• …diserbu dan ditembaki saat shalat subuh pada rokaat kedua, dari dua sisi oleh tentara militer dan Polisi Mesir.
  • … para polisi itu memukuli mereka, padahal mereka sedang melaksanakan shalat subuh. Sungguh mereka tidak punya perasaan sama sekali saat melakukannya.
  • Tembakan-tembakan terdengar sangat kencang. Tercium bau sengat gas sampai ke rumahku, padahal jendela-jendela sudah ditutup. Banyak yang jatuh menjadi korban di mabes Garda Republik itu.

    pembantaian subuh 1 pembantaian subuh 12

 

Islamedia – Sebuah pembantaian sadis telah terjadi terhadap warga Mesir pendukung Presiden Mursi yang sedang menjalankan shalat shubuh di Kairo pagi ini (8/7 2013).

 Massa demonstran yang tengah sholat subuh di lokasi demo di depan mabes Garda Republik (paspampres) diserbu dan ditembaki saat rokaat kedua dari dua sisi oleh tentara militer dan Polisi Mesir.

Menurut sumber Al Quds TV terdapat 36 orang korban yang Syahid (insya Allah) dan 500 luka luka.

Seorang dokter mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “mayoritas cedera mengalami luka tembak di kepala” (majority of injured had gunshot wounds to the head).

Gehad El-Haddad, jubir Ikhwanul Muslimin, via akun twitternya @gelhaddad mengabarkan:

“Attack started when protestors where engaged n 2nd Raka’at of Fajr prayer. They were attacked from 2 sides, 1 by #RepGuard & other by police.”

Sementara itu aparat juga mengepung mesjid Mushtafa, tidak jauh dari markas Garda Republik tempat Presiden Moursi saat ini ditahan. Lebih dari 2000 wanita terkepung di dalam mesjid tersebut. Aparat juga menangkap 20 orang pendukung Mursi.[pygn/gelhaddad/im] 7/08/2013 02:27:00 PM | Posted by A. Syafiq

***

 

Kesaksian Seorang Wanita Terhadap Pembantaian Subuh hari Oleh Militer Mesir

7/08/2013 12:40:00 PM | Posted by A. Syafiq

narmen

Islamedia – Nermeen, seorang wanita yang tinggal di apartemen berdekatan dengan mabes Garda Republik menceritakan kesaksian perihal pembantaian yang dilakukan militer Mesir terhadap rakyat yang mendukung Presiden Mursi pada subuh pagi ini (08/07/2013), melalui akun twitternya di @NermeenEzz 

– Para demonstran menaiki bangunan apartemen, walaupun di bawah ada para polisi. Ada juga yang berada di depan pintu rumah.

– Kemah-kemah dihancurkan, banyak ambulan yang berdatangan

– Di antara para demonstran itu ada ibu-ibu dan anak-anak. Tapi para polisi itu memukuli mereka, padahal mereka sedang melaksanakan shalat subuh. Sungguh mereka tidak punya perasaan sama sekali saat melakukannya.

– Tembakan-tembakan terdengar sangat kencang. Tercium bau sengat gas sampai ke rumahku, padahal jendela-jendela sudah ditutup. Banyak yang jatuh menjadi korban di mabes Garda Republik itu.

Sementara itu, Aaesha Khirat ElShater menulis di akun facebooknya:

“Kalian menggrebek kantor-kantor kami dan membakarnya. Lalu kalian katakan bahwa kamilah orang-orang yang suka provokasi dan anarkis. 

Kalian memasuki rumah-rumah kami tanpa ijin, lalu kalian katakan bahwa kalian adalah pelindung-pelindung kami. 

Kalian membunuhi para demonstran damai, lalu kalian katakan bahwa kami adalah para pembunuh.

Kalian merampas ayah-ayah kami, lau kalian katakan kalian adalah para pelindung kami.

Kalian memobilisasi tentara, polisi, dan para preman, dengan memakai pakaian sipil, lalu kalian katakan bahwa kalian adalah mayoritas.

Kalian bermanuver dengan pesawat-pesawat perang di atas kami, seakan kami adalah musuh negara yang kalian perangi.

Kalian merampas kehendak dan pilihan kami, lalu kalian bersikap seperti orang yang mencintai kami. Padahal hati-hati kalian penuh dengan kebencian dan pengkhianatan. Karena kalian adalah tukang jagal dan penipu…

Tapi demikian, kami tidak mungkin akan menyerang dan tertipu lagi.. walaupun kalian membunuhi kami semua.. kami tetap akan teguh di jalan ini.. terus.. hingga kami akan bertemu dengan Rabb kami melaporkan kalian di sana.. Dengan ijin Allah, kami akan mengalahkan kalian.. sebentar lagi.”[msa/sbb/dkw] islamedia.web.id

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.325 kali, 1 untuk hari ini)