“DKI mayoritas muslim, jadi haram mengakui Ahok jadi pemimpin,” kata seseorang yang ditunjuk sebagai orator dalam unjuk rasa di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu.

Apa yang diucapkan orator itu bila dirujuk pada pedoman Islam, maka benar belaka. Karena dalam Al-Qur’an (QS 3: 28) ditegaskan haramnya mengangkat pemimpin kafir. Sedang Ahok, menurut Islam adalah orang kafir. Itu keyakinan yang wajib diyakini dalam Islam. Sedangkan di Indonesia, meyakini Islam, agama resmi diakui oleh Negara, itu dijamin UUD alias konstitusi.

Apabila konstitusi telah menjaminnya, maka semestinya jaminan itu tidak dapat dibatalkan oleh hukum yang tingkatnya di bawah konstitusi. Oleh karena itu, hukum keharaman mengakui Ahok sebagai pemimpin, itu sah dan dijamin secara konstitusi. Dengan demikian, penolakan terhadap Ahok itu justru menjalankan apa yang telah dijamin konstitusi.

Apalagi masih ada pemicu-pemicu lain pula untuk ditolaknya Ahok.

Berita tentang penolakan terhadap Ahok, inilah di antaranya yang dapat Anda simak..

***

 

FPI demonstrasi tolak Ahok

Rabu, 24 September 2014 12:23 WIB | 3.553 Views

Pewarta: Dolly Rosana

Jakarta (ANTARA News) – Sekitar 1.000 orang pendukung Front Pembela Islam berdemonstrasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama (Ahok), menggantikan Joko Widodo sebagai kepala daerah.

“DKI mayoritas muslim jadi haram mengakui Ahok jadi pemimpin,” kata seseorang yang ditunjuk sebagai orator dalam unjuk rasa di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu.

Akibat demonstrasi itu, kawasan di sekitar Gedung DPRD DKI Jakarta macet, yaitu Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Timur, dan Jalan Prapatan serta sebagian Jalan MH Thamrin.
Atas alasan agama itu, FPI mengharapkan DPRD mendengarkan aspirasi itu dan batal melantik Ahok menjadi pengganti Jokowi.
“Jika Ahok tetap dilantik maka jangan salahkan jika ada aksi keras,” kata salah satu demonstran itu.

Dalam aksi itu, empat orang perwakilan pimpinan FPI, yakni Habib Selon, Habib Muhsin, Habib Fikri, dan Habib Idrus, bertemu langsung dengan pimpinan DPRD DKI Jakarta.
Demonstrasi FPI ini diawali berjalan kaki dari kawasan Petamburan menuju Jakarta Pusat dan tiba di depan Gedung DPRD Jakarta sekitar pukul 11.00 WIB.
Sementara sekitar 300 polisi menjaga lokasi unjuk rasa.

Editor: Ade Marboen/ ant.

***

Didemo FPI, Nyali Ahok Spontan Ciut

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang semula gembar-gembor menyatakan tak takut menghadapi demo massa penolakan dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta nampak ciut nyalinya. Hingga aksi demo usai, Ahok tak berani unjukkan batang hidungnya untuk menemui massa pendemo.
Beralasan massa pendemo berasal dari anggota FPI yang tak resmi, Ahok menolak untuk menemui mereka.

“Ngapain juga saya temuin, mereka organisasi gak resmi kok, belum terdaftar,” ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (24/9).

Padahal massa pendemo baik dari kelompok FPI maupun massa non FPI merupakan warga sah ibukota yang aspirasinya patut didengar para wakil rakyat di DPRD maupun oleh pejabat pemerintahan DKI Jakarta.
Kejadian Ahok bersembunyi bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu koar-koar mantan Bupati Belitung ini yang menantang pihak Udar Pristono akhirnya berakhir dengan aksi sembunyi Ahok saat benar-benar didatangi tim pengacara Udar di Balai Kota. Pria keturunan Cina itu lanngsung bersembunyi di lantai dua dan tak mau muncul menemuinya hingga tim kuasa hukum Udar tersebut kembali pulang. (spektanews/ibn/pyngn)/ Rabu, 24 September 2014 DAERAH

 ***

FPI Tolak Ahok, Ketua DPRD: Ini Sangat Positif Sekali!

Rabu, 24 September 2014 14:09 wib | Fahmi Firdaus – Okezone

JAKARTA Usai melakukan pertemuan dengan Front Pembela Islam (FPI) di ruang rapat lantai 10 Gedung DPRD DKI, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menyatakan akan menampung seluruh aspirasi FPI.
“Alhamdulillah, semua umat Islam menyampaikan aspirasinya kepada kita. Ini kan FPI hanya menegur Ahok. Ini sangat positif sekali,” ujar Prasetyo, Rabu (24/9/2014).
Terkait langkah yang akan diambil jajarannya, politikus PDIP itu mengaku akan terlebih dulu melakukan rapat dengan pimpinan lainnya. “Langkahnya nanti akan kami rapatkan dulu nanti bersama pimpinan yang lain,” kata dia.
Hal itu diambilnya, lantaran dirinya belum resmi dilantik sebagai Ketua DPRD definitif. “Kalau saya sudah resmi jadi Ketua, saya baru bisa berbicara lebih panjang lagi,” tandasnya.
FPI mendesak DPRD DKI tidak melantik Ahok sebagai Gubernur. Bahkan, mereka juga meminta para wakil rakyat berani mengambil keputusan memecat Ahok dari jabatan Wakil Gubernur. (ugo)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 823 kali, 1 untuk hari ini)