Allah Ta’ala ridha (Syari’at) Islam sebagai agama, difirmakan dalam Surat Al-Maaidah ayat 3. Anehnya ada makhluk bernama Jalaluddin Rakhmat pentolan syiah di PDIP menyatakan penolakannya terhadap penerapan syariat (Islam), bahkan menyatakan benci karena tidak sesuai dengan ideologinya.
Inilah beritanya.
***

Jalaluddin: Gadis yang Dikejar-kejar di Aceh Karena Tak Pakai Jilbab Bisa Mati Syahid

An-Najah.net, Jakarta – Tokoh Syiah Jalaludin Rakhmat terang-terangan menegaskan dirinya akan memperjuangkan undang-undang yang mengatur penganut agama dengan kitab masing-masing. Dia juga menolak penerapan syariat dan penggunaan istilah syariat dalam kehidupan.
“Saya akan mengusahakan undang-undang yang mengatur setiap penganut agama dengan kitab agama masing-masing,” kata Jalal dalam Diskusi Budaya Revolusi Mental: Dari Ali Hingga Jokowi di Universitas paramadina, Selasa, (15/10).
Dia juga menyatakan bahwa dirinya menolak untuk melakukan penerapan syariat Islam, yang menurutnya tidak sesuai dengan ideologinya.
Jalal pun mengkritisi penerapan syariat Islam yang telah berjalan di Aceh.
“Gadis yang dikejar-kejar di Aceh karena enggak pakai jilbab, sampai jatuh dan mati. Syahid insya Allah, syahidnya karena tidak pakai jilbab,” kata Jalal.
“Cuma satu dua ayat saja yang mengatur tentang Jilbab itu, kenapa hanya jilbab yang diurusi,” imbuh Ketua Dewan Syuro IJABI itu.
“Saya paling tidak suka dengan embel-embel syariat untuk mensahkan sesuatu yang ada di dalamnya,” pungkasnya.* (AK/Kiblat) Publikasi: Jum’at, 22 Zulhijjah 1435 H / 17 Oktober 2014 15:15
***

Menghalangi jalan Allah

ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُمۡ جُنَّةٗ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَفۡقَهُونَ ٣ ﴾ [ المنافقون: 1-3]

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti”. (QS al-Munafiquun: 2-3).
Ketika ada aturan dalam negeri ini yang kira-kira dinilai menguntungkan Islam, padahal sejatinya menguntungkan siapa saja dalam dunia ini, misalnya peraturan tentang larangan miras (minuman keras, khamr), maka kaum munafikin dan kafirin serta musyrikin begitu kerasnya dalam berupaya menghapusnya. Demikian pula apabila ada peraturan yang melarang aliran sesat yang merusak Islam, maka mereka berusaha keras untuk membabat aturan itu sekuat-kuatnya.
Benarlah firman Allah Ta’ala:

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا } [النساء: 61]

61. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS An-Nisaa’/4: 61).

Terhadap makhluk yang seperti itu, sudah ada petunjuk dari Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ [التوبة/73]

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] : 73)
Allah memerintahkan tidak bersikap lembut terhadap orang-orang kafir dan munafiqin bahkan memerintahkan berjihad melawan mereka dan bersikap keras atas mereka. Sementara itu Allah Ta’ala memerintahkan bersikap lunak dan hormat terhadap mukminin. Sungguh Allah telah berfirman:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ [الشعراء/215]

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’araa’ [26] : 215)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.438 kali, 1 untuk hari ini)