Jangan Dikira Allah Lupa Perbuatan Orang Zalim

 

  • di balik setiap kisah kezhaliman,
  • akan ada tangan-tangan yang menengadah
  • memanjatkan doa-doa hamba yang terzhalimi

 

KEPADA: TUAN…!

Kepadamu, Si Tuan …!

 

Aku tuliskan ayat Tuhanku ini:

وَلَا
تَحْسَبَنَّ
اللَّهَ
غَافِلًا
عَمَّا
يَعْمَلُ
الظَّالِمُونَ

إِنَّمَا
يُؤَخِّرُهُمْ
لِيَوْمٍ
تَشْخَصُ
فِيهِ
الْأَبْصَارُ.

“Janganlah engkau pernah mengira:

bahwa Allah akan lupa

terhadap apa dilakukan oleh manusia-manusia zhalim itu!

Dia hanya menunda (siksa untuk) mereka

hingga di Hari (Kiamat)

saat pandangan mata (manusia) terbelalak!”

(Ibrahim: 42)

 

Bagi Allah, Tuhanku…

Takkan ada yang luput, Tuan.

Itu sudah menjadi undang-undangNya di semesta.

Kami menyebutnya sebagai “Sunnatullah”.

Tiada kezhaliman yang akan dibiarkan.

Tiada kekejian yang akan nyaman.

Tiada kejahatan yang takkan terbalaskan.

Dia pasti akan mengganjar Si Zhalim dengan sepadan!

 

Bahkan Nabi kami yang mulia

pernah berpesan:

«مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ العُقُوبَةَ [ص:665] فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ البَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ

 

سنن الترمذي ت شاكر (4/ 664)

 

__________

 

[حكم الألباني] : صحيح

“Tiada satu dosa yang paling pantas

untuk disegerakan hukuman pelakunya di dunia

disamping apa yang disiapkanNya

untuk pelakunya di akhirat nanti,

selain: kezhaliman dan pemutusan kerabat.”

(HR. al-Tirmidzi no. 2511, hadits shahih)

 

Tidak ada yang terluput, wahai Si Tuan ….

Apalagi jika kezhalimanmu

hingga meneteskan darah seorang muslim.

Malam ini, mungkin Tuan terlelap pulas dalam mimpi.

Tapi yakinlah,

Malam-malammu di masa hadapan

adalah malam-malam yang pahit dalam gelisah.

Mungkin saja Tuan masih “anak baru” dalam kekuasaan.

Tuan lupa belajar dari sejarah Fir’aun.

Padahal aku sungguh yakin:

Kuasa Tuan hari ini tak ada apa-apanya

dibanding kuasa rezim Firaun!

Tapi Tuan sudah pasti paham

bagaimana akhir kisah Firaun di sana.

Tuan tampaknya “terlalu lugu” tentang sejarah kezhaliman.

Sehingga saat Tuan terlalu asyik dalam kezhaliman.

Tuan mengabaikan di balik setiap kisah kezhaliman,

akan ada tangan-tangan yang menengadah

memanjatkan doa-doa hamba yang terzhalimi.

 

Nabi kami yang mulia mengatakan:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Dan takutlah dengan doa (hamba) yang terzhalimi,

karena tidak ada yang menghalangi

antara hamba itu dengan Allah…”

(HR. al-Bukhari)

Maka doa hamba yang terzhalimi

adalah sebilah anak panah

yang tak tersalahkan dan terkelirukan!

 

Tuan tidurlah malam ini dalam gelisah,

Tapi ingatlah:

Di sudut-sudut negeri,

ada doa-doa para mazhlumin

yang menggetarkan pintu-pintu langit.

Dipanjatkan pada waktu-waktu ijabah,

agar para begundal kezhaliman

mendapatkan derita zaman yang pahit.

***

 

Yazid bin Hakim mengatakan:

“Aku tak pernah merasa takut pada seorang manusia pun,

melebihi rasa takutku pada orang yang pernah kuzhalimi,

karena aku tahu bahwa tidak ada yang akan menolongnya:

selain Allah!

Ia akan mengatakan:

‘Cukup Allah bagiku!

Allah-lah yang akan memutuskan antara aku dan kau!”

***

 

Dikisahkan tentang Khalid bin ‘Abd al-‘Aziz al-Barmaky dan putranya.

Dalam kepahitan penjara suatu malam,

Sang anak bertanya:

“Duhai Ayah! Betapa deritanya kita…

Setelah semua kejayaan dan kuasa kita,

kini kita terbelenggu dan terpenjara!”

Maka sang ayah berujar:

“Duhai Anakku!

Ini pasal doa hamba yang terzhalimi

yang membumbung tinggi di malam hari.

Kita mengabaikannya,

tapi Allah tak pernah melalaikannya sama sekali!”

***

 

Tuan…

Tidurlah malam ini dalam gelisah.

Karena:

Firaun mati terhina karena gelombang air.

Namrudz mati payah pasal nyamuk.

Qarun mati hancur ditelan bumi.

Abrahah binasa pasal batu-batu kecil.

Hitler mati membunuh dirinya sendiri.

Dan selanjutnya mungkin Anda…

***

 

Untukmu para pejuang…

Tenangkan jiwamu.

Bahagiakan hatimu.

Para zhalimin akan dibinasakan oleh Rabbmu

dengan “cara yang sepele” tak terduga.

Air.

Nyamuk.

Tanah.

Batu kecil.

Atau dirinya sendiri.

 

Jangan pusingkan kepalamu:

tentang bagaimana Rabbmu

akan membalas mereka.

Sebab mereka pasti terbalaskan!

Pastikan sahaja agar dirimu:

Selalu berada di garis perjuangan ini,

Membela kebenaran.

 

Akhukum,

Muhammad Ihsan Zainuddin

(seorang doktor yang pernah menuntut ilmu di manca negara, red NM)

 



 


via fb

Ammy Ummu Lathifa

a1o tSujpoansmuosrhed  · 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 388 kali, 1 untuk hari ini)