JAKARTA, muslimdaily.net – Penembakan dan pembunuhan yang kembali dilakukan Densus 88 menuai kecaman dari berbagai pihak. Jama’ah Ansharusy Syariah (JAS) dalam siaran pers yang diterima redaksi mengecam dan mengutuk aksi Densus 88 terhadap umat Islam. Penembakan tersebut menurut JAS bukanlah aksi penegakkan hukum, melainkan sebuah tindakan biadab. Berikut pernyataan lengkapnya:

Bismillahirrahmanirrahim
P R E S S R E L E A S E

JAMA’AH ANSHARUSY SYARIAH
Tentang:
Pembunuhan Brutal Dan Keji Yang Dilakukan Oleh Densus 88 Terhadap Umat Islam
Berkenaan dengan pembunuhan brutal (extra judicial killing) yang dilakukan oleh Densus 88 terhadap umat Islam pada Sabtu, 20 September 2014 di Kabupaten, Dompu Bima Nusa Tenggara Barat, maka kami sampaikan hal sebagai berikut:
1. Mengutuk dan mengecam keras atas pembunuhan yang dilakukan oleh Densus 88 terhadap seorang umat Islam yang sedang melaksanakan Ibadah sholat dengan alasan mereka hanya terduga terorisme.
2. Tindakan Densus 88 yang berulang kali membunuh umat Islam bukanlah merupakan penegakan hukum atau pencegahan terhadap terorisme, melainkan tindakan yang biadab dalam penindakan dan penegakan hukum. Maka kami mendesak kepada pemerintah untuk mengkaji kembali keberadaan Densus 88 ini atas segala tindakannya, karena hal ini sangat mencederai nilai-nilai agama dan kemanusiaan khususnya terhadap umat Islam.
3. Pembunuhan terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah merupakan bukti nyata bahwa Densus 88 merupakan musuh Islam dan umat Islam. Maka kepada para ulama, kyai, tokoh dan seluruh elemen umat Islam untuk mewaspadai dan menyadari bahwa tindakan biadab Densus 88 ini dilakukan untuk memerangi Islam dan umat Islam dengan dalih perang terhadap terorisme.
Ya Alloh mereka telah membunuh hamba-hambaMU dengan brutal dan keji maka hancurkanlah dan azab mereka dengan azabMU yang pedih, wa makaru wa makarallah wallahu khoirul maakirin.
Jakarta, 28 Dzulqo’dah 1435H / 23 September 2014
Jamaah Ansharusy Syariah
Ustadz. Ahmad Fatih

(nahimunkar.com)

(Dibaca 336 kali, 1 untuk hari ini)