swiss yang bergabung.

Evakuasi tampak sedikit difokuskan di lantai 6. Di lantai tersebut, diduga ada 8 orang yang selamat dari reruntuhan. (mok/sho)

http://www.detiknews.com/read/2009/10/02/202756/1214142/10/bau-mayat-mulai-menyengat-di-hotel-ambacang

Do’a Ketika Melihat Orang Kena bencana

Ketika kita melihat orang yang kena bencana maka disunnahkan berdoa’ (tanpa diperdengarkan, hanya untuk diri sendiri):

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

Segala puji kepunyaan Allah yang mengafiatkanku dari penyakit yang menimpaimu, dan telah mengutamakan aku atas kebanyakan makhlukNya.

Ini berdasarkan hadits:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلاَءُ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ .

Dari Abi Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa melihat orang yang tertimpa bencana/ sakit lalu berkata: Segala puji kepunyaan Allah yang mengafiatkanku dari penyakit yang menimpaimu, dan telah mengutamakan aku atas kebanyakan makhlukNya; maka dia tidak ditimpai bala’ itu. (HR At-Tirmidzi, ia berkata hadits ni hasan gharib dari wajah ini, kata Syaikh Al-Albani, shahih dalam As-Silsilah As-Shahihah –Mukhtasharah, nomor 602).

I’tibar dari bencana itu

1. Hancurnya hotel-hotel berbintang dan matinya ratusan mungkin ribuan manusia dalam hitungan detik secara serentak dalam persitiwa gempa adalah satu peristiwa dahsyat yang perlu diambil ‘ibrahnya (pelajarannya) bagi setiap orang yang berakal. Tidak mungkin peristiwa dahsyat itu terjadi sendiri tanpa dikehendaki Allah Ta’ala. Dan tidak mungkin Allah Ta’ala dzalim. Itu semua adalah akibat dari kesalahan dan dosa manusia. Dosa manusia itu besar pengaruhnya bila dilakukan oleh orang-orang yang hidupnya mewah, karena rangkaiannya lebih banyak. Untuk berbuat satu dosa, misalnya, bila dilakukan oleh orang yang hidupnya mewah maka akan melibatkan banyak orang, maka otomatis pengaruhnya pun lebih banyak. Itu berbeda dengan dosa yang dilakukan oleh orang miskin, dari segi banyaknya pengaruh dan orang yang terlibat. Maka benarlah firman Allah mengenai dihancurkannya desa akibat orang-orangnya yang hidp mewah berbuat kefasikan (pelanggaran, kedurhakaan) di dalamnya.

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيراً ﴿١٦﴾

016. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS Al-Israa’/ 17: 16).

2. Di antara dosa dan kesalahan manusia adalah lupa dan terlena, sehingga melupakan kehidupan kekal di akherat dan mementingkan kehidupan di dunia bahkan sangat cinta harta. Berlebihan dalam cinta harta dan adanya gempa mestinya menjadi peringatan sangat dahsyat bagi orang yang mau berfikir. Karena Allah Ta’ala telah mengingatkan tentang kebangetan cinta harta itu dikaitkan dengan digoncangnya bumi dengan segoncang-goncangnya di saat terjadi Hari Qiyamat. Orang yang tadinya sengat cinta harta, menggunakan hidup di dunia ini hanya untuk senang-senang hingga terlena tidak sempat beramal shalih maka hanya penyesalan akibatnya. Itu telah ditegaskan dalam firman Allah Ta’ala:

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبّاً جَمّاً ﴿٢٠﴾ كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكّاً دَكّاً ﴿٢١﴾ وَجَاء رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً ﴿٢٢﴾ وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى ﴿٢٣﴾ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ﴿٢٤﴾

020. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.021. Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, 022. dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. 023. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. 024. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (QS Al-fajr/ 89: 20-24).

3. Penting untuk disadari pula bahwa kehidupan dan harta dunia itu sendiri adalah fana, akan hancur. Sedang yang kekal adalah amal shalih (kebaikan) yang didasari keimanan dan ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala.

Firman Allah,

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيماً تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِراً ﴿٤٥﴾ الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً ﴿٤٦﴾

045. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

046. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS Al-Kahfi/ 18: 45, 46).

4. Menjadi lahan amal bagi orang-orang yang berkenan membantu kesulitan mereka dengan ikhlas lilLahi Ta’ala. Pahala yang baik telah dijanjikan Allah di antaranya lewat sabda Nabi-Nya dalam hadits:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ –صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ – وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ لَمْ يَذْكُرْ عُثْمَانُ عَنْ أَبِى مُعَاوِيَةَ « وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ ». سنن أبي داود – (ج 2 / ص 704) قال الشيخ الألباني : صحيح

Dari Abi Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa melepaskan dari seorang Muslim satu keruwetan dari keruwetan-keruwetan dunia maka Allah akan melepaskannya satu keruwetan dari keruwetan-keruwetan akherat, dan barangsiapa memudahkan atas orang yang kesulitan maka Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akherat, dan barangsiapa menutupi (aib) atas seorang Muslim maka Allah akan menutupi (aib) atasnya di dunia dan akhirat, dan Allah senantiasa menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya. (HR Abu Dawud, shahih kata Syaikh Al-Albani).

(Dibaca 1.518 kali, 1 untuk hari ini)