Msjid Nabawi Madinah. Foto diambil selepas sholat maghrib hari Rabu, 17 agustus 2016
Madinah, Saudi Arabia/ Said Ibrohim


Alhamdulillah, kajian Ustad Firanda di Masjid Nabawi sudah dimulai kembali untuk para jama’ah haji.

Silakan merapat untuk jama’ah haji yang sedang di Madinah, beliau membahas hukum-hukum seputar haji, masalah masalah yang sering ditanyakan dalam haji, soal tanya jawab, dan banyak hal yang berkaitan dengan haji.

Ada sebuah amalan ringan di Masjid Nabawi terhitung sebagai jihad di jalan Allah Azza wa Jalla . Hanya dengan niat belajar saat melangkahkan kaki menuju Masjid Nabawi, itu laksana berjihad di jalan Allah Azza wa Jalla . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا، لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

Barangsiapa mendatangi masjidku ini, ia tidak datang kecuali untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau diajarkan, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Dan barangsiapa datang untuk selain itu, maka ia laksana orang yang hanya memandang barang orang lain. [HR. Ibnu Majah no. 227, di shahihkan oleh al-Albani]

Memandang barang orang lain maksudnya adalah ia seperti orang yang masuk ke pasar, tapi tidak menjual atau membeli, dan hanya memandang barang orang lain sehingga tidak mendapatkan apa-apa.

Oleh karena itu, untuk para jama’ah haji yang tidak bisa berbahasa Arab bisa menghadiri pengajian berbahasa Indonesia di masjid ini. Usahakan ketika kita keluar dari rumah atau penginapan menuju Masjid Nabawi tidak lepas dari niat mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, agar pahala jihad tidak luput dari kita.

Barakallah fiykum

Said Ibrohim

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.444 kali, 1 untuk hari ini)