TNI/Polri terlibat penggusuran (IST)


Tentara yang menjaga ketat rumah susun sederhana (Rusunawa) Rawa Bebek, Jakarta Timur dan sempat menahan Ratna Sarumpaet cs saat mau menghadiri pengajian  warga setempat menjadi bukti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi TNI sebagai centeng.

“TNI itu menjaga Rusunawa Rawa Bebek dan sempat menahan Ratna Sarumpaet Cs yang akan melaksanakan pengajian , ini bukti Ahok menjadikan anggota TNI seperti centeng dan budak,” kata aktivis politik Ahmad Lubis kepada suaranasional, Jumat (9/9).

Kata Lubis, Ahok telah memperalat TNI untuk kepentingannya sendiri. “Ini sudah menyalahi UU, TNI itu tugasnya menghadapi ancaman luar, bisa keamanan bila diberbantukan Polri. Ini TNI berjaga, seperti menjadi budaknya Ahok,” jelas Lubis.

Menurut Lubis, pihak DPR khususnya Komisi I untuk memanggil Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo atas tindakan yang dilakukan Ahok terhadap anggota TNI. “Panglima TNI harus bisa menjelaskan, anggota TNI itu membantu rakyat justru dijadikan centeng oleh Ahok,” papar Lubis.

Sebelumnya, Aktivis Sosial Ratna Sarumpaet kecewa lantaran kehadirannya sempat ditahan oleh kelompok tentara yang menjaga ketat rusunawa Rawa Bebek, Jakarta Timur. Ratna beserta warga Pasar Ikan hendak menghadiri acara pengajian  pasca kematian Muhamad Ilham Ilmi.

Ilham merupakan bocah penghuni rusunawa Rawa Bebek, yang tewas setelah terjatuh dari lantai empat rusun pekan lalu. Ia dan kedua orangtuanya merupakan warga eks-Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Tepat hari ke tujuh kematian Ilham, warga rusun Rawa Bebek mengadakan pengajian.

“Kalau saya datang kan dianggap sebagai provokator. Saya dilarang, gerbangnya ditutup. Saya enggak boleh masuk,” kata Ratna, Kamis (8/9) sebagaimana dikutip dari Tempo.*/suaranasional.com – 09/09/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.176 kali, 1 untuk hari ini)