Tampak sebagian jamaah haji Indonesia sedang wuquf di (dalam tenda mendengarkan khutbah) di Arafah Senin 9 Dzulhijjah 1439H/ 20 Agustus 2018./ foto suaramojokerto.com

Yahya Staquf pentolan NU (yang bilang Islam Nusantara itu Islam sejati, sedang Islam  Arab/ Timteng itu Islam abal-abal) malah ditugasi berkhutbah di Arafah, Senin 20/8 2018 untuk jamaah haji Indonesia.

(Kritikan keras terhadap Yahya Staquf yang memuji Islam Nusantara dapat disimak di sini: Dedengkot NU Penerus Gus Dur Mengklaim Islam Nusantara lah yang Islam Sejati, dan mengecam Islam Arab / Timur Tengah sebagai Islam Abal-abal  Posted on 3 Juli 2018

by Nahimunkar.com )

Sebelumnya, Sabtu 18/8 ia (Yahya Staquf yang belum lama pulang dari Israel itu) telah kumpul dengan Ma’ruf Amin, Menag Lukman dan pentolan2 NU lainnya di Makkah.

Ma’ruf Amin bilang dalam acara NU di Makkah itu: “Islam Nusantara itu Islamnya Nahdlatul Ulama. Kita tidak hanya ingin meng-NU-kan Indonesia, tapi juga meng-NU-kan dunia.” https://www.facebook.com/HartonoAhmadJaiz/posts/1753022261481449?__tn__=K-R

Besoknya, ahad 19/8 sore (menjelang wuquf) terjadi badai di Makkah, Arafah dan Mina. https://www.nahimunkar.org/badai-di-makkah-kiswah-kabah-tersingkap-maghrib-menjelang-wuquf-1439-2018/

Jamaah haji Indonesia tahun 1439H / 2018 ini selain dikhutbahi Yahya Staquf yang (orang NU ini beredar videonya) mengunggulkan Islam Nusantara dan mencela apa yang ia sebut Islam Arab/ Timteng sebagai Islam abal-abal, masih pula (jamaah haji Indonesia tahun ini) “didampingi” dedengkot NU Ma’ruf Amin yang bertanda tangan fatwa tentang Dana Haji untuk dipakai pembangunan infrastruktur.

Dana haji digunakan pula untuk proyek LRT yang ternyata mesinnya dibeli dari China, baru saja diresmikan Jokowi di Palembang ternyata sudah 3 kali mogok. Malah banyak juga proyek-proyek infrastruktur yang ambruk hingga menewaskan sejumah orang, diduga menggunakan bahan tak berlualitas dari China. (Meskipun itu bukan tanggung jawab Ma’ruf Amin, tetapi secara moral tentu menambah tidak relanya Umat Islam ketika setoran ongkos untuk berhajinya digunakan untuk keperluan seperti itu, padahal akadnya hanyalah untuk beribadah haji).

Ada juga infrastruktur yang begitu diresmikan kemudian hanya jadi sarana/ tempat pacaran.

Makanya beredar sorotan tajam kepada Ma’ruf Amin soal dana haji itu. https://www.nahimunkar.org/maruf-amin-dipertanyakan-tanggung-jawabnya-soal-dana-haji-digunakan-untuk-infrastruktur/

Nasib jamaah haji Indonesia tahun ini rupanya langsung dijadikan percobaan praktek ‘Peng-NU-an’ sekaligus ‘peng-Islam Nusantara-an’ oleh pentolan-pentolan NU.

Ingat, polah tingkah memencongkan Islam yang kental dengan ashobiyah (fanatisme golongan dsb) yang sangat dilarang dalam Islam itu justru dilaksanakan oleh pentoln-pentolan NU di Tanah Suci (Tanah Haram) Makkah, dan di Bulan Haram, Dzulhijjah. Berbuat kemaksiatan di kota suci/ Tanah Haram itu saja sudah jelas ancamannya, apalagi mengenai agama Allah, Islam.

Di kota Mekkah, siapapun dilarang berbuat maksiat.
Perbuatan maksiat di kota Mekkah, dosanya sangat besar daripada di tempat lain. Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zhalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih” [al Hajj/22:25] [5]

Ayat ini, menurut penjelasan Syaikh as Sa’di, mengandung kewajiban untuk menghormati tanah Haram, keharusan mengagungkannya dengan pengagungan yang besar, dan menjadi peringatan bagi yang ingin berbuat maksiat. (Taisiril Karimir-Rahman, 536.)/ almanhaj.or.id, Keutamaan Kota Suci Mekkah Oleh Ustadz Ashim Bin Musthafa

Itu semua akan menjadi tabungan buruk yang akan dipertanggung jawabkan di akherat kelak. Bahkan siapapun yang mendukung pemencongan Islam ini akan mendapatkan bagian atas tingkahnya.

{ مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا } [النساء: 85]

Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [An-Nisaa’:85].

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.918 kali, 1 untuk hari ini)