.

  • Warga Kampung Pulo: dari Zaman Foke sampai Sekarang Enggak Jelas!

Untuk mengendalikan banjir di Jakarta. Pemprov DKI menyiapkan dana Rp 20 miliar untuk rekayasa hujan. Kemarin sebuah situs menyindir, dana Rp20 miliar untuk rekayasa hujan itu akan sia-sia. Ternyata memang pagi ini dikhabarkan, Jakarta banjir lagi.

Orang yang menyindir sejatinya memang beralasan, karena betapa tidak dekatanya para penguasa di DKI Jakarta ini terhadap Allah Ta’ala. bahkan cenderung mengabaikannya, dan lebih pilih hura-hura lebih-lebih dalam merayakan apa yang mereka sebut tahun baru.

Hura-hura Tahun Baru 2014 telah menguras dana Pemda DKI Jakarta Rp 1 Miliar. Di antaranya untuk membiayai kemusyrikan (dosa paling besar) yakni memakai jasa dukun pawang hujan. Sedang selama tahun 2013 Jokowi Habiskan Rp 46 Miliar untuk Pesta.

Kemudian disusul musibah banjir dua hari. Kerugian akibat banjir di Jakarta, Ahad-Senin 12-13 Januari 2014 sebesar Rp 7 Triliun.

Adakah mereka mengambil pelajaran ?

{ أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ} [الأعراف: 97 – 99]

97. Maka Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

98. atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

99. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS Al-A’raf: 97-99).

Inilah berita tentang banjir lagi di Jakarta.

***

Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Ruas Jalan Banjir Lagi

 Jakarta – Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak pagi tadi menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan. Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya melalui akun Twitternya, sejumlah titik genangan kembali muncul pagi ini. Ketinggian air pun berkisar antara 20-30 centimeter. Akibatnya, kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan.

Berikut titik genangan di sejumlah ruas jalan di Jakarta pagi ini:

1. Banjir 30 centimeter di Jalan Kelapa Gading Boulevard (depan Mall Kelapa Gading).

2. Jalan Kebantenan Depan, Semper Timur, Jakarta Utara, Banjir 30 centimeter.

3. Banjir 40 centimeter di Jalan Gaya Motor Raya, Sunter, Jakarta Utara.

4. Genangan 20 centimeter di Jalan Raya Bekasi, Bekasi.

5. Tol Ancol arah Tanjung Priok terdapat genangan 30 centimeter di KM 15.

6. Banjir setinggi 40 centimeter tepat di traffic light Bintang Mas Ancol, antara Jalan Gunung Sahari dan RE Martadinata.

7. Traffic light Danau Sunter yang mengarah ke Kemayoran juga banjir 30 centimeter

8. Banjir 50 centimeter di pintu keluar tol Plumpang, Jakarta Utara.

9. Jalan Gunung Sahari, tepatnya di depan WTC Mangga Dua banjir 40 centimeter.

10. Banjir 30 centimeter di Jalan Daan Mogot, tepatnya di depan kantor Samsat Polda Metro.

11. Banjir di Jalan Karang Bolong hingga Ancol setinggi 30 centimeter.

12. Jalan Susilo Raya, Grogol, tepatnya di depan Terminal Grogol banjir 25 centimeter.

13. Traffic Light Puri Kembangan banjir 40 centimeter.

Akibat banjir yang menggenang hingga pukul 07.30 tadi, ruas jalan itu pun sulit dilalui kendaraan bermotor. Hanya kendaraan tinggi yang bisa menerobos genangan air. Kepolisian pun menyarankan pengguna mobil sedan dan sepeda motor untuk mencari jalur alternatif guna menghindari mogok di tengah banjir. Antrian kendaraan pun tak dapat terhindarkan.

DIMAS SIREGAR  TEMPO.CO, JUM’AT, 17 JANUARI 2014 | 08:23 WIB

***

Warga Kampung Pulo: dari Zaman Foke sampai Sekarang Enggak Jelas!

Rabu, 15 Januari 2014 20:16 wib

JAKARTA– Warga RT 3/ RW 6 Kampung Pulo, Jatinegara, menilai, pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak pernah serius mengatasi persoalan banjir di Kampungnya.

Endang (64), seorang warga mengaku, sejak dulu mereka pernah mendengar upaya relokasi yang akan dilakukan pemprov untuk mengatasi banjir. Tapi, kenyataannya hal itu tidak pernah dilakukan.

“Saya tinggal di sini hampir 40 tahun dari zaman Foke (Fauzi Bowo) sampai sekarang enggak pernah jelas. Katanya mau relokasi,  terakhir sekitar sebulan lalu sudah diukur,” katanya kepada wartawan, di lokasi, Rabu (15/1/2014)

Endang melanjutkan, selain relokasi juga pernah ada opsi lain yakni memperlebar sungai. Namun hingga saat ini hanya pepesan kosong, sehingga bencana benjir pun terus mengancam  di pemukiman tersebut. “Ada opsi pelebaran kali. Kemudian baru ada opsi relokasi,” lanjutnya.

Dikatakan Endang, dirinya siap di relokasi jika pemerintah bersedia menganti rugi. “Saya ikut warga yang lain. Kalau mayoritas setuju saya mau saja, karena kita juga perlu musyawarah dengan warga lain karena di sini ada 2.000 kepala keluarga, kemudian jika jadi, kita juga ingin ganti rugi,” tutupnya.(ugo) Achmad Fardiansyah – Okezone

(nahimunkar.com)