.

SAQQEZ (gemaislam) – Sebuah jalan raya di kota Saqqez memicu perdebatan di kalangan masyarakat dan media lokal Iran. Pasalnya, walikota Saqqez baru-baru ini mengeluarkan keputusan tentang pemberian nama “Umar bin Khottob” terhadap salah satu jalan utama di kota tersebut.

Gelombang protes mulai berdatangan pasca penamaan tersebut. Saqqez yang terletak di Provinsi Kurdistan, Barat Laut Iran ini dikenal sebagai wilayah yang dihuni mayoritas komunitas sunni.

“Prosedur ini sangat tidak logis, tidak umum dan jauh dari rasional. Penetapan ini membuktikan akan penderitaan Fathimah,” tulis media lokal syiahonline pada hari Senin (3/2) yang dikutip dari alarabiya.

Sementara itu, media lainnya juga memberikan pernyataan yang senada. Intinya adalah bahwa masyarakat Iran memberikan penolakan terhadap penamaan jalan “Umar” tersebut.

“Ini bisa menimbulkan keraguan terhadap syiah yang merupakan keyakinan resmi di Iran,” tulis media syuhadairan, dan menyebut bahwa masyarakat terluka dengan nama “Umar bin Khottob”.

Penamaan Umar bin Khottob bukanlah yang pertama kali di Iran. Pada Agustus tahun 2013 silam, sebuah taman kota dinamai dengan nama kholifah Islam yang kedua ini. Kala itu ekstrimis syiah juga dengan keras menolak penamaan tersebut.

Gelombang protes itu sendiri sebenarnya bertentangan dengan konstitusi Iran yang tertera dalam pasal 12. Di dalamnya disebutkan bahwa masyarakat berhak membuat keputusan melalui dewan kota di mana mereka merupakan mayoritas. (arc)

Written by Admin Gema

– See more at: http://www.gemaislam.com/berita/arab-news/1927-jalan-umar-bin-khottob-picu-perdebatan-di-iran#sthash.6XoHI2NI.dpuf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 190 kali, 1 untuk hari ini)